Pendirian Holding Ngaret, Menteri Rini: Pastikan Rampung dalam Waktu Dekat

by
Pendirian holding

Pendirian holding infrastruktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga saat ini belum ditemui kejelasan mengenai waktu pembentukannya. Bahkan, kegiatan satu ini dapat dipastikan mengalami keterlambatan dalam proses pendiriannya.

Sebelumnya, di tahun 2018 Kementerian BUMN menyebutkan ingin segera melakukan pendirian holding infrastruktur tersebut. Ditemui di kantornya, Menteri BUMN, Rini Soemarmo menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses atau tahap pembentukan holding.

Tidak hanya mengurus mengenai pendirian holding infrastruktur saja. Namun, perusahaan pelat merah satu ini juga tengah disibukkan dengan penyelesaian holding perumahan dan pengembangan kawasan. Masih menurut Rini, kegiatan holding memang masih dalam proses penyelesaian. Terutama pada holding infrastruktur yang akan selesai dalam waktu dekat.

Untuk mendukung kegiatan pendirian holding infrastruktur tersebut, pemerintah telah memiliki PP untuk bertindak sebagai payung hukum holding. Hanya saja masih menunggu presiden untuk menandatangani peraturan itu.

Pendirian Holding Infrastruktur BUMN

Seperti diketahui, bahwa pada pendirian holding BUMN bidang infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan. Tercatat nama PT Hutama Karya (Persero) akan bertindak sebagai induk holding. Di bawah induk holding, ada enam anak perusahaan yang akan mendukung kinerja perusahaan induk. Yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dua perusahaan lainnya adalah, PT Yodya Karya (Persero) serta PT Indra Karya (Persero).

Bintang Perbowo selaku Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) menyebutkan, bahwasanya saat ini legal opinion telah keluar dari Kejaksaan Agung. Hanya saja masih menunggu agar Peraturan Pemerintah tersebut disahkan, agar proses holding dapat dituntaskan dengan segera.

Sedangkan untuk pendirian holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan terdiri dari tujuh perusahaan. Bertindak sebagai induk holding adalah Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas). Adapun anak perusahaan di bawah induk holding adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Selain itu, PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero) juga akan bertindak sebagai anak holding. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *