Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Pembiayaan Rumah Rendah Emisi! Bank BTN Kolaborasi Gandeng AFD Prancis

MediaBUMN

Published

on

Pembiayaan Rumah Rendah Emisi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau Bank BTN dan Agence Française de Développement (AFD), sebuah lembaga keuangan Prancis, telah sepakat berkolaborasi dalam pengembangan sektor perumahan rendah emisi dan terjangkau di Indonesia.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak yang diwakili oleh Direktur Finance, Planning and Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu dan AFD Country Director Emmanuel Baudran pada akhir November 2020 lalu.

“Bank BTN sedang melakukan penjajakan untuk memperoleh pembiayaan jangka panjang di bidang properti khususnya green financing. Aktivitas ini merupakan inisiatif strategis Bank BTN dalam rangka mendukung visi sebagai Best Mortgage Bank di wilayah Asia Tenggara tahun 2025 yang rencana realisasinya diharapkan dapat dilakukan di tahun 2021,” ucap Nixon L.P. Napitupulu dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Perjanjian ini merupakan rencana kerja sama kedua institusi dalam mengembangkan proyek terutama terkait dengan penanganan perubahan iklim.

Dalam rencana tersebut, kedua institusi akan mempelajari penggunaan konsep Perumahan Smart City guna memberikan nilai tambah pada kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan.

“Bank BTN ingin berkontribusi pada pembiayaan properti ramah lingkungan yang masih terjangkau untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini juga diharapkan dapat mengurangi backlog perumahan di Indonesia,” jelas Nixon.

“Bank BTN juga ingin mendukung upaya pemerintah khususnya Kebijakan Energi Nasional di mana pemerintah menetapkan untuk mengurangi intensitas energi sebesar 1% per tahun hingga tahun 2025 dan mencapai penghematan energi final sebesar 17% pada tahun 2025,” lanjutnya.

Green Financing di Indonesia didefinisikan sebagai dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Disamping itu, Bank BTN juga mendukung green economy guna meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan.

Bank BTN berharap dapat mengkonkritkan MoU tersebut menjadi sebuah perjanjian kerja sama dengan perkiraan penandatangan perjanjian pada tahun 2021.

AFD dan Bank BTN telah berdiskusi mengenai struktur pinjaman, proyek properti yang akan dibiayai melalui funding dari AFD, dan potensi pembiayaan sampai dengan €100 juta.

Pembiayaan dari AFD akan digunakan oleh Bank BTN untuk membiayai proyek perumahan dengan konsep green financing di Indonesia namun dengan harga yang masih terjangkau bagi kalangan MBR.

Sementara itu, AFD Country Director, Emmanuel Baudran, mengatakan penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal dari kolaborasi AFD dan Bank BTN untuk membiayai kebutuhan perumahan murah dan rendah emisi di Indonesia.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga sejalan dengan deklarasi yang dibuat pada Finance in Common Summit yang diadakan beberapa minggu lalu di Paris, dimana 450 bank pembangunan berkomitmen untuk melaksanakan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) dan memerangi perubahan iklim,” ujar Emmanuel Baudran.

Tindakan ini sepenuhnya sejalan dengan strategi AFD, yaitu 100% sejalan dengan Paris Agreement, dan menggambarkan kemampuannya untuk bekerja sama dengan bank publik untuk mencapai tujuan ini.

Secara keseluruhan, kerja sama yang dilakukan di antaranya akan berupa pembangunan perumahan di kota-kota di Indonesia, pengembangan pembiayaan konstruksi hijau bersama dengan kebijakan dan model keuangan berkelanjutan, penentuan wilayah potensial untuk kerja sama dan bantuan teknis dalam rangka mendukung kegiatan Bank BTN. []

Energi & Tambang

Holding BUMN Panas Bumi Segera dibentuk!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Holding BUMN Panas Bumi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Panas Bumi akan segera dibentuk, dimana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) masuk dalam holding tersebut.

PLN, melalui Direktur Mega Proyek, M. Ikhsan Assaad mengaku jika pihaknya masih terus melakukan pembahasan bersama Pertamina.

“Kami dan Pertamina masih terus melakukan pembahasan dalam pembentukan holding BUMN panas bumi atau geothermal,” ujar Ikhsan (22/02).

