Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Penjualan Premium Turun, Bakal Dipangkas Pertamina?

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Penjualan premium

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penjualan premium sebagai salah satu produk bahan bakar minyak (BBM) yang disediakan PT Pertamina (Persero) terus menurun.

Bahkan Pertamina memproyeksikan penurunan penjualan Premium akan terus berlanjut hingga tahun 2024 mendatang.

Tercatat penjualan harian BBM Pertamina di bulan Januari 2019 mencapai 90 ribu kiloliter (KL) per hari, dengan komposisi penjualan Premium sebanyak 31,6 ribu KL dan Pertamax 10,3 KL.

Sementara di bulan September 2020, penjualan Premium hanya sebesar 23.000 KL per hari, dan Pertamax sebanyak 10,6 hingga 10,7 juta KL per hari.

CEO Commercial and Trading Subholding PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid menjelaskan Pertamina telah melakukan upaya-upaya agar penyaluran premium tepat sasaran.

Sehingga penjualan premium dari yang tadinya cukup tinggi kini terus menurun.

“Hingga 4 tahun kedepan kami memproyeksikan konsumsi BBM akan turun hingga menjadi 106.000 KL per hari. Dimana komposisi Pertalite 61.000 KL per hari atau tetap 57 persendan konsumsi Pertamax akan menjadi lebih banyak dibandingkan Premium dan Pertalite,” ungkapnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).

Dengan perhitungan ini, maka konsumsi Pertamax yang awalnya hari ini 10 ribu KL per hari menjadi 20 ribu hingga 30 ribu KL per hari.

“Jadi nantinya di tahun 2024 kalau regulasi tidak berubah, hanya mengandalkan pola marketing maka sales Premium akan menjadi sales sepertiganya sales Pertamax,” jelasnya.

Khamid menambahkan, proyeksi yang disampaikan ini berdasarkan pola penjualan yang terjadi hingga saat ini.

Diketahui, Perusahaan Migas milik negara ini tengah mengkaji varian produk BBM jenis bensin, termasuk penghapusan bensin dengan nilai oktan (RON) di bawah 91 seperti Premium dan Pertalite untuk menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Penjualan Premium Akan Dihapus?

Mengenai hal ini, Mas’ud menyebut akan menyikapi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru, di mana BBM harus di atas RON 91.

Berbagai upaya untuk mendorong penjualan BBM RON tinggi seperti Pertamax menurut sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Dia mengatakan, Pertamina memproyeksikan penjualan bensin mencapai 106.400 kl per hari di tahun 2024.

Di mana Pertalite masih mendominasi mencapai 61.200 kl, Premium turun menjadi 13.800 kl dan Pertamax naik menjadi 29.900 kl per hari.

Pertamina juga menargetkan Pertamax dijual di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Ditargetkan juga pengembangan 4.558 Pertashop di seluruh daerah hingga ke pelosok desa, sehingga masyarakat bisa membeli Pertamax dengan harga yang sama dengan harga di SPBU.

“Saat ini dari 5.834 SPBU yang ada, baru sebanyak 5.303 SPBU yang menjual Pertamax. Di bulan Oktober ini kami targetkan akan bertambah sebanyak 133 SPBU, lalu di November tambah lagi 186 SPBU, dan Desember tambah 212 SPBU,” ungkapnya.

Dengan penambahan di tiga bulan ini, maka di akhir tahun 2020 sudah semua SPBU menjual BBM jenis Pertamax. []

Energi & Tambang

Holding BUMN Panas Bumi Segera dibentuk!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Holding BUMN Panas Bumi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Panas Bumi akan segera dibentuk, dimana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) masuk dalam holding tersebut.

PLN, melalui Direktur Mega Proyek, M. Ikhsan Assaad mengaku jika pihaknya masih terus melakukan pembahasan bersama Pertamina.

“Kami dan Pertamina masih terus melakukan pembahasan dalam pembentukan holding BUMN panas bumi atau geothermal,” ujar Ikhsan (22/02).

Ikhsan menyebut holding BUMN panas bumi nantinya akan dilakukan oleh masing-masing anak perusahaan yaitu PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

“Masih berlangsung, masih pada tahap joint study untuk pengembangan geothermal di Ulu Belu dan Lahendong.

