Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Pendapatan Telkom Naik di Semester I 2021, Capai Rp69,5 Triliun

Published

on

Pendapatan Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Telkom Indonesia (Persero) Tbk tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen secara tahunan (yoy).

Jumlah total pendapatan Telkom pada Semester I tahun 2021 mencapai Rp69,5 triliun dari berbagai sektor bisnis yang digarap.

Dengan naiknya pendapatan Telkom, maka berdampak juga pada besaran laba yang didapat.

Sepanjang Januari-Juni 2021, laba bersih yang diraih perusahaan pelat merah ini sebesar Rp12,5 triliun.

Laba bersih itu juga meningkat hingga 13,3 persen secara tahunan jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2020.

Keberhasilan pihak perseroan dalam meningkatkan pendapatan Telkom tak terlepas dari berbagai langkah strategis.

Ahmad Reza selaku SVP Corporate Communication PT Telkom, mengatakan, salah satu produk digital yang tumbuh positif adalah IndiHome.

Dari sektor penyedia jasa fixed broadband bagi masyarakat ini, pihaknya berhasil meraup pendapatan Telkom sebesar 24,2 persen yaitu Rp12,9 triliun.

“Artinya kontribusi IndiHome terhadap pendapatan Telkom Group turut naik menjadi 18,5 persen, dari sebelumnya 15,5 persen di tahun lalu,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/8).

Dijelaskannya, sejak awal tahun 2021, pelanggan IndiHome juga telah bertambah sebanyak 285 ribu atau naik 11,4 persen.

Sehingga total jumlah pelanggan IndiHome pada akhir kuartal II tahun ini sudah mencapai 8,3 juta orang.

“Pelanggan yang terus bertambah adalah hasil dari upaya pemasaran dan upgrade layanan dan kecepatan, serta paket yang bervariasi,” ungkap Ahmad.

Kontributor Lain Pendapatan Telkom

Pendaptan Telkom lainnya didapat dari layanan digital Telkomsel yang juga tumbuh 4,7 persen secara tahunan dengan total Rp33,36 triliun.

Adapun kontribusi pemasukan dari segmen ini terhadap total pendapatan Telkomsel juga naik dari 72,4 persen menjadi 77,3 persen.

Pertumbuhan ini, sambung dia, tidak terlepas dari tingginya jumlah pelanggan yang saat ini hampir menyentuh angka 170 juta orang.

Sementara Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menyatakan, pihaknya tetap berupaya melakukan transformasi digital secara konsisten.

Langkah yang dilakukan dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat di era new normal.

Ririek berharap, kehadiran layanan digital dari Telkom akan turut membantu berbagai kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

BUMN ini juga berhasil diraup pendapatan Rp8,7 triliun dari segmen Enterprise, yang nilainya naik 12 persen dibanding tahun lalu.

Dengan naiknya pendapatan Telkom di berbagai sektor usaha menjadi bukti dari strategi bertumbuh yang dijalankan perusahaan sudah tepat. []

Teknologi & Komunikasi

Pendapatan Telkom Naik 6,11 Persen

Published

on

Pendapatan Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Telkom terus mengalami peningkatan pada kuartal III 2021 sebesar 6,11 persen secara tahunan (YoY).

Total pendapatan Telkom dari Januari-September tahun ini tercatat mencapai Rp106 triliun.

Naiknya pendapatan ini merupakan dampak dari komitmen dan konsistensi langkah transformasi perusahaan yang tetap fokus memberikalan layanan telekomunikasi digital terbaik.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, untuk laba bersih yang didapat di kuartal III juga naik 13,15 persen dari Rp16,68 triliun menjadi Rp18,87 triliun.

Adapun layanan fixed broadband IndiHome dan layanan Telkomsel menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perusahaan yang terus meningkat.

“Di segmen Mobile, Telkomsel berhasil meraup pendapatan Rp65,12 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 7,8 persen secara tahunan. jumlah tersebut memberi kontribusi 61,41 persen terhadap total pendapatan Telkom,” jelas Ririek Adriansyah, dalam keterangan resminya, Rabu (24/11/2021).

Dijelaskannya, pendapatan Telkomsel banyak disumbang oleh bisnis digital yang nilainya mencapai Rp50,5 triliun dan memberi kontribusi terhadap total pendapatan sebesar 77,5 persen per kuartal III tahun ini.