Ikhsan menyebut holding BUMN panas bumi nantinya akan dilakukan oleh masing-masing anak perusahaan yaitu PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

“Masih berlangsung, masih pada tahap joint study untuk pengembangan geothermal di Ulu Belu dan Lahendong.

Sementara itu, menurut Direktur Operasi PLN Gas & Geothermal Yudistian Yunis terkait pembentukan holding BUMN panas bumi, Kementerian BUMN melibatkan PLN, Pertamina dan Geo Dipa.

PLN Gas & Geothermal sebagai anak usaha PLN di sektor panas bumi, sebut Yunis, sangat siap mendukung upaya Kementerian BUMN dalam pembentukan holding BUMN panas bumi.

“Pembahasan saat ini tengah masuk pada opsi mekanisme penggabungan usaha panas bumi yang ada,” ujarnya.

Menurut yunis, potensi energi panas bumi di Indonesia sangat melimpah, oleh karenanya perlu pembahasan yang matang dalam upaya akselerasi dan optimalisasi pemanfaatannya.

“Dari total potensi yang teridentifikasi baru 8 persen saja pemanfaatannya,” tambah Yunis. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Produksi Emas Antam dan Target Penjualan Terus Menurun

EKO PRASETYO

Published

on

Produksi emas Antam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi emas Antam / PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada tahun ini ditargetkan hanya sebesar 1,37 Ton.

Adapun target produksi emas Antam tersebut mengalami penurunan dibandingkan realisasi produksi tahun 2020 yang mencapai 1,67 ton.

Target produksi tersebut tercatat turun sebesar 17,9 persen.

Bukan hanya produksi emas Antam, target penjualan ditahun ini yang sebesar 18 ton emas juga terlihat mengalami penurunan sebesar 17,39 persen dibanding realisasi penjualan pada tahun 2020 yang mencapai 21,79 ton.

Adapun penjualan emas perusahaan sepanjang tahun 2020 lalu juga mengalami penurunan yang cukup dalam mencapai 36 persen dari penjualan tahun 2019 lalu yang berhasil tercatat mencapai 34,02 ton .

Sementara dari sisi realisasi produksi emas antam tahun 2020 lalu juga mengalami penurunan hingga 17 persen dari tahun 2019 yaitu sebesar 1,9 ton.

Dalam keterangan resminya, Antam pada tahun ini memilih fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan pada komoditas fornikel, bijih nikel dan bijih bauksit.

Untuk komoditas emas, Antam memilih fokus dalam pengembangan logam mulia dalam negeri.

Hal ini seiring dengan semakin bertumbuhnya kesadaran masyarakat melakukan investasi emas. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Kehadiran Mobil Listrik Bakal Ganggu Bisnis Pertamina?

CHRIESTIAN

Published

on

Kehadiran mobil listrik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kehadiran mobil listrik di Indonesia menjadi harapan besar bagi pemerintah saat ini yang tengah gencar menarik investasi ke dalam negeri.

Kehadiran mobil listrik menjadi solusi atas mulai menurunnya cadangan bahan bakar berbasis fosil, selain kehadiran mobil listrik yang sangat ramah dengan lingkungan.

Jika, masyarakat Indonesia sudah banyak beralih kepada kendaraan berbasis listrik, bagaimana nasib Pertamina yang selama ini berbisnis bahan bakar minyak?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan jika 20 tahun mendatang 80 persen mayarakat Indonesia dipastikan beralih ke mobil listrik.

Untuk menambah daya kendaraan, masyarkat tentunya lebih memilih pengisian (charging) di rumah masing-masing, sehingga perlahan SPBU pun akan ditinggalkan.

“Tentu ke depan sangat berdampak terhadap bisnisnya Pertamina. 20 tahun ke depan diproyeksikan masyarakat Indonesia sebanyak 80 persen sudah beralih ke mobil listrik. Nanti orang banyak isi daya di rumah dan mulai meninggalkan pom bensin,” jelas Erick yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Masyarakat ekonomi Syariah.

Oleh karena itu, lanjut Erick, pemerintah akan merancang strategi ke depan agar bisnis Pertamina tidak terganggu dikemudian hari.

“Tentu kehadiran mobil listrik dimana nantinya banyak masyarkat yang meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak adalah sebuah keniscayaan. Namun kita akan terus memikirkan bagaimana ke depan agar bisnis Pertamina bisa berkontribusi di dalamnya dan tetap tumbuh,” tutup Erick. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!