Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Pendapatan Hakaaston Baru 48 Persen dari Target 2021

Published

on

Pendapatan Hakaaston

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Hakaaston atau PT Hutama Karya Aspal Beton pada semester I tahun 2021 baru mencapai 48 persen dari target perusahaan.

Pendapatan Hakaaston masih lambat karena faktor produksi yang juga mengalami perlambatan selama pembatasan sosial yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, serapan produksi perusahaan di lapangan juga belum berjalan maksimal karena banyaknya proyek yang terdampak refocusing.

Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Aspal Beton, Aditya Nur Rahadi, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, pada aspek pemasaran untuk proyek di daerah masih terkendala dengan mundurnya jadwal pengerjaan proyek.

Hal itu karena anggaran yang harusnya untuk pembangunan infrastruktur dialihkan menjadi anggaran penanganan Covid-19.

“Jadi untuk saat ini pendapatan Hakaaston memang baru mencapai 48 persen dari target pendapatan di tahun 2021. Ada perlambatan produksi akibat pembatasan sosial dan penetapan protokol kesehatan yang menyebabkan penurunan pendapatan Hakaaston,” jelas Aditya.

Meski begitu, pihaknya tetap optimis akan mampu memenuhi target pendapatan Hakaaston pada semester II tahun ini.

Sumber pendapatan Hakaaston yang terbesar ditargetkan berasal dari pengerjaan proyek Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS).

Dalam mega proyek JTTS, anak usaha Hutama Karya ini memiliki tujuh unit produksi, yaitu unit produksi Medan—Binjai, Binjai—Pangkalan Brandan, dan Tebing Tinggi.

Kemudian Junction Tebing Tinggi, Indrapura—Kisaran, Aceh—Sigli, dan Serbelawan.

Adapun nilai kontrak yang harus diselesaikan PT Hakaaston dari ketujuh unit produksi ini sekitar Rp655 miliar.

Nilai kontrak terbesar ada pada unit produksi Indrapura—Kisaran yakni Rp202,99 miliar, dan yang terendah ada di Medan—Binjai sebesar Rp16,08 miliar.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, realisasi kontrak paling tinggi pada proyek JTTS ada pada unit Medan—Binjai yang mencapai 96 persen.

Sementara untuk realisasi terendah ada pada unit produksi Aceh—Sigli yang baru menyentuh angka 22 persen.

“Saat ini kami masih fokus dalam menyelesaikan beberapa proyek tol Sumatera. Memang refocusing anggaran membuat proses produksi kami terhambat lantaran beberapa proyek kontrak yang harusnya dikerjakan pada tahun tunggal diubah jadi kontrak tahun jamak,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap penanganan Covid-19 dapat berjalan lancar, sehingga anggaran untuk proyek di daerah dapat tersalurkan.

“Dengan begitu, proyek infrastruktur dan kegiatan operasional dapat berjalan seperti semula. Itu akan mendukung target pendapatan Hakaaston bisa tercapai,” ucapnya. []

Konstruksi & Properti

Utang Waskita Karya Rp21,9 Triliun Direstrukturisasi 7 Bank

Published

on

Utang Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang Waskita Karya akan direstrukturisasi oleh tujuh bank berbeda di tahun ini. Restrukturisasi utang Waskita Karya ini sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan para pihak terkait pada 25 Agustus 2021 lalu.

Dimana 7 bank dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan penandatanganan Akta Perjanjian Restrukturisasi Induk Nomor 40.

Adapun besaran utang Waskita Karya yang akan direstrukturisasi sebesar Rp21,9 triliun.

Jumlah itu mencapai 75 persen dari total utang Waskita Karya yang jumlahnya saat ini RP29,2 triliun.

Sementara tujuh bank yang terlibat dalam restrukturisasi yaitu Bank BUMN : Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank Syariah Indonesia.

Bank lainnya yaitu Bank BTPN, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, Banten Tbk, dan PT Bank DKI.

Ratna Ningrum selaku Senior VP Corporate Secretary Waskita Karya, mengatakan, perjanjian restrukturisasi utang Waskita Karya hanya dilaksanakan oleh Perseroan selaku induk perusahaan.

