Pemilihan Direktur Utama PLN Wajib Punya Leadership Kuat

by
Pemilihan Direktur Utama PLN

Pemilihan Direktur Utama PLN, masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Seperti diketahui, direktur sebelumnya Sofyan Basir dinyatakan mundur setelah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka pada kasus suap PLTU Riau 1.

Menurut Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, pemilihan Direktur Utama PLN berlangsung selektif. Hal ini dikarenakan PLN dikategorikan sebagai sebuah perusahaan besar dan memiliki jumlah aset yang banyak. Itu sebabnya menurut Imam, perlu kehati-hatian tinggi dalam memilih penggantinya.

Masih menurut Imam Apriyanto Putro, Kementerian BUMN akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat ini bertujuan untuk menetapkan standar atau kualifikasi yang dicari ketika melakukan pemilihan direktur utama PLN.

Ada beberapa calon yang diajukan sebagai pengganti, baik dari internal PLN sendiri maupun dari pihak eksternal. Adapun proses seleksi didasarkan pada assessment center, uji kelayakan, dan kepatutan, serta melalui tes independen.

Pemilihan Direktur Utama PLN Harus Kapabilitas

Imam Apriyanto Putro menyebutkan bahwa, di dalam jajaran direksi PLN saat ini ada banyak calon yang memiliki kapabilitas mumpuni. Pemilihan Direktur Utama PLN tentu saja harus memiliki dasar leadership yang bagus.

Djoko Raharjo Abumanan, saat ini telah ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) direktur utama terhitung dari 29 Mei 2019. Sebelumnya Plt direktur utama dipegang oleh Muhammad Ali—Direktur Human Capital Management—yang menjabat selama 30 hari.

Ali menyebutkan bahwa, Djoko Abumanan memangku jabatan sebagai PLT sekaligus merangkap Direktur Pengadaan Strategis Dua. Pemilihan Direktur Utama PLN ini sebelumnya menetapkan masa akhir jabatan Ali pada tanggal 23 Mei lalu.

Vice President Public Relations PLN, Dwi Suryo Abdullah menjabarkan posisi dirut pelaksana harian adalah Amir Rosidin dan Syofyi Felienty Roekman. Sebelumnya, Amir adalah Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah. Sementara Syofyi sendiri merupakan Direktur Perencanaan Korporat.

Dengan dilakukannya Pemilihan Direktur Utama PLN, RUPS juga menyatakan adanya pergeseran jabatan direktur. Jika sebelumnya Iwan Santoso menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis Dua.

Maka, RUPS menetapkan Iwan sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Nusa Tenggara. Rapat ini juga menetapkan penambahan jabatan, yakni Sripeni Inten Cahyani sebagai Direktur Utama Indonesia Power. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *