Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Pendapatan Jasa Marga Rp5,6 Triliun Pada Semester I 2021

Published

on

Pendapatan Jasa Marga

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Jasa Marga pada semester I tahun 2021 mengalami pergerakan positif.

Berdasarkan data perusahaan, pendapatan Jasa Marga mencapai Rp5,644 triliun, meningkat sebesar 29,95 persen jika dibandingkan pada semester I tahun lalu.

Dengan peningkatan pendapatan Jasa Marga, besaran laba bersih yang diraup juga melonjak drastis hingga 709 persen, yakni mencapai Rp855 miliar.

Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Reza Febriano mengatakan, pendapatan Jasa Marga periode Januari-Juni 2021 akan digunakan untuk penyelesaian sejumlah proyek jalan tol.

“Laba bersih mencapai Rp855 miliar, dan total pendapatan sebesar Rp5,644 triliun,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Rabu (28/07/2021).

Adapun sumber pendapatan Jasa Marga masih didominasi dari dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp5,23 triliun.

Nilai pendapatan meningkat sebanyak 33,86 persen seiring pengoperasian beberapa ruas jalan tol baru yang dikelola Jasa Marga.

Sementara kontribusi dari sektor usaha lainnya hanya sebesar Rp410 miliar, dan menurun sebesar 5,32 persen dari semester I 2020.

Untuk Ebitda perusahaan mencapai Rp3,6 triliun, tumbuh 40,76 persen atau sekitar Rp 1,05 triliun dibandingkan tahun lalu.

“Dalam menjalankan berbagai sektor usaha, kami tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga usaha perusahaan tetap jalan, dan kamiturut mencegah penularan Covid-19,” jelas Reza.

Untuk diketahui, pada awal bulan April 2021, dua jalan tol yang dikelola anak usaha Jasa Marga diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Keduanya adalah Jalan Tol Serpong-Cinere Seksi 1 Ruas Serpong-Pamulang sepanjang 6,5 kilometer dan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran sepanjang 14,19 kilometer.

“Dengan operasional itu saat ini kita memiliki total 1.214 kilometer jalan tol yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Adapun total panjang konsesi jalan tol di perusahaan pelat merah ini mencapai sepanjang 1.603 km yang tersebar di berbagai wilayah.

Namun di sisi lain, arus lalu lintas di jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengalami penurunan akibat penerapan PPKM Darurat.

Tercatat jumlah kendaraan menurun hingga 40 persen di empat Gerbang Tol (GT) utama, saat sejak 3 Juli hingga 20 Juli lalu.

Penurunan itu terdampak dari mobilitas masyarakat yang dibatasi dalam aturan PPKM Darurat.

Sehingga arus kendaraan yang melintas di ruas jalan tol milik Jasa Marga Group juga menurun drastis selama 18 hari di jalur yang berbatasan langsung dengan wilayah Jabotabek. []

Konstruksi & Properti

Utang Waskita Karya Rp21,9 Triliun Direstrukturisasi 7 Bank

Published

on

Utang Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang Waskita Karya akan direstrukturisasi oleh tujuh bank berbeda di tahun ini. Restrukturisasi utang Waskita Karya ini sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan para pihak terkait pada 25 Agustus 2021 lalu.

Dimana 7 bank dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan penandatanganan Akta Perjanjian Restrukturisasi Induk Nomor 40.

Adapun besaran utang Waskita Karya yang akan direstrukturisasi sebesar Rp21,9 triliun.

Jumlah itu mencapai 75 persen dari total utang Waskita Karya yang jumlahnya saat ini RP29,2 triliun.

Sementara tujuh bank yang terlibat dalam restrukturisasi yaitu Bank BUMN : Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank Syariah Indonesia.

Bank lainnya yaitu Bank BTPN, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, Banten Tbk, dan PT Bank DKI.

Ratna Ningrum selaku Senior VP Corporate Secretary Waskita Karya, mengatakan, perjanjian restrukturisasi utang Waskita Karya hanya dilaksanakan oleh Perseroan selaku induk perusahaan.

