Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Pembubaran BUMN Diteken Presiden Jokowi, Fokus Bentuk Holding

Published

on

Pembubaran BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pembubaran BUMN untuk langkah efisiensi dan transformasi terus berjalan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini Presiden Jokowi secara resmi melakukan pembubaran BUMN untuk digabung ke perusahaan yang inti usahanya sama.

Pembubaran BUMN ini dilakukan terhadap PT Bhanda Ghara Reksa, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertani, dan PT Perikanan Nusantara atau Perinus.

Informasi pembubaran BUMN ini disampaikan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia melalui laman remsinya jdih.setkab.go.id, pada Senin (20/9/2021).

Diketahui, pembubaran BUMN yang bergerak di sektor pangan ini merupakan langkah menuju pembentukan Holding BUMN Pangan.

Dalam Holding ini, ada beberapa perusahaan yang dilebur agar kinerjanya lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih baik dalam melayani sektor pangan.

Holding yang dibentuk akan dioptimalkan dari hulu ke hilir, mulai dari proses tanam/panen, produksi, distribusi hingga penjualan langsung ke masyarakat.

Adapun PT PT Bhanda Ghara Reksa tau BGR Logistics dimerger dengan PT PPI atau Perusahaan Perdagangan Indonesia, diatur dalam PP Nomor 97 tahun 2021.

Perusahaan pelat merah ini akan fokus menggarap distribusi dan perdagangan komoditas pangan hingga ke berbagai daerah.

Dalam PP tersebut, dijelaskan, bahwa pembubaran BUMN dan merger ini guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penetrasi bisnis jaringan distribusi dan perdagangan.

“Merger ini juga akan mendukung ketersediaan dan keterjangkauan termasuk bahan pangan,” bunyi PP yang diteken Presiden pada 15 September 2021.

Selanjutnya, PT BGR secara resmi dinyatakan bubar tanpa likuidasi, karena semua hak, kewajiban dan aset perusahaan secara otomatis beralih kepada PT PPI.

Adapun besaran nilai kekayaan PT BGR Logistics telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan usulan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Pembubaran BUMN yang kedua yaitu PT Pertani yang akan dilebur dalam PT Sang Hyang Seri dan diatur dalam PP Nomor 98 Tahun 2021.

Peleburan dua perusahaan pelat merah ini juga disebutkan sebagai upaya untuk mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas, mutu benih dan bahan pangan di dalam negeri.

Sehingga pembubaran BUMN PT Pertani juga sama, yakni tanpa likuidasi karena semua hak, kewajiban dan aset perusahaan akan dialihkan kepada PT Sang Hyang Seri.

Selanjutnya, PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus yang juga bergerak di sektor pangan perikanan juga dilebur ke PT Perindo.

Dalam penggabungan dua perusahaan perikanan ini, sebelumnya Presiden Jokowi juga telah mengubah badan hukum Perindo yang sebelumnya Perum menjadi Perseroan Terbatas.

Pembubaran BUMN Demi Efisiensi

Terkait pembubaran BUMN, sebelumnya Erick Thohir sudah menegaskan bahwa langkah efisiensi ini akan terus dilakukan.

Sebab keberadaan BUMN harus mampu memberikan pemasukan yang optimal bagi negara, baik dari pajak, dividen maupun non pajak.

Menurutnya, selama ini jumlah BUMN di Indonesia sangat besar, namun yang punya kontribusi dalam setoran dividen sangat minim.

Artinya kebanyakan perusahaan pelat merah justru jadi beban bagi APBN sehingga perlu dilakukan pengurangan.

Namun langkah yang dilakukan bukan hanya sekedar pembubaran BUMN, melainkan dengan cara merger dan membentuk Holding sesuai inti bisnis.

“Klasterisasi sesuai bisnis agar kontribusinya juga semaking meningkat. Selama ini hanya beberapa perusahaan saja yang dividennya besar. Jadi buat apa punya banyak? lebih baik sedikit tapi kontribusinya besar,” katanya.

Selain itu, pembentukan holding tidak hanya dapat meningkatkan kinerja BUMN saja, tapi juga kualitas, daya saing, mengurangi rantai pasok hingga menekan biaya logistik. []

HIGHLIGHT BUMN

Laba BUMN Tahun 2021 Capai Rp26 Triliun!

Published

on

Laba BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba BUMN pada periode Januari hingga Juni 2021 meningkat drastis hingga mencapai Rp26 triliun.

Capaian laba BUMN ini terbilang fantastis di tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, laba BUMN secara keseluruhan sepanjang tahun 2020 hanya Rp13 triliun.