Pihak perseroan pun berharap dengan kesepakatan ini, akan memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan usaha dan kondisi keuangan WSKT ke depannya.

Adapun utang Waskita Karya yang direstrukturisasi terbagi atas dua tranches, yaitu fasilitas kredit dan fasilitas pembiayaan syariah.

Fasilitas kredit terbagi atas fasilitas kredit tranche A dan kredit tranche B dengan nilai masing-masing Rp13 trilliun.

Lalu, fasilitas pembiayaan syariah yaitu Tranche A Rp307,10 miliar; dan Tranche B Rp1,90 triliun.

Berikut jadwal jatuh tempo dari tiap fasilitas pembiayaan yang masuk dalam kesepakatan restrukturisasi:

Fasilitas kredit Tranche A jatuh tempo pada 31 Desember 2026, fasilitas kredit Tranche B1 dan B2 jatuh tempo pada 31 Desember 2026 dengan opsi perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2031.

Sebagai upaya untuk membayar utang Waskita Karya, pihak perseroan juga berencana akan menjual atau divestasi sejumlah ruas tol.

President Director Waskita, Destiawan Soewardjono mengatakan proses penjualan ruas tol masih dalam proses negosiasi.

Adapun total ruas jalan yang akan dijual Waskita di tahun ini mencapai 9 ruas yang tersebar di berbagai daerah, dan baru terealisasi 4 ruas.

Destiawan Soewardjono mengatakan, pihaknya menarget proses divestasi tol untuk menekan utang Waskita Karya dapat berjalan di triwulan III tahun ini.

“Kalau divestasi ini berjalan lancar, kami akan mendapatkan dananya sekitar Rp10 triliun dan terjadi debt deconsolidation kurang lebih Rp20 triliun. Hal itu akan dapat mengurangi beban perusahaan ke depan,” ujarnya beberapa waktu lalu. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kendaraan Listrik Mulai Ramai, Hutama Karya Bangun SPKLU di Tol Sumatera

Published

on

Kendaraan listrik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kendaraan listrik di Indonesia penggunaannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk itu, PT Hutama Karya turut ambil bagian dengan menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jalan Tol Trans Sumatera.

Pembangunan stasiun pengisian kendaraan berbasis listrik ini akan menggandeng PT PLN dengan mengusung sumber energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Stasiun pengisian di ruas tol yang dikelola Hutama Karya sebagai bentuk dukungan dari perseroan untuk percepatan transisi kendaraan listrik di tanah air.

Novias Nurendra selaku Direktur Operasi I PT HK menjelaskan, pada stasiun pengisian di ruas tol ini, Hutama Karya menawarkan potensi solar PV untuk mendukung sumber listrik utama.

“Kita siapkan stasiun pengisian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Jadi nanti akan ada beberapa lokasi di rest area tol Sumatera yang kita siapkan bersama PLN,” ungkapnya di sela Forum HK Expert Talk Keempat dalam keterangan pers diterima Senin (30/8/2021).

Selain itu, di beberapa lokasi akan dibangun PLTS di sekitar jalan tol guna mendukung sumber listrik stasiun pengisian.

“Ini merupakan langkah penting dalam memajukan infrastruktur energi dalam mendukung transisi kendaraan listrik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Novias juga menyampaikan terkait kebutuhan Indonesia akan pembangunan pembangkit sebesar 11 GW per tahun.

Hal itu dinilai perlu untuk mencapai target pembangkit listrik sebesar 445 GW pada tahun 2050 mendatang.

Target itu sudah diatur dalam Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional oleh Dewan Energi Nasional.

Maka pembangkit listrik yang dibangun juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga bagi kendaraan listrik.

“Langkah ini juga akan mendukung peningkatan pendapatan per kapita di Indonesia. Jadi kita membutuhkan pembangkit yang dapat memberikan harga listrik kompetitif. Sehingga di masa depan tidak perlu lagi ada subsidi yang memberatkan keuangan PLN,” ungkapnya.

Dukung Penuh Kendaraan Listrik

Terkait penggunaan kendaraan listrik, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan.