Peningkatan itu didukung oleh basis pelanggan Telkomsel yang tumbuh sebesar 2 persen dengan jumlah total mencapai 173,5 juta pelanggan di seluruh wilayah.

“Pengguna mobile data saat ini mencapai 120 juta pelanggan, dengan lalu lintas data Telkomsel meningkat 50 persen,” ungkapnya.

Infrastruktur Teknologi Dorong Pendapatan Telkom

Lebih lanjut, Ririek Adransyah mengungkapkan, kinerja Telkomsel yang melonjak juga berkat dukungan infrastruktur yang terus dibangun, yakni saat ini sudah dibangun sebanyak 132.293 Base Tranceiver Station (BTS) berbasis 4G.

Maka total BTS yang dimiliki perusahaan hingga September lalu sudah mencapai 245.710 unit, dengan persentasi hampir 80 persen di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Di sisi lain, pendapatan IndiHome dari segmen consumer juga melonjak hingga 21,9 persen menjadi Rp19,6 triliun dan berdampak pada EBITDA margin IndiHome yang juga naik menjadi 50 persen.

Pertumbuhan signifikan ini juga karena adanya penambahan pelanggan baru sebanyak 450 ribu atau naik 9,2 persen secara tahunan.

Sehingga total pelanggan IndiHome di bulan September lalu sudah mencapai 8,47 juta pelanggan, dan ARPU IndiHome juga naik dari Rp270 ribu menjadi Rp274 ribu.

Guna meningkatkan kualitas dan pengalaman digital pelanggan, pihak perusahaan terus melakukan pengayaan konten secara berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten global.

Beberapa yang sudah menjalin kerjasama di antaranya Viu, layanan video streaming beragam tayangan Asia dan Neptune TV, dan kanal dokumenter kehidupan laut dengan KKP.

Ririek menyebut, pihaknya juga mencatat kinerja yang kian membaik pada segmen Enterprise serta Wholesale dan International Business (WIB) yang masing-masing tumbuh 20,5 persen menjadi Rp13,8 triliun dan 2,6 persen yoy menjadi Rp 10,5 triliun. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Saham Mitratel Dilepas ke Publik, Telkom Incar Dana Rp24 Triliun

Published

on

Saham Mitratel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham Mitratel atau PT Dayamitra Telekomunikasi dalam waktu dekat akan dilepas ke publik melalui initial public offering (IPO).

Dengan melepas saham mitratel, pihak perusahaan mengincar dana segar yang nilainya fantastis, mencapai Rp15 triliun hingga Rp24 triliun.

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini memang sebelumnya sudah menyiapkan langkah untuk IPO, lantas akan digunakan buat apa dana sebesar itu?

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Ardiansyah mengatakan, dana hasil IPO saham ini akan dimanfaatkan untuk membangun sejumlah tower telekomunikasi yang baru.

Dana segar hasil IPO juga akan digunakan untuk belanja modal (Capex) dan juga mengakuisisi tower dari perusahaan lain.

“Dana ini akan kita gunakan untuk membangun tower baru, untuk belanja modal dan menambah tower dengan mengakuisisi tower dari perusahaan yang lain,” jelasnya.

Adapun harga saham dari anak usaha Telkom ini akan ditawarkan di pasar modal nantinya berkisar Rp775 hingga Rp975 per saham.

Sementara jumlah saham yang dilepas maksimal 25,54 miliar saham dengan target dana maksimal di angka Rp24 triliun.

“Total dana yang diharapkan yaitu Rp15 hingga Rp24 triliun dan semuanya akan masuk kepada PT Dayamitra Telekomunikasi,” jelasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Rabu (10/11/2021).

Untuk tanggal efektif pernyataan pendaftaran IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu mulai 12 November 2021, sementara masa penawaran umum saham mulai 16-18 November 2021.

Selanjutnya penjatahan dan distribusi saham Mitratel mulai 18 hingga 19 November, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia tanggal 22 November.

Ririek memastikan aksi korporasi dengan pelepasan saham anak usaha ini akan membawa pengaruh positif pada kinerja perusahaan.