Pihak perseroan pun berharap dengan kesepakatan ini, akan memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan usaha dan kondisi keuangan WSKT ke depannya.

Adapun utang Waskita Karya yang direstrukturisasi terbagi atas dua tranches, yaitu fasilitas kredit dan fasilitas pembiayaan syariah.

Fasilitas kredit terbagi atas fasilitas kredit tranche A dan kredit tranche B dengan nilai masing-masing Rp13 trilliun.

Lalu, fasilitas pembiayaan syariah yaitu Tranche A Rp307,10 miliar; dan Tranche B Rp1,90 triliun.

Berikut jadwal jatuh tempo dari tiap fasilitas pembiayaan yang masuk dalam kesepakatan restrukturisasi:

Fasilitas kredit Tranche A jatuh tempo pada 31 Desember 2026, fasilitas kredit Tranche B1 dan B2 jatuh tempo pada 31 Desember 2026 dengan opsi perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2031.

Sebagai upaya untuk membayar utang Waskita Karya, pihak perseroan juga berencana akan menjual atau divestasi sejumlah ruas tol.

President Director Waskita, Destiawan Soewardjono mengatakan proses penjualan ruas tol masih dalam proses negosiasi.

Adapun total ruas jalan yang akan dijual Waskita di tahun ini mencapai 9 ruas yang tersebar di berbagai daerah, dan baru terealisasi 4 ruas.

Destiawan Soewardjono mengatakan, pihaknya menarget proses divestasi tol untuk menekan utang Waskita Karya dapat berjalan di triwulan III tahun ini.

“Kalau divestasi ini berjalan lancar, kami akan mendapatkan dananya sekitar Rp10 triliun dan terjadi debt deconsolidation kurang lebih Rp20 triliun. Hal itu akan dapat mengurangi beban perusahaan ke depan,” ujarnya beberapa waktu lalu. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kendaraan Listrik Mulai Ramai, Hutama Karya Bangun SPKLU di Tol Sumatera

Published

on

Kendaraan listrik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kendaraan listrik di Indonesia penggunaannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk itu, PT Hutama Karya turut ambil bagian dengan menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jalan Tol Trans Sumatera.

Pembangunan stasiun pengisian kendaraan berbasis listrik ini akan menggandeng PT PLN dengan mengusung sumber energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Stasiun pengisian di ruas tol yang dikelola Hutama Karya sebagai bentuk dukungan dari perseroan untuk percepatan transisi kendaraan listrik di tanah air.

Novias Nurendra selaku Direktur Operasi I PT HK menjelaskan, pada stasiun pengisian di ruas tol ini, Hutama Karya menawarkan potensi solar PV untuk mendukung sumber listrik utama.

“Kita siapkan stasiun pengisian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Jadi nanti akan ada beberapa lokasi di rest area tol Sumatera yang kita siapkan bersama PLN,” ungkapnya di sela Forum HK Expert Talk Keempat dalam keterangan pers diterima Senin (30/8/2021).

Selain itu, di beberapa lokasi akan dibangun PLTS di sekitar jalan tol guna mendukung sumber listrik stasiun pengisian.

“Ini merupakan langkah penting dalam memajukan infrastruktur energi dalam mendukung transisi kendaraan listrik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Novias juga menyampaikan terkait kebutuhan Indonesia akan pembangunan pembangkit sebesar 11 GW per tahun.

Hal itu dinilai perlu untuk mencapai target pembangkit listrik sebesar 445 GW pada tahun 2050 mendatang.

Target itu sudah diatur dalam Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional oleh Dewan Energi Nasional.

Maka pembangkit listrik yang dibangun juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga bagi kendaraan listrik.

“Langkah ini juga akan mendukung peningkatan pendapatan per kapita di Indonesia. Jadi kita membutuhkan pembangkit yang dapat memberikan harga listrik kompetitif. Sehingga di masa depan tidak perlu lagi ada subsidi yang memberatkan keuangan PLN,” ungkapnya.

Dukung Penuh Kendaraan Listrik

Terkait penggunaan kendaraan listrik, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan.

