Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Penerbangan Domestik Jadi Fokus Bisnis Garuda Indonesia

Published

on

Penerbangan domestik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penerbangan domestik diminta menjadi fokus bisnis maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Pasalnya, saat ini kondisi keuangan maskapai pelat merah tersebut terus mengalami keterpurukan akibat pandemi covid-19.

Maka Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa Garuda akan berhenti berkompetisi dengan maskapai luar negeri, dan fokus pada penerbangan domestik dalam negeri.

Erick menyebut, pasar penerbangan domestik juga cukup tinggi, dimana 78 persen turis yang mengunjungi kawasan wisata Indonesia adalah wisatawan domestik.

“Total nilai ekonomi yang masuk dari perjalanan wisatawan domestik mencapai Rp1.400 triliun per tahun. Jumlah itu jauh lebih besar dari perjalanan turis asing yang hanya Rp300 triliun per tahun. Maka kita ingin Garuda fokus pada penerbangan domestik wisatawan,” ungkapnya.

Erick menilai, selama ini potensi penerbangan domestik di Indonesia belum tergarap maksimal oleh Garuda.

Sebab BUMN Aviasi ini lebih fokus berkompetisi dengan maskapai luar dan menggarap begitu banyak rute penerbangan internasional.

Jika Garuda Indonesia hanya fokus pada penerbangan domestik, maka rute luar negeri akan dilepas kepada maskapai lain, seperti Qatar Airways, Emirates, dan Singapore Airlines.

“Jadi lebih baik Garuda fokus ke penerbangan domestik untuk kontrol yang di dalam negeri. Jadi nggak seperti dulu yang berkompetisi di jalur internasional,” ujarnya.

Tercatat, selama triwulan I tahun 2021, PT Garuda Indonesia mengalami kerugian hingga Rp5,56 triliun akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Kerugian ini meningkat hingga 219 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai kerugiannya US$ 120,16 juta.

Sementara total pendapatan usaha perseroan juga menurun hingga 54 persen yakni hanya senilai US$ 353,07 juta.

Pendapatan ini masih berasal dari penerbangan berjadwal senilai US$ 278,22 juta, dan pendapatan usaha lainnya US$ 52,06 juta.

Di sisi lain, Maskapai ini dilaporkan akan mengembalikan sembilan pesawat Boeing lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Pesawat ini disewa oleh Garuda namun dikembalikan sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri gugatan pailit.

Garuda dan perusahaan yang menyediakan jasa leasing telah meneken perjanjian untuk menghentikan proses hukum gugatan pailit yang disampaikan Aercap Ireland Limited pada bulan Juni. []

Transportasi

Dana PSO Untuk Operasional Pelni Masih Kurang, Butuh Rp4 Triliun!

Published

on

Dana PSO

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana PSO atau Public Service Obligation untuk PT Pelni (Persero) diajukan dengan nilai fantastis, yakni Rp4 triliun.

Pengajuan dana PSO ini untuk memenuhi kebutuhan operasional armada kapal PT Pelni yang melayani berbagai rute transportasi laut.

Vice President Pemasaran PT Pelni, Sukendra mengatakan pihaknya wajib menjalankan rute kapal ke berbagai daerah yang akses transportasinya masih terbatas.

Tapi sayangnya, besaran dana PSO yang diterima BUMN ini masih jauh dari kebutuhan.

Ia mencontohkan, di 2020 dana PSO yang diajukan PT Pelni sebesar Rp3,8 triliun, tapi anggaran yang disetujui hanya Rp2 triliun.

“Untuk biaya bahan bakar perawatan kapal saja, kita butuh dana sekitar Rp3,8 triliun. Jadi total kebutuhan Pelni itu di angka hampir Rp4 triliun. Tapi penugasan PT Pelni tidak sebanding dengan dana PSO atau subsidi yang diterima,” ungkapnya saat ditemui di kapal KM Kelud, Minggu (5/9/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan operasional, pihak perseroan terpaksa mencari dana PSO tambahan, namun itu pun tak tercapai.

Adapun pendapatan yang diperoleh perusahaan pelat merah ini sepanjang 2020 hanya sebesar Rp700 miliar.

Dana itu terhimpun dari penjualan tiket penumpang Rp460 miliar dan kargo Rp300 miliar.