Sementara saat ini baru setengah tahun berjalan, laba BUMN tercatat sudah dua kali lipat lebih besar.

“Alhamdulillah semester I tahun ini laba BUMN sudah Rp 26 triliun, yang artinya jika dibandingkan laba sepanjang tahun lalu dengan satu di tahun ini naik 100 persen,” kata Erick di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (20/10/2021).

Erick Thohir mengatakan, di awal pandemi Covid-19, hampir 90 persen bisnis perusahaan pelat merah terdampak.

Maka ia meminta agar seluruh jajaran BUMN melakukan efisiensi operasional, dan langkah itu pun berhasil.

Erick menyebut, meski terdampak, sejumlah BUMN tetap menghasilkan laba bersih, khususnya dan memberikan kontribusinya untuk negara sebesar Rp377 triliun dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, pandemi bukan alasan bagi BUMN untuk sekadar ‘bertahan hidup’, tapi harus melakukan pembenahan untuk bangkit dan merebut pasar guna meningkatkan laba BUMN.

“Justru di masa pandemi itu waktunya BUMN memperbaiki diri dan bangkit. Maka kalau ada yang kurang baik diperbaiki untuk meningkatkan daya saing. Indonesia ini banyak pasar dan sumber daya alamnya, maka BUMN jika tidak bertransformasi, peluang itu tidak akan bermanfaat,” tegas dia.

Transformasi Dorong Pedapatan Laba BUMN

Adapun kegiatan Erick Thohir di UIN SMH Banten dalam rangka kerja sama program pengembangan penelitian dan magang.

Kerja sama dengan perguruan tinggi di Banten ini merupakan kali kedua bagi Kementerian BUMN, dimana sebelumnya dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menyampaikan bahwa kolabobari BUMN dengan universitas guna mendorong pengembangan penelitian.

Sehingga, kehadiran BUMN bisa mendorong para mahasiswa menciptakan berbagai temuan dan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

“Saya mendorong kerja sama ini agar temuan anak bangsa nantinya punya market. Apakah itu alat kesehatan, obat-obatan. Apalagi BUMN punya grup rumah sakit yang bisa kita jadikan sistem yang bisa disinergikan,” jelasnya.

Mantan Bos Inter Milan ini pun berbagai cerita tentang transformasi BUMN di berbagai sektor yang terus digenjot, termasuk peningkatan kualitas SDMnya.

Ia berharap kerjasama ini akan menjadi satu titik temu antara lembaga pendidikan dengan sektor industri yang nantinya dapat mencetak SDM yang siap terjun dan berdaya saing.

Erick pun mengajak para rektor untuk melakukan pemetaan dalam menciptakan lapangan kerja bagi para lulusan universitas agar siap kerja.

“Ayo kita sama-sama buat roadmap lapangan kerja, karena tidak mungkin kita meluluskan mahasiswa tapi tidak tersedia lapangan kerja. Suka atau tidak suka era digital mengurangi jenis pekerjaan lama,” tegasnya. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Penutupan BUMN Sakit! Ketua DPR RI: “Jadi Beban Negara!”

Published

on

Penutupan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penutupan BUMN sakit yang selama ini jadi beban keuangan negara mendapat dukungan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani.

Puan mendukung langkah tegas Presiden Joko Widodo yang akan melakukan penutupan BUMN sakit yang selama ini sudah tidak beroperasi tapi badan usahanya masih ada.

Puan menyatakan, banyak perusahaan pelat merah yang sudah digelontorkan dana besar melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN.

Namun sejumlah BUMN yang dimaksud tetap saja kesulitan untuk mendapatkan pemasukan bagi negara atau cuma sekadar bertahan hidup.

Maka perusahaan yang kondisinya sudah tak layak untuk diperjuangkan atau disembuhkan, maka jalan terbaik adalah penutupan BUMN sakit.

“Kalau BUMN-BUMN ini sudah tak mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan cenderung menghabiskan uang rakyat, lebih baik ditutup. Karena BUM seperti itu hanya menjadi beban negara,” kata Puan, Selasa (19/10/2021).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, modal negara yang disalurkan kepada perusahaan pelat merah akan sia-sia jika BUMN itu sudah tidak bisa memperbaiki kondisinya.

Untuk itu, Puan mendukung langkah penutupan BUMN sakit dan menghentikan penyaluran modal negara kepada perusahaan tersebut.

Ia pun menegaskan, BUMN yang tak bisa berbenah bisa terjadi karena buruknya tata kelola perusahaan dan tingkat profesionalisme para jajarannya yang sangat rendah.

