Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Pendapatan Telkom Capai Rp72 Triliun di Semester I 2022

Published

on

Pendapatan Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Telkom secara konsolidasi mengalami peningkatan pada paruh pertama tahun 2022.

Total pendapatan Telkom sejak Januari hingga Juni (semester I) tahun ini mencapai Rp72 triliun, naik 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Heri Supriadi mengatakan, pihaknya tetap mampu menjaga pertumbuhan profitabilitas perusahaan meski terjadi banyak tantangan.

Menurut heri, dalam situasi pandemi banyak perusahaan yang mengalami penurunan laba yang cukup signifikan, namun pendapatan Telkom masih bisa terus digenjot.

Kenaikan pendapatan Telkom juga berpengaruh terhadap EBITDA alias Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi yaitu Rp39,4 triliun (naik 4,5 persen).

Sementara untuk laba bersih, perusahaan pelat merah ini masih bisa menghasilkan Rp13,3 triliun di semester I 2022 (naik 6,9 persen).

“Selain tantangan akibat pandemi, terjadi pula tantangan disrupsi teknologi, tapi TelkomGroup mampu menjaga mempertahankan profitabilitas,” kata Heri Supriadi dalam Public Expose 2022 secara daring di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Ia menjelaskan, pendapatan Telkom di periode ini didominasi IndiHome dan Telkomsel Digital Business, dnegan capaian masing-masing Rp13,8 triliun (naik 7,4 persen) dan Rp35,1 triliun (naik 5,2 persen).

Selain itu, Telkom Indonesia juga berhasil mengoptimalkan sisi operasional, pengembangan infrastruktur, platform, maupun layanan digital.

Saat ini jaringan serat optik milik Telkom sudah menjangkau 499 Ibukota Kabupaten dan Kota dengan total sepanjang 171.654 km.

Tersedia pula 2 satelit sebagai infrastruktur pendukung yang memiliki 36.787 menara telekomunikasi, 109 transponder, dan 255.107 BTS Telkomsel.

BUMN ini juga memiliki platform digital yaitu 27 fasilitas pusat data yang terdiri dari 5 pusat data luar negeri dan 22 domestik.

“Ini untuk mendukung berbagai aktivitas di setiap segmen masyarakat dan mendukung langkah transformasi untuk menjadikan Telkom sebeagai perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di dunia,” jelasnya.

Heri Supriadi mengatakan, Telkom akan tetap melihat potensi pasar dan peluang bisnis digital yang menjanjikan di masa depan.

Diprediksi bisnis digital akan terus melonjak hingga beberapa tahun ke depan, seperti enterprise ICT, dan layanan broadband yang kenaikannya bisa lebih dari 10 persen.

“Untuk itu kami tetap mengutamakan tiga pilar bisnis utama, yaitu investasi pada digital platform, pengembangan digital connectivity, dan pengembangan kapabilitas bisnis untuk menangkap peluang bisnis dan value creation,” tandasnya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Kolaborasi Antares dan Everynet Perkuat Ekosistem IoT di Indonesia

Published

on

Ekosistem IoT di Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Akselerasi revolusi industri 4.0 sebagai inisiatif dari pemerintah menjadi rencana strategis untuk mengembangkan berbagai potensi bangsa lewat pemanfaatan teknologi, terutama dengan memaksimalkan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT). PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui umbrella brand Leap-Telkom Digital (Leap) secara aktif turut berkontribusi mempercepat terwujudnya kemajuan tersebut salah satunya melalui kerja sama Antares dengan Everynet selaku perusahaan global sekaligus operator untuk menyediakan jaringan Long Range Wide Area Network (LoRaWAN).

Melalui kerja sama tersebut banyak perusahaan di Indonesia dapat menikmati manfaat IoT dari jaringan LoRaWAN nasional untuk berbagai kebutuhan. LoRaWAN juga berperan dalam membuka jaringan untuk area telekomunikasi nirkabel yang menyuguhkan komunikasi jarak jauh dan berdaya rendah.