Salah satunya dengan Permenhub Nomor 65 tahun 2020, tentang Konversi sepeda motor yang menggunakan BBM menjadi motor listrik bertenaga baterai.

Pemerintah juga mengeluarkan PP Nomor 55 Tahun 2019 tentang penguasaan teknologi industri dan rancang bangun kendaraan listrik sebagai basis produksi dan ekspor ke depannya.

“Kebijakan ini diharapkan tak hanya berjalan di pusat, tapi juga hingga ke berbagai daerah. Kita targetkan operasionalnya akan dimulai pada angkutan massal perkotaan, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” ujarnya.

Kemenhub bahkan menargetkan, konversi kendaraan berlistrik ini sudah mencapai 90 persen pada tahun 2030 mendatang.

Director of Commerce and Customer Management PT PLN (Persero), Ir Bob Saril menambahkan sebaran stasiun pengisian kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat.

Dari hasil pembangunan PLN bersama pihak lainnya, total sebaran stasiun pengisian sudah mencapai 140 unit yang tersebar di berbagai daerah.

Di tahun ini, PLN menargetkan akan menambah 168 unit stasiun lagi dengan pembangkit listrik yang menggunakan renewable energy.

“Ini akan membawa optimisme bagi kita bahwa ke depan kebutuhan daya bagi kendaraan listrik di Indonesia akan terpenuhi,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Proyek LRT Jabodebek, Adhi Karya Kantongi Rp13,8 Triliun

Published

on

Proyek LRT

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek LRT atau Light Rail Transit yang menghubungkan wilayah Jakarta Bogor Depok Bekasi terus dikebut pengerjaannya.

Untuk memperlancar penggarapan proyek kereta ringan tersebut, pemerintah telah menggelontorkan pendanaan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) selaku kontraktor proyek LRT telah menerima dana sebesar Rp13,8 triliun.

Dana tersebut disalurkan pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I.

Yaitu untuk pengerjaan proyek dari bulan Juli-September 2020, sementara untuk penggerjaan di tahun 2021 belum dilakukan.

“Jadi totalnya menjadi Rp13,8 triliun, sementara yang baru diterima Rp520,5 miliar. Itu sudah termasuk PPN,” ujarnya Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Farid Budiyanto dalam keterangan resmi, Rabu (18/8/2021).

Dengan masuknya pembayaran ini, akan meningkatkan likuiditas dan memperkuat arus kas operasi perusahaan.

Dana tersebut juga akan mendukung penyelesaian pembangunan proyek LRT Jabodebek Fase I.

“Untuk progres pekerjaan proyek LRT setelah periode itu memang belum dibayar. Tapi kami akan terus melakukan upaya agar pembayaran proyek-proyek besar ini dipercepat. Sehingga tetap menjaga kondisi keuangan perusaahaan dalam keadaan baik,” ungkapnya.

Adapun progres pengerjaan proyek LRT hingga bulan Agustus 2021 telah mencapai 86,57 persen di tahap I.

Dimana saat ini U-Shaped Girder sudah terpasang secara keseluruhan, meski masing-masing lintas layanan yang telah rampung progresnya berbeda-beda.

Rinciannya, Lintas 3 Cawang menuju Bekasi Timur 91,58 persen dan Depo Bekasi Timur 51,97 persen.

Kemudian Lintas 2 Cawang menuju Kuningan hingga Dukuh Atas selesai 86,87 persen dan Lintas 1 Cawang menuju Cibubur 93,88 persen.

“Kami menargetkan proyek LRT sudah bisa digunakan tahun depan, yang akan mempermudah akses transportasi di wilayah setempat. Kita berharap akan tercipta suatu sistem ‘one stop living lifestyle’, karena kebutuhan transportasi dan akomodasi dalam satu kawasan sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Konsep one stop living lifestyle ini, sambung dia, didukung oleh keberadaan anak usaha ADHI, PT Adhi Commuter Properti.

PT Adhi Commuter Properti menciptakannya kawasan kawasan hunian yang terintegrasi atau TOD dengan berbagai stasiun LRT di wilayah Jabodebek. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!