“Dengan begitu, kami masih masih terbebani biaya operasional senilai Rp1,1 triliun. Itu jelas sangat memberatkan. Alhamdullilahnya kemarin ada sebagian kapal kita enggak jalan. Kalau jalan semua ya berat,” tutur dia.

Adapun jumlah kapal Penli yang dioperasikan sebanyak 26 kapal penumpang yang melayani lebih dari 90 pelabuhan dan 1.200 rute.

Setiap tahun, rute yang dilayani bisa berubah sesuai dengan usulan perusahaan, permintaan konsumen dan penugasan pemerintah.

Sejak 2015, BUMN ini mulai menjalankan penugasan dari Kemenhub untuk melayani rute pulau-pulau di daerah terpencil, terdepan, tertinggal dan perbatasan (3TP).

Layanan ini merupakan salah satu dari program utama Presiden Joko Widodo, yaitu Tol Laut sebagai solusi transportasi antar pulau agar semakin efisien.

Untuk layanan transportasi di daerah 3TP, PT Pelni mengoperasikan 45 kapal perintis berkapasitas 500 penumpang.

Sementara kapal berpenumpang 3 ribu seat difokuskan untuk rute antar pulau dengan jarak tempuh jauh.

Sejauh ini operasional keseluruham kapal penumpang Pelni belum difokuskan untuk bisnis atau komersial.

“Memang kapal-kapal ini belum bisa ditarik secara komersial. Itu masih menjadi tugas dan tanggung jawab negara untuk menghubungkan transportasi antara pulau tadi,” ungkap dia. []

Continue Reading

Transportasi

Pendapatan PT KAI Rp7,46 Triliun, Terjaga dengan Baik!

Published

on

Pendapatan PT KAI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan PT KAI sepanjang semester I tahun ini tercatat sebesar Rp7,46 triliun.

Besaran pendapatan PT KAI ini ternyata masih terbilang belum stabil, sebab kenaikannya secara tahunan (yoy) hanya tipis 0,67 persen.

Sebagai informasi, pada Januari-Juni tahun lalu, pendapatan PT KAI jumlahnya hampir sama, yaitu Rp 7,41 triliun.

Adapun sumber pendapatan PT KAI yang paling utama berasal dari angkutan dan usaha lainnya sebesar Rp 7,21 triliun.

Sementara sektor konstruksi hanya menyumbang sebesar Rp250,86 miliar untuk pendapatan PT KAI di periode ini.

PT Kereta Api Indonesia juga belum mampu meraup untung, dan masih merugi sebesar Rp454,46 miliar.

Namun, jumlah kerugian itu sudah menurun drastis 65,90 persen jika dibandingkan kerugian pada semester I tahun lalu yang menembus Rp1,33 triliun.

Pandemi covid-19 yang berdampak pada pembatasan angkutan dan pergerakan masyarakat menjadi pemicu kerugian BUMN transportasi ini dalam dua tahun terakhir.

Menurut Joni Martinus selaku Vice President Public Relations KAI, pasar transportasi hingga saat ini memang belum pulih.

Berbagai pembatasan yang diterapkan pemerintah juga masih berjalan dan berdampak buruk bagi bisnis perusahaan.

“Kondisi ini membuat sebagian besar penumpang masih ragu dan berhati-hati untuk melakukan angkutan kereta,” kata dia, Rabu (1/9/2021).

Meski begitu, Joni juga menyampaikan bahwa pada semester ini KAI juga mencatatkan capaian positif.

Dimana pihak perseroan mampu membukukan kinerja EBITDA sebesar Rp548 miliar, padahal tahun lalu nilai EBITDA PT KAI berada di level negatif Rp182 miliar.

Joni menyatakan, dengan kelanjutan program efisiensi diharpakan bisa menjadi pertahanan bagi kelangsungan perusahaan dan semakin kuat di masa pandemi.

Meski berupaya menekan angka kerugian, PT KAI juga tetap fokus pada penerapan protokol kesehatan secara ketat di semua lini usahanya.

Ini sebagai upaya meyakinkan masyarakat bahwa perjalanan kereta api akan tetap aman dari penularan virus corona.

“Kami baru membuka layanan first mile dan last mile bekerjasama dengan Blue Bird. Jadi penumpang tidak perlu repot-repot kalau mau ke stasiun,” jelas dia.