Direktur Digital Bisnis Telkom Muhamad Fajrin Rasyid menjelaskan bahwa pemanfaatan IoT memberikan kemudahan proses konektivitas sebagai komponen utama yang membantu perangkat untuk terhubung ke jaringan yang ditentukan. Melalui IoT, koneksi bisa dilakukan dengan lebih cepat dan juga praktis tanpa menggunakan kabel. “IoT menggunakan teknologi cerdas yang memastikan koneksi jaringan dan perangkat berjalan dengan lancar. Tentunya ini membuat pekerjaan apapun menjadi mudah. Tanpa adanya sebuah hubungan jaringan konektivitas tersebut, IoT tidak akan bisa berfungsi dengan baik,” ujar Fajrin.

Sebagai penyedia solusi IoT end-to-end dengan biaya murah, kolaborasi Antares dan Everynet menghadirkan jaringan yang telah berkembang pesat. Hingga saat ini cakupan jaringannya sudah mencapai 219 kota yang mewakili 47% dari PDB negara dan akan terus diperluas untuk mencakup

tempat-tempat potensial baru. CEO Everynet Lawrence Latham menyampaikan, “Kemitraan antara Everynet dan Telkom terus menjadi hal yang sangat positif berkat peran sentral Telkom di pasar telekomunikasi Indonesia. Banyak perusahaan di Indonesia sudah menikmati manfaat jaringan LoRaWAN nasional sebagai koneksi yang andal, aman, hemat biaya, dan masa pakai baterai yang lama yang menghubungkan miliaran perangkat ke cloud”.

Selain itu, masifnya penggunaan jaringan IoT dapat menjadi inisiatif berkelanjutan. Menurut Latham, IoT dapat dimanfaatkan untuk sistem peringatan dini saat banjir dan deteksi dini kebakaran hutan yang diharapkan mampu membantu meminimalisir kerusakan dan melindungi lingkungan. “Kami berharap dapat memberikan solusi yang bermanfaat ke lebih banyak organisasi di seluruh Indonesia untuk mendorong transformasi digital dan keberlanjutan,” tegas Latham.

Ke depannya, pasar IoT di Indonesia diperkirakan masih akan semakin berkembang dan menjadi salah satu ekosistem yang sangat potensial di Indonesia. Untuk itu, Telkom berencana mengembangkan Center of Excellence untuk Research and Development IoT di Indonesia dan membuka kolaborasi guna memperkuat coverage, capability, serta capacity bersama.

Antares merupakan bagian dari Leap sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengakses https://leap.digitalbisa.id/.[]

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Transformasi Digital di Indonesia Butuhkan Banyak Talenta

Published

on

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pesatnya adopsi digital di Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang menyumbang kontribusi besar terhadap PDB nasional. Namun, transformasi digital Indonesia menghadapi tantangan kekurangan talenta/SDM digital.

Direktur Digital Bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Muhamad Fajrin Rasyid memaparkan, saat ini permintaan industri ICT terhadap talenta digital sangat tinggi melampaui dari talenta yang ada dan tersedia. “Indonesia saat ini kekurangan talenta digital yang mengancam pertumbuhan industri teknologi dengan prakiraan unrealized output senilai USD 21,8 miliar,” jelas Fajrin di hadapan 600 peserta Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022, di Nusa Dua, Kamis (22/9).

Mengutip Bank Dunia, Fajrin memaparkan, pertumbuhan pesat sektor teknologi sepanjang 2015 hingga tahun 2030 akan membuat Indonesia kekurangan 9 juta tenaga terlatih & semi terlatih di bidang teknologi.

Selain itu, setidaknya pada tahun 2018 sebanyak 1.000 perusahaan teknologi aktif mencari talenta digital. Angka perusahaan tersebut justru meningkat 5x lipat dari tahun 2017. Data Kementerian juga menunjukkan adanya kekurangan 600 ribu per tahunnya terhadap kebutuhan talenta teknologi.

Fajrin memaparkan, Telkom berkomitmen untuk mendukung pengembangan inovasi dan talenta digital Indonesia. Setidaknya ada tiga wadah inkubasi yang Telkom miliki untuk menampung dan mengembangkan ide inovasi dari internal maupun eksternal, seperti Tribe, Amoeba dan Indigo. Selanjutnya ide yang telah diinkubasi dan dikembangkan oleh startup, akan dibantu dalam

mengelola dana serta mendorong perusahan startup tersebut untuk menemukan investor melalui corporate modal ventura, MDI Ventures. Saat ini MDI memiliki Assets Under Management (AUM) sebesar USD 830 juta dan lebih dari 70 portofolio dimana tiga di antaranya menjadi unicorn dan 11 di antaranya sudah melewati tahap investment akhir (IPO dan M&A).

