Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Pendapatan Telkom Naik 6,11 Persen

Published

on

Pendapatan Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Telkom terus mengalami peningkatan pada kuartal III 2021 sebesar 6,11 persen secara tahunan (YoY).

Total pendapatan Telkom dari Januari-September tahun ini tercatat mencapai Rp106 triliun.

Naiknya pendapatan ini merupakan dampak dari komitmen dan konsistensi langkah transformasi perusahaan yang tetap fokus memberikalan layanan telekomunikasi digital terbaik.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, untuk laba bersih yang didapat di kuartal III juga naik 13,15 persen dari Rp16,68 triliun menjadi Rp18,87 triliun.

Adapun layanan fixed broadband IndiHome dan layanan Telkomsel menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perusahaan yang terus meningkat.

“Di segmen Mobile, Telkomsel berhasil meraup pendapatan Rp65,12 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 7,8 persen secara tahunan. jumlah tersebut memberi kontribusi 61,41 persen terhadap total pendapatan Telkom,” jelas Ririek Adriansyah, dalam keterangan resminya, Rabu (24/11/2021).

Dijelaskannya, pendapatan Telkomsel banyak disumbang oleh bisnis digital yang nilainya mencapai Rp50,5 triliun dan memberi kontribusi terhadap total pendapatan sebesar 77,5 persen per kuartal III tahun ini.

Peningkatan itu didukung oleh basis pelanggan Telkomsel yang tumbuh sebesar 2 persen dengan jumlah total mencapai 173,5 juta pelanggan di seluruh wilayah.

“Pengguna mobile data saat ini mencapai 120 juta pelanggan, dengan lalu lintas data Telkomsel meningkat 50 persen,” ungkapnya.

Infrastruktur Teknologi Dorong Pendapatan Telkom

Lebih lanjut, Ririek Adransyah mengungkapkan, kinerja Telkomsel yang melonjak juga berkat dukungan infrastruktur yang terus dibangun, yakni saat ini sudah dibangun sebanyak 132.293 Base Tranceiver Station (BTS) berbasis 4G.

Maka total BTS yang dimiliki perusahaan hingga September lalu sudah mencapai 245.710 unit, dengan persentasi hampir 80 persen di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Di sisi lain, pendapatan IndiHome dari segmen consumer juga melonjak hingga 21,9 persen menjadi Rp19,6 triliun dan berdampak pada EBITDA margin IndiHome yang juga naik menjadi 50 persen.

Pertumbuhan signifikan ini juga karena adanya penambahan pelanggan baru sebanyak 450 ribu atau naik 9,2 persen secara tahunan.

Sehingga total pelanggan IndiHome di bulan September lalu sudah mencapai 8,47 juta pelanggan, dan ARPU IndiHome juga naik dari Rp270 ribu menjadi Rp274 ribu.

Guna meningkatkan kualitas dan pengalaman digital pelanggan, pihak perusahaan terus melakukan pengayaan konten secara berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten global.

Beberapa yang sudah menjalin kerjasama di antaranya Viu, layanan video streaming beragam tayangan Asia dan Neptune TV, dan kanal dokumenter kehidupan laut dengan KKP.

Ririek menyebut, pihaknya juga mencatat kinerja yang kian membaik pada segmen Enterprise serta Wholesale dan International Business (WIB) yang masing-masing tumbuh 20,5 persen menjadi Rp13,8 triliun dan 2,6 persen yoy menjadi Rp 10,5 triliun. []

Teknologi & Komunikasi

Bisnis Sewa Tower Jadi “Mainan Baru” Anak Usaha Telkom!

Published

on

Bisnis Sewa Tower

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis sewa tower kini menjadi satu usaha baru yang ditawarkan oleh PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel.

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) ini membuka skema bisnis sewa tower (tower leasing) ini kepada seluruh operator telekomunikasi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Mitratel untuk menjadi perusahaan infrastruktur digital (digital infrastructure company) tertkemuka di Indonesia.

Dengan skema bisnis sewa tower ini, nantinya semua operator akan mendapat kemudahan dalam meningkatkan layanan telekomunikasi kepada masyarakat.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, operator telekomunikasi hanya perlu menentukan tower yang diinginkan untuk dipakai.