Di lini angkutan barang, perusahaan pelat merah ini juga tetap berupaya untuk mengoptimalkan subtitusi saat angkutan penumpang sedang mengalami penurunan.

Dalam hal ini, pihak perseroan menjalin berkoordinasi dengan seluruh pihak, dalam melakukan rekayasa pola operasi dan mencari mitra-mitra baru yang ingin mendapatkan layanan angkutan dari PT KAI. []

Continue Reading

Transportasi

Penumpang Kapal PELNI Naik 3,2 Persen di Semester I 2021

Published

on

Penumpang Kapal PELNI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penumpang Kapal PELNI mengalami peningkatan 3,2 persen selama periode Januari hingga Juni 2021.

Tercatat jumlah penumpang Kapal PELNI pada semester I 2021 mencapai 1.234.954 pelanggan, sementara pada periode yang sama di tahun 2020 sebanyak 1.195.938 pelanggan.

Hasil ini menunjukkan bahwa angkutan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) tetap naik maski kondisi pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Pihak perusahaan pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan seluruh penumpang Kapal PELNI.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI (Persero) O.M. Sodikin menjelaskan, jumlah pelanggan pada kapal penumpang mengalami penurunan sebesar 2,7 persen.

Yaitu dari 995.749 pelanggan pada semester I 2020 menjadi 968.498 pelanggan di tahun ini.

Namun penumpang kapal PELNI perintis justru meningkat hingga 33 persen, dari dari 200.189 menjadi 266.456 pelanggan.

Menurutnya, jumlah penumpang kapal penumpang terjadi karena dampak pembatasan mobilitas masyarakat.

Mulai dari peniadaan angkutan mudik, penerapan PSBB, pengetatan syarat transportasi laut hingga penerapan PPKM.

“Kami melakukan penyesuaian jumlah penumpang Kapal PELNI. Kita batasi maksimal 50 persen dari total kapasitas yang ada. Aturan ini kita terapkan agar para penumpang menjalankan protokol kesehatan selama pelayaran berlangsung,” kata Sodikin dalam keterangan resminya, Rabu (4/8/2021).

Kemudahan Bagi Penumpang Kapal PELNI

Sepanjang Januari-Juni 2021, ada lima rute kapal penumpang PELNI yang paling ramai pengguna.

Yaitu rute Belawan – Pulau Batam (18.428 penumpang), rute ParePare – Tarakan (17.826 penumpang), rute Pulau Batam – Belawan (14.341 penumpang), rute Makassar – BauBau (11.845 penumpang), dan Tarakan – ParePare (11.809 penumpang).

Untuk rute kapal perintis yaitu rute Tua Pejat – Teluk Bayur (4.411 penumpang) rute Kalianget – Masalembo (3.795 penumpang), Tanjung Wangi – Sapeken (3.630 penumpang), Banda – Amahai (3.485 penumpang), serta Masalembo – Kalianget (3.307 penumpang).

Untuk peningkatan kualitas layanan, PT PELNI tetap menjaga ketepatan waktu dalam kegiatan operasionalnya.

“Kita tetap upayakan tepat waktu dalam perjalanan kapal. Selama semester I tahun ini on time performance kapal penumpang PELNI mencapai 96,65 persen. Untuk kapal perintis PELNI sebesar 95,22 persen,” jelasnya.

Ia menyatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh penumpang Kapal PELNI dan menjaga ketepatan waktu di semua kegiatan operasional armada.

Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga memberikan berbagai kemudahan kepada penumpang kapal PELNI.

Salah satunya menghadirkan layanan mesin cetak boarding pass mandiri atau vending machine yang saat ini bisa digunakan di 10 pelabuhan.

Yaitu di Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Priok, Surabaya, Benoa Denpasar, Semarang, Balikpapan, Makassar, Ambon, Bitung, dan BauBau.

PT PELNI akan untuk menambah mesin cetak boarding pass mandiri di 10 pelabuhan lainnya selama sisa tahun 2021.

Targetnya di Pontianak, Pulau Batam, Tanjung Pinang, Sampit, Tanjung Balai Karimun, Tarakan, Nunukan, Pare-Pare, Kumai, dan Batulicin. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!