Terlebih modal yang masuk akan memperkuat modal bagi Telkom di bisnis tower telekomunikasi, sehingga dapat terus melakukan pengembangan.

Menurutnya, proses IPO saham Mitratel ini sudah dirancang sejak tahun lalu dengan berbagai persiapan, mulai dari sisi bisnis hingga perizinannya.

IPO ini juga sudah mendapat izin dari Kementerian terkait pada bulan Agustus lalu.

“Kita berharap langkah IPO ini akan berdampak positif pada valuasi dan harga saham Telkom. Ini juga tentunya akan memperkuat permodalan untuk kita mengembangkan bisnis lebih lanjut. Baik organik maupun anorganik,” kata Ririek. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Jaringan ICT Mandalika, Telkom Hadirkan Konektivitas Kelas Dunia!

Published

on

Jaringan ICT Mandalika

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jaringan ICT Mandalika resmi dihadirkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dengan kualitas koneksi kelas dunia.

Hadirlnya jaringan ITCV atau Information & Communication Technology (ICT) untuk mendukung penyelenggaraan event World Superbike dan MotoGP di Mandalika.

Untuk memastikan kesiapan infrastruktur jaringan tersebut, pihak Telkom telah melakukan uji coba jaringan atau rehearsal test di pada Rabu (3/11/2021).

Dalam uji jaringan ini, hadir Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Direktur Network IT Telkom Herlan Wijanarko, Direktur Pengembangan Bisnis ITDC Ema Widyastuti, Direktur ITDC Nusantara Utilitas, Hari Wibisono, Head of Hospitality Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Rully Habibie dan beberapa pejabat lainnya.

Direktur Network and IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko mengatakan, pihaknya terus mempersiapkan seluruh fasilitas dan layanan di Mandalika sebagai satu destinasi super prioritas di Indonesia.

Penyiapan ini dilakukan bersama ITDC Group untuk menyiapkan konektivitas, platform, dan layanan digital di kawasan tersebut yang akan mendukung pelaksanaan berbagai event besar negara.

“Kami memastikan infrastruktur dan layanan di Mandalika punya backup yang baik dan kondisinya terjamin prima. Uji jaringan ini kita gelar untuk memastikan bahwa infrastruktur yang sudah terpasang bekerja dengan baik, termasuk jalur transport regional serta yang lainnya,” kata dia.

Peran Vital Telkom dalam Jaringan ICT Mandalika

Sementara Direktur Pengembangan Bisnis ITDC, Ema Widyastuti mengatakan pengembangan kawasan ini jauh lebih cepat dari yang diharapkan.

Hal ini karena dukungan mitra yang sangat andal dan kerjasama yang solid dengan para mitra, salah satunya PT Telkom dalam menyiapkan jaringan ICT Mandalika.

“Pemerintah memberikan penugasan kepada kami untuk pengembangan kawasan Mandalika. Lokasi ini mencapai 3,5 kali lipat lebih luas dari luas Nusa Dua, tapi pengembangannya lebih cepat,” kata dia.

Ia menjelaskan, PT Telkom berperan membangun infrastruktur dan jaringan berteknologi tinggi tersebut untuk akomodasi dan fasilitas penunjang.

Menurutnya, pengembangan kasawan ini tidak hanya fokus pada pada sirkuit balap saja, tapi akan berlajut pada bidang akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kami berharap, kerjasama yang sangat baik ini tidak hanya untuk memajukan Mandalika. Tapi juga destinasi super prioritas berikutnya untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa dan negara,” tandasnya.

Diketahui, PT Telkom juga berperan sebagai pendukung UMKM serta ekosistem di sekitar kawasan tersebut.

Telkom juga memenuhi kebutuhan ICT di kawasan sebesar 7.22 Gbps yang disediakan di area Media, Accomodation, Security, International Airport, dan Venue (MASIV) dengan layanan meliputi View, Internet, dan Phone (VIP).

Telkom juga menyediakan Point of Sales bagi para pelaku usaha kecil menengah yang menyediakan makanan, minuman dan merchandise.

BUMN ini turut mendukung pengelolaan homestay di sekitar kawasan Mandalika dalam bentuk penyediaan platform dan booking apps yang dimiliki TelkomGroup seperti Padi UMKM, My Sooltan, Wonderin, dan Travel Aja. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!