Selanjutnya Mitratel yang akan menyiapkan semua sarana penunjang di tower ini dan siap digunakan oleh mitra usaha.

“Jadi skema bisnis ini bisa menjadi solusi bagi pihak operator untuk memudahkan layanannya kepada masyarakat di seluruh daerah,” ujar Theodorus Ardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Pria yang akrab disapa Teddy menjelaskan, pihaknya telah mengakuisisi 6 ribu menara, sehingga kepemilikan menara Mitratel saat ini sudah lebih dari 34 ribu menara.

Jumlah menara Mitratel ini, kata Teddy menjadi yang terbesar di wilayah Asia Tenggara, dan siap dikerjasamakan dengan seluruh perusahaan operator komunikasi.

“Skema bisnis sewa tower ini tentu sangat besar dampaknya kepada operator telekomunikasi di Indonesia. Karena selama ini tower-tower itu kan hanya digunakan eksklusif oleh Telkomsel, sekarang semuanya bisa dimanfaatkan pihak operator, jadi ini bisnis yang sangat menarik,” ungkapnya.

Ia menambahkan pihaknya akan terus menawarkan kerjasama di bidang tower ecosystem yang atraktif dengan skema bundling dan total solution.

Selain itu, Mitratel juga akan meningkatkan tenancy ratio dan perluasan layanan pada bisnis pendukungnya guna menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan.

Teddy optimis Mitratel akan hadir sebagai Tower Provider pilihan utama pelanggan karena mampu memberikan nilai lebih dalam memajukan usaha para mitra sekaligus menjaga lingkungan di sekitar menara.

“Jadi kita bukan semata-mata hanya karena ketersediaan tower di setiap wilayah, tapi karena kita berupaya memberikan nilai tambah pada usaha pelanggan,” kata dia.

Menurutnya, dengan semakin luasnya titik tower Mitratel, maka jangkauan dari layanan operator yang menjadi pelanggan juga semakin baik dan akhirnya berdampak pada pertumbuhan perekonomian nasional.

Membaiknya konektifitas dan telekomunikasi, juga diyakini akan berdampak baik pada pengembangan usaha rintisan (startup) dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

metaNesia Telkom Segera Diluncurkan, Bisa Diakses Pakai Handphone dan PC!

Published

on

metaNesia Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – metaNesia Telkom dalam waktu dekat akan segera diluncurkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui payung Leap-Telkom Digital.

Hadirnya metaNesia Telkom diharapkan bisa dimanfaatkan berbagai kalangan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menegah.

Penggunaan metaNesia Telkom dipastikan dapat diakses dengan mudah, karena bisa menggunakan handphone atau PC tanpa harus pakai VR (virtual reality).

Nama metaNesia sendiri merupakan singkatan dari Metaverse Indonesia yang akan menawarkan berbagai pengalaman berbeda, tak hanya sekadar interaksi visual biasa.

Deputy Executive Vice President Digital Technology and Platform Business PT Telkom, Ery Punta Hendraswara mengatakan interaksi Metaverse memang biasanya menggunakan VR, tetapi bisa juga dengan AR (Augmented Reality).

Bahkan dengan cara yang lebih sederhana bisa pakai HP atau PC sama seperti main game. Di sini juga akan ada bentuk interaksi baru yang dimungkinkan dari metaverse ini,” kata Ery Punta Jumat (29/7/2022).

Menurutnya, akan banyak peluang baru yang tercipta dari kehadiran metaNesia, di antaranya bagi perusahaan mendapatkan konsumen baru yang selama ini tidak terjangkau.

Ery menyebut pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan, terutama minat masyarakat untuk mengakses layanan digital yang semakin meningkat.

Maka hadirnya Metaverse Indonesia diharapkan bisa menjadi peluang bagi para pelaku usaha kecil, tidak hanya mewadahi perusahaan berskala besar.

Selain layanan dan produk, metaNesia Telkom juga bisa membuka jenis-jenis pekerjaan baru yang sesuai dengan kemajuan zaman.

Untuk itu, PT Telkom sebagai BUMN berupaya menciptakan perangkat Metaverse sendiri untuk mendukung perekonomian virtual di Indonesia.

