Connect with us
PERTAMINA

Industri

Pelni Bidik Revenue Rp5.6 Triliun di 2018

Published

on

Tahun 2018 PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) / Pelni membidik pendapatan sebesar Rp5.6 Triliun atau tumbuh 9 persen dari pendapatan tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp5.1 Triliun. Sementara itu Pelni juga membidik laba sebesar Rp340 Miliar atau naik dari proyeksi laba tahun ini yang mencapai Rp307 Miliar.

Menurut Corporate Secretary PT Pelni, Didik Dwi Prasetyo, beberapa faktor yang berkontribusi atas raihan kinerja masih ditopang oleh sektor usaha perseroan yaitu trading, bongkar muat serta Rumah Sakit.

“Rumah Sakit masih menjadi penyumbang laba terbesar, tetapi kami siap mengoptimalkan seluruh aset bisnis sehingga dapat berkontribusi maksimal bagi perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga : Garuda Indonesia Berpredikat “Indonesia Airline of The Year”

Lebih lanjut Didik menyampaikan bahwa terjadi penyusutan perkiraan jumlah angkutan penumpang pada proyeksi 2018 yang hanya sebesar 3. 927.174 orang dibandingkan jumlah penumpang pada tahun ini yang mencapai 3.976.743 orang.

“Penyusutan perkiraan jumlah penumpang dikarenakan kami belum memiliki kapal tambahan. Meskipun trayek yang disinggahi sama dengan tahun ini yaitu 91 trayek. Yang menggembirakan adalah adanya harapan pada angkutan barang, karena pemerintah telah mengeluarkan sinyal adanya penambahan trayek dari sebelumnya 13 trayek menjadi 15 trayek,” jelasnya.

Baca Juga : Perum PPD Hadirkan JA Connexion, Layanan Bus Bandara Soetta di Tamini Squere

Jika penambahan tersebut terealisasi, lanjutnya, maka pada tahun 2018 diproyeksikan Pelni dapat mengangkut sebanyak 23.803 Teus dibanding akhir tahun sebanyak 15.529 Teus. Penambahan trayek tersebut tentunya menjadi bagian penugasan dari sinergi BUMN. []ct

Jasa Keuangan

Pegadaian Mantap Sukseskan Holding Ultra Mikro

Published

on

Mikro

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) siap menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memacu pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan melalui integrasi ekosistem Umi-UMKM yang melibatkan tiga entitas BUMN yakni BRI, Pegadaian, dan PNM.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto mengatakan, melalui holding tiga BUMN ini akan mendorong Pegadaian untuk menjadi lebih siap dan kuat dalam menghadapi tantangan lembaga keuangan di masa yang akan datang, baik dari sisi kompetisi maupun digitalisasi bisnis. Selain itu juga sangat bermanfaat dalam membantu pelaku usahan Umi-UMKM untuk maju dan berkembang.

“Pembentukan ekosistem ini bertujuan untuk memperkuat dukungan dan memberikan kemudahan bagi 63 juta pengusaha UMi-UMKM di Indonesia untuk dapat pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi, dan berkesempatan untuk dapat mengembangkan bisnisnya dengan mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah,” ucap Kuswiyoto.

Saat ini masyarakat khususnya pelaku usaha UMi-UMKM menghadapi kesulitan dalam mengembangkan usaha baik dari sisi pendanaan, pengembangan maupun pemasaran sehingga memerlukan pendampingan. Oleh karena itu, melalui integrasi ekosistem UMi-UMKM ini diharapkan berbagai masalah yang dihadapi dapat diberikan solusi secara berkesinambungan dalam satu atap untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha UMi-UMKM maupun ketiga perusahaan BUMN.

“Ini menjadi momentum bagi Pegadaian untuk dapat terus tumbuh bersama masyarakat. Langkah ini sejalan dengan latar belakang pendirian perusahaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi. Selain itu juga sesuai dengan visi Pegadaian, menjadi The Most Valuable Company di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat,” tambah Kuswiyoto.