Salah satunya dengan Permenhub Nomor 65 tahun 2020, tentang Konversi sepeda motor yang menggunakan BBM menjadi motor listrik bertenaga baterai.

Pemerintah juga mengeluarkan PP Nomor 55 Tahun 2019 tentang penguasaan teknologi industri dan rancang bangun kendaraan listrik sebagai basis produksi dan ekspor ke depannya.

“Kebijakan ini diharapkan tak hanya berjalan di pusat, tapi juga hingga ke berbagai daerah. Kita targetkan operasionalnya akan dimulai pada angkutan massal perkotaan, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” ujarnya.

Kemenhub bahkan menargetkan, konversi kendaraan berlistrik ini sudah mencapai 90 persen pada tahun 2030 mendatang.

Director of Commerce and Customer Management PT PLN (Persero), Ir Bob Saril menambahkan sebaran stasiun pengisian kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat.

Dari hasil pembangunan PLN bersama pihak lainnya, total sebaran stasiun pengisian sudah mencapai 140 unit yang tersebar di berbagai daerah.

Di tahun ini, PLN menargetkan akan menambah 168 unit stasiun lagi dengan pembangkit listrik yang menggunakan renewable energy.

“Ini akan membawa optimisme bagi kita bahwa ke depan kebutuhan daya bagi kendaraan listrik di Indonesia akan terpenuhi,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Proyek LRT Jabodebek, Adhi Karya Kantongi Rp13,8 Triliun

Published

on

Proyek LRT

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek LRT atau Light Rail Transit yang menghubungkan wilayah Jakarta Bogor Depok Bekasi terus dikebut pengerjaannya.

Untuk memperlancar penggarapan proyek kereta ringan tersebut, pemerintah telah menggelontorkan pendanaan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) selaku kontraktor proyek LRT telah menerima dana sebesar Rp13,8 triliun.

Dana tersebut disalurkan pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I.

Yaitu untuk pengerjaan proyek dari bulan Juli-September 2020, sementara untuk penggerjaan di tahun 2021 belum dilakukan.

“Jadi totalnya menjadi Rp13,8 triliun, sementara yang baru diterima Rp520,5 miliar. Itu sudah termasuk PPN,” ujarnya Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Farid Budiyanto dalam keterangan resmi, Rabu (18/8/2021).

Dengan masuknya pembayaran ini, akan meningkatkan likuiditas dan memperkuat arus kas operasi perusahaan.

Dana tersebut juga akan mendukung penyelesaian pembangunan proyek LRT Jabodebek Fase I.

“Untuk progres pekerjaan proyek LRT setelah periode itu memang belum dibayar. Tapi kami akan terus melakukan upaya agar pembayaran proyek-proyek besar ini dipercepat. Sehingga tetap menjaga kondisi keuangan perusaahaan dalam keadaan baik,” ungkapnya.

Adapun progres pengerjaan proyek LRT hingga bulan Agustus 2021 telah mencapai 86,57 persen di tahap I.

Dimana saat ini U-Shaped Girder sudah terpasang secara keseluruhan, meski masing-masing lintas layanan yang telah rampung progresnya berbeda-beda.

Rinciannya, Lintas 3 Cawang menuju Bekasi Timur 91,58 persen dan Depo Bekasi Timur 51,97 persen.

Kemudian Lintas 2 Cawang menuju Kuningan hingga Dukuh Atas selesai 86,87 persen dan Lintas 1 Cawang menuju Cibubur 93,88 persen.

“Kami menargetkan proyek LRT sudah bisa digunakan tahun depan, yang akan mempermudah akses transportasi di wilayah setempat. Kita berharap akan tercipta suatu sistem ‘one stop living lifestyle’, karena kebutuhan transportasi dan akomodasi dalam satu kawasan sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Konsep one stop living lifestyle ini, sambung dia, didukung oleh keberadaan anak usaha ADHI, PT Adhi Commuter Properti.

PT Adhi Commuter Properti menciptakannya kawasan kawasan hunian yang terintegrasi atau TOD dengan berbagai stasiun LRT di wilayah Jabodebek. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!