Sementara itu, menurut Direktur Operasi PLN Gas & Geothermal Yudistian Yunis terkait pembentukan holding BUMN panas bumi, Kementerian BUMN melibatkan PLN, Pertamina dan Geo Dipa.

PLN Gas & Geothermal sebagai anak usaha PLN di sektor panas bumi, sebut Yunis, sangat siap mendukung upaya Kementerian BUMN dalam pembentukan holding BUMN panas bumi.

“Pembahasan saat ini tengah masuk pada opsi mekanisme penggabungan usaha panas bumi yang ada,” ujarnya.

Menurut yunis, potensi energi panas bumi di Indonesia sangat melimpah, oleh karenanya perlu pembahasan yang matang dalam upaya akselerasi dan optimalisasi pemanfaatannya.

“Dari total potensi yang teridentifikasi baru 8 persen saja pemanfaatannya,” tambah Yunis. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Produksi Emas Antam dan Target Penjualan Terus Menurun

EKO PRASETYO

Published

on

Produksi emas Antam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi emas Antam / PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada tahun ini ditargetkan hanya sebesar 1,37 Ton.

Adapun target produksi emas Antam tersebut mengalami penurunan dibandingkan realisasi produksi tahun 2020 yang mencapai 1,67 ton.

Target produksi tersebut tercatat turun sebesar 17,9 persen.

Bukan hanya produksi emas Antam, target penjualan ditahun ini yang sebesar 18 ton emas juga terlihat mengalami penurunan sebesar 17,39 persen dibanding realisasi penjualan pada tahun 2020 yang mencapai 21,79 ton.

Adapun penjualan emas perusahaan sepanjang tahun 2020 lalu juga mengalami penurunan yang cukup dalam mencapai 36 persen dari penjualan tahun 2019 lalu yang berhasil tercatat mencapai 34,02 ton .

Sementara dari sisi realisasi produksi emas antam tahun 2020 lalu juga mengalami penurunan hingga 17 persen dari tahun 2019 yaitu sebesar 1,9 ton.

Dalam keterangan resminya, Antam pada tahun ini memilih fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan pada komoditas fornikel, bijih nikel dan bijih bauksit.

Untuk komoditas emas, Antam memilih fokus dalam pengembangan logam mulia dalam negeri.

Hal ini seiring dengan semakin bertumbuhnya kesadaran masyarakat melakukan investasi emas. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Kehadiran Mobil Listrik Bakal Ganggu Bisnis Pertamina?

CHRIESTIAN

Published

on

Kehadiran mobil listrik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kehadiran mobil listrik di Indonesia menjadi harapan besar bagi pemerintah saat ini yang tengah gencar menarik investasi ke dalam negeri.

Kehadiran mobil listrik menjadi solusi atas mulai menurunnya cadangan bahan bakar berbasis fosil, selain kehadiran mobil listrik yang sangat ramah dengan lingkungan.

Jika, masyarakat Indonesia sudah banyak beralih kepada kendaraan berbasis listrik, bagaimana nasib Pertamina yang selama ini berbisnis bahan bakar minyak?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan jika 20 tahun mendatang 80 persen mayarakat Indonesia dipastikan beralih ke mobil listrik.

Untuk menambah daya kendaraan, masyarkat tentunya lebih memilih pengisian (charging) di rumah masing-masing, sehingga perlahan SPBU pun akan ditinggalkan.

“Tentu ke depan sangat berdampak terhadap bisnisnya Pertamina. 20 tahun ke depan diproyeksikan masyarakat Indonesia sebanyak 80 persen sudah beralih ke mobil listrik. Nanti orang banyak isi daya di rumah dan mulai meninggalkan pom bensin,” jelas Erick yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Masyarakat ekonomi Syariah.

Oleh karena itu, lanjut Erick, pemerintah akan merancang strategi ke depan agar bisnis Pertamina tidak terganggu dikemudian hari.

“Tentu kehadiran mobil listrik dimana nantinya banyak masyarkat yang meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak adalah sebuah keniscayaan. Namun kita akan terus memikirkan bagaimana ke depan agar bisnis Pertamina bisa berkontribusi di dalamnya dan tetap tumbuh,” tutup Erick. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!