“Kita tentu tidak mau menjadi tamu di negeri sendiri, maka Telkom ingin mengajak agar kita anak bangsa bisa saling berkolaborasi. Telkom akan terbuka untuk connect dengan metaverse lain yang sudah ada, agar pertumbuhan metaverse di Indonesia bisa lebih cepat,” harapnya.

Berbagai ruang yang tersedia dalam metaNesia ini di antaranya konser virtual, plaza sebagai tempat orang untuk berbelanja, game, fotografi, dan berbagai hal lainnya.

Product Manager metaNesia, Andrew Tarigan menambahkan, peluncuran produk metaverse ini akan diselenggarakan pada event Digiland di Istora Senayan, Jakarta.

Jadwal launchingnya direncanakan pada 31 Juli 2022 yang dikemas dengan berbagai exhibition, entertainment, e-sport, pameran NFT dan fotografi, dan masih banyak suguhan menarik lainnya.

“Di acara launching kami akan menyediakan VR, VR-Driving, dan PC agar pengunjung bisa menonton konser virtual dari Pusakata dan Vidi Aldiano. Pengunjung juga bisa keliling di dunia metaverse, test drive, berkunjung ke galeri NFT, ikut turnamen e-Sport, dan masih banyak keseruan lainnya,” tandasnya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Bisnis Data Center Dikembangkan, Telkom Sudah Bangun HyperScale Kapasitas 3,5 MW

Published

on

Bisnis Data Center

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis data center saat ini menjadi lini usaha yang tengah digarap serius oleh Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan pelat merah ini bahkan berencana membangun HyperScale data center Telkom dengan kapasitas sekitar 75 MegaWatt (MW).

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono mengatakan, untuk HyperScale Data Center fase I saat sudah beroperasi dengan kapasitas 1,75 MW.

Ia memastikan pengembangan bisnis data center ini akan terus berjalan guna melengkapi berbagai lini usaha dari PT Telkom.

“Sampai sekarang masih terus kami lakukan pengembangan bisnis data center Telkom untuk fase pertama. Kami berharap proyek ini segera rampung dan HyperScale berkapasitas 3,5 MW bisa beroperasi,” kata Pujo Pramono, dikutip Kamis (14/7/2022).

Untuk diketahui, bisnis data center sedang menjadi incaran berbagai perusahaan besar seperti Sinar Mas dan Salim Grup.

Sinar Mas melalui anak usahanya MORA berencana melakukan IPO dengan target dana Rp1 triliun guna meningkatkan kapasitas data center miliknya.

Tak mau kalah, PT Telkom juga menganggarkan belanja modal hingga Rp40 triliun di tahun ini untuk peningkatan digital connectivity dan digital platform.

Telkom juga akan memanfaatkan belanja modal ini untuk digital services, penguatan kapasitas cloud dan pengembangan sarana prasarana untuk bisnis data center.

Pada kuartal I tahun 2022, total serapan belanja modal PT Telkom sudah hampir Rp6 triliun atau 16 persen dari Capex yang disediakan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah menjelaskan pengerjaan berbagai fasilitas data center ini adalah investasi perusahaan untuk masa depan.

Menurutnya, Telkom terus merencanakan pengembangan data center, termasuk merampungkan hyperscale yang ada di wilayah Cikarang.

“Upaya yang kita lakukan ini untuk menyiapkan berbagai mesin pertumbuhan ke depannya, dan tentu akan kita bangun di berbagai daerah lain. Sebagian dari laba usaha kami gunakan untuk kebutuhan ini, karena kita tahu semua itu membutuhkan investasi,” ungkapnya.

Terpisah, Cheril Tanuwijaya selaku Analis Jasa Utama Capital Sekuritas yakin kinerja Telkom tahun ini akan tumbuh positif seiring inovasi dan ekspansi yang berjalan.

Menurutnya, bisnis TLKM yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi akan memberikan prospek untuk pendapatan dan laba bersih.

Cheril Tanuwijaya memproyeksikan laba bersih Telkom di tahun ini bisa meningkat hingga 15 persen dan merekomendasikan investor untuk buy saham TKLM. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!