Peran Pegadaian sebagai solusi dan sahabat masyarakat tetap konsisten dilakukan dengan menyediakan produk dan layanan yang mudah diakses dan biaya yang terjangkau. Holding BRI-Pegadaian-PNM bahkan semakin memperluas akses bagi pelaku bisnis UMi-UMKM karena ketiga entitas BUMN akan mengintegrasikan berbagai potensi yang dimiliki. Masing-masing BUMN akan melakukan kolaborasi bisnis secara optimal dalam rangka mewujudkan ekosistem UMi-UMKM yang kuat. []

Continue Reading

Asuransi

Jasa Raharja Umumkan Perubahan Direksi Perusahaan

Published

on

perubahan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Jasa Raharja secara resmi mengumumkan perubahan jajaran Direksi perusahaan. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia selaku pemegang saham PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja Nomor : SK-202/MBU/06/2021 dan Nomor 07/SK-DIR/RUPS-AP/BPUI/VI/2021 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengakatan anggota direksi Jasa Raharja.

Dalam keputusan tersebut terdapat perubahan dalam jabatan Direktur Utama Jasa Raharja. Rivan Achmad Purwantono ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Budi Rahardjo S. Sementara itu Amos Sampetoding ditunjuk oleh pemegang saham sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi menggantikan M. Wahyu Wibowo.

Dengan demikan maka susunan Direksi Jasa Raharja saat ini adalah sebagai berikut:

1. Rivan Achmad Purwantono : Direktur Utama

2. Dewi Aryani Suzana : Direktur Operasional

3. Myland : Direktur Keuangan

4. Amos Sampetoding : Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi

5. Rubi Handojo : Direktur SDM & Umum

6. Munadi Herlambang : Direktur Hubungan Kelembagaan

Dalam keterangan resmi perusahaan, segenap Jajaran dan keluarga besar PT Jasa Raharja mengucapkan terima kasih kepada Budi Rahardjo S. dan Wahyu Wibowo atas segala pencapaian, kerja keras dan sumbangsih selama memimpin Perusahaan.

Kepada Jajaran Direksi yang baru diangkat, selamat datang dan selamat bekerja semoga dapat membawa PT Jasa Raharja menjadi lebih baik dimasa mendatang. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Kinerja PLN Dioptimalkan, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi

Published

on

Kinerja PLN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kinerja PLN terus dioptimalkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Salah satu langkah yang dilakukan baru-baru ini adalah melakukan pergantian pada jajaran direksi.

Menteri BUMN Erick Thohir secara resmi telah melakukan perombakan jajaran pada BUMN listrik tersebut.

Keputusan tersebut dalam surat bernomor SK-200/MBU/06/2021 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021.

Dalam keputusan tersebut secara resmi menetapkan sejumlah nama sebagai direksi PLN yang berlaku sejak 16 Juni 2021.

Adapun beberapa nama tersebut adalah Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan yang diisi oleh Muhammad Ikbal Nur,

Selanjutnya untuk kursi Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan diduduki oleh Wiluyo Kusdwiharto.

Kemudian posisi Direktur Perencanaan Korporat, Erick Thohir menaruh harapan pada Evy Haryadi.

Dengan demikan maka susunan Direksi PLN saat ini adalah sebagai berikut:

1. Direktur Utama – Zulkifli Zaini

2. Wakil Direktur Utama – Darmawan Prasodjo

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko – Sinthya Roesly

4. Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia – Syofvi Felienty Roekman

5. Direktur Perencanaan Korporat – Evy Haryadi

6. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan – Bob Saril

7. Direktur Energi Primer – Rudy Hendra Prastowo

8. Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan – Wiluyo Kusdwiharto

9. Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan – Muhammad Ikbal Nur

10. Direktur Bisnis Regional Jawa,Madura dan Bali – Haryanto W.S

11. Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara – Syamsul Huda

Seperti diketahui bahwa adanya pergantian pengurus menjadi hal yang lumrah pada setiap BUMN termasuk PLN. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kinerja PLN.

PLN senantiasa terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga dengan adanya direksi baru tersebut diharapkan kinerja PLN akan jauh semakin baik.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!