Menurut Fajrin, keberhasilan transformasi digital membutuhkan perubahan pola pikir yang radikal pada bisnis, digitisasi, dan para talenta. Keberhasilan transformasi digital juga membutuhkan prasyarat yakni fokus pada kebutuhan konsumen, jangan merasa terlalu nyaman dengan bisnis inti, jangan menolak terhadap perubahan, jangan terlalu lambat berinovasi, dan jangan takut dengan risiko.

Selain itu dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, andalkan rekomendasi staf internal apa yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan dalam operasional sehari-hari, masukan pelanggan dibutuhkan untuk customer experience, budaya agile startup menjadi kebutuhan, dan pastikan transformasi digital yang dilakukan tidak menggantikan tenaga kerja. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

Published

on

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara di kawasan ini. Oleh karena itu, untuk menangkap besarnya peluang tersebut, Telkom melakukan tiga strategi berupa penguatan infrastruktur konektivitas, membangun dan menjadikan Manado sebagai gerbang internet kedua, dan ekspansi data center di kawasan regional.

Dalam paparannya di hadapan 600 peserta konferensi internasional Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022, Direktur Wholesale & International Business Telkom Bogi Witjaksono menjelaskan, adopsi digital di Indonesia yang sangat luar biasa. Tercatat, total pengguna internet mencapai 204,7 juta atau 73,7% dari total populasi, kemudian ada 370,1 juta pengguna selular, dan 191,4 juta pengguna aktif media sosial. Selain itu, sebanyak 94,1% pengakses internet menggunakan telepon selular dan 40,2 juta pengakses content provider.

TelkomGroup, lanjut Bogi, melihat tren ke depan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia akan didorong oleh content providers dan hyperscale dan mereka membutuhkan akses bandwith internasional yang besar serta data center. Melihat hal ini, TelkomGroup sudah sedari awal mengembangkan dan membangun jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) alternatif. Tujuannya agar memindahkan beban akses jaringan dari wilayah Barat ke Timur Indonesia, selain untuk memitigasi jika ada gangguan jaringan gateway di wilayah Barat.

“Besarnya pengguna digital di Indonesia ini akan membuat penggerak traffic data akan berasal dari content providers. Belanja akan terus meningkat dan yang terpenting adalah bagaimana

menyeimbangkan pengalaman pengguna dengan belanja investasi,” jelas Bogi Witjaksono di
forum BATIC 2022, Nusa Dua, Rabu (21/9).

Selanjutnya adalah bagaimana membangun ekosistem digital dan mengembangkan para pelaku content providers nasional ke depannya. Sementara agar ada ketertarikan investasi dari penyedia content providers ke Indonesia, perlu ada netralitas, kemudian ada penyedia konektivitas, dan hyper scale data center.

Hal inilah yang sedang dan telah dilakukan oleh TelkomGroup, yakni membangun konektivitas yang seamless dan rendah latensi, menghubungkan ekosistem digital domestik ke global, dan memperkuat ASEAN sebagai hub strategis melalui sistem kabel laut yang melintasi seluruh sepuluh negara-negara ASEAN.

Telkom, lanjut Bogi Witjaksono, memperkuat infrastruktur konektivitas digtal agar bisa menjadi hub digital global, melalui pembangunan 171.654 km jaringan backbone fiber optic, 109 transponder satelit, 120 point of presence, 36.787 tower dan 255.107 unit BTS.

“Dengan dijadikannya Manado sebagai jaringan komunikasi gateway kedua dan hub kabel bawah laut, maka dapat menghubungkan Indonesia dengan global content providers, serta memperbaiki latensi dan kinerja kualitas jaringan ke Amerika Serikat dan Hong Kong sebesar 43%. Selain menyeimbangkan dan mendiversitaskan traffic dari wilayah Barat dan Timur Indonesia,” jelas Bogi.

Selain itu, inter gateway antara Batam-Manado dan inter-POP Jakarta-Surabaya akan memuat jaringan terkoneksi secara mulus serta akan menumbuhkembangkan secara pesat dan membuat konektivitas stabil melewai Ibukota Negara Nusantara yang memiliki rute yang berbeda dengan Manado dan Batam gateway.

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!