“Tujuan negara mendirikan perusahaan BUMN yaitu agar bisa memberi manfaat bagi warga masyarakat dan negara. Jika tujuan itu tak bisa tercapai, maka percuma dukungan yang diberikan pemerintah,” ungkapnya.

Maka ia meminta kepada pemerintah agar setiap suntikan modal yang disalurkan akan tepat guna, dan memberikan dampak positif.

Jangan sampai perusahaan negara justru tak berupaya melakukan pembenahan karena terlena terus-terusan mendapat kemudahan modal.

“Modal yang diberikan itu seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Bukan malah lenyap begitu saja karena pengelolaan BUMN yang buruk,” tandasnya.

Penutupan BUMN Banjir Dukungan

Puan bahkan menduga adanya permainan di tubuh BUMN menjadi penyebab banyaknya perusahaan pelat merah yang justru merugi dan jadi beban APBN.

Maka ia pemerintah harus menuntaskan persoalan itu hingga ke akarnya, termasuk melakukan penutupan BUMN sakit yang sudah tak bisa disehatkan.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan menyatakan, persoalan utama BUMN sakit ini ada di sistem manajemen pengelolaannya, sehingga tiap tahun bukannya untung tapi malah buntung.

Ia pun mempertanyakan sikap Pemerintah yang selama ini terus memanjakan BUMN jika kondisi keuangannya mengalami kesulitan.

Yang menjadi masalah, saat suntikan dana yang digelontorkan sangat besar, tetapi tidak menyelesaikan persoalan BUMN tersebut. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

BUMN Pangan Harus Bertransformasi, Erick Thohir: “Yang Tidak Ikut Saya Bongkar”

Published

on

BUMN pangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN pangan diminta secara tegas untuk terus melakukan transformasi di berbagai lini bisnisnya.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir dalam acara Grand Launching Produk Pangan dan Non-pangan secara virtual, Selasa, 19 Oktober 2021.

Erick menegaskan, bahwa dirinya tidak akan segan-segan merobak jajaran komisaris maupun direksi  jika tidak mengikuti arahan tersebut.

Menurutnya, BUMN yang sulit bertransformasi akan sulit bersaing di era global saat ini, maka para petingginya perlu diganti dengan yang mampu.

“Yang tidak ikut bertransformasi, pastinya akan saya ganti. Ini sudah saya lakukan di banyak BUMN, bukan kaleng-kaleng ngomongnya,” tegas Erick Thohir.

Erick menyebutkan, Kementerian BUMN terus memantau perkembangan BUMN pangan dalam satu tahun ke depan.

Kementerian BUMN juga terus mendorong perampingan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pangan dengan membentuk Holding BUMN sektor Pangan agar kinerjanya lebih fokus dan efektif.

Namun jika dari hasil pemantauan ini ternyata BUMN Pangan yang dimaksud belum ada kemajuan kinerja, maka dipastikan akan berlaku perombakan jajaran direksi dan komisaris.

“Pergantian pemimpin di BUMN Pangan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas Sumber Daya Manusia. Jadi transformasi yang kita maksud tak hanya dalam skema bisnis atau jenis usahanya saja, tapi juga kualitas SDMnya,” tegas Erick.

Erick bercerita telah mengajak 20 BUMN bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas transformasi perusahaan pelat merah.

20 BUMN itu terdiri dari 17 perusahaan induk dan tiga anak usaha, dan sekitar 30 sampai 40 persen jajaran pemimpinnya adalah pemimpin dari era Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno.

Dari hasil pertemuan itu, Pemerintah menyatakan akan menggabungkan sembilan BUMN pangan menjadi satu Holding.

Kesembilan BUMN itu adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Bhanda Ghara Reksa, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Perikanan Indonesia, PT Perikanan Nusantara, PT Berdikari, PT Garam dan PT RNI sebagai induk Holding.

Presiden Setujui BUMN Pangan

Adapun, Penggabungan BUMN Pangan ini sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo dengan meneken Peraturan Pemerintah yang diharapkan prosesnya rampung pada akhir tahun ini.

Selain penggabungan BUMN Pangan, pemerintah juga telah membentuk Badan Pangan Nasional (BPN).

Sinergi antara BUMN Pangan dengan BPN ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan Nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

Erick Thohir meyakini kekuatan pangan nasional tidak saja diperkuat melalui regulasi, tapi juga pada aspek sinergisitas dan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Sekarang Badan Pangan Nasional sudah dibentuk. Kalau kita semua mau serius, kualitas pangan kita akan luar biasa. Allah SWT sudah memberikan sumber daya alam kita yang luar biasa, market yang besar, apalagi kalau sinerginy kita bangun, dan mendapat dukungan dari pihak swasta,” ujar Erick. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!