Pelni Antisipasi Arus Balik Lebaran

by
Pelni

Pelni telah menyiapkan dan mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang arus balik lebaran. Antisipasi dilakukan hingga H+7 Idul Fitri atau tepatnya tanggal 13 Juni 2019 yang diperkirakan menjadi puncak arus balik.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro menyebutkan, bahwa antisipasi terkait dengan arus mudik menggunakan moda transportasi laut yang mneingkat.

Tercatat, terjadi kenaikan jumlah penumpang mudik dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 16,4 persen menggunakan 26 kapal. Pada periode 21 Mei sampai 4 Juni 2019, Pelni telah memberangkatkan 317.872 orang lebih tinggi dari periode lebaran tahun 2018 yaitu 273.107 orang.

Pelabuhan yang mengangkut penumpang dengan volume tertinggi masih dari Makasar, Sulawesi Selatan, yaitu 46.334 orang. Lebih tinggi dari tahun 2018 yang memberangkatkan 31.651 orang.

Sementara itu, dari Balikpapan di tahun 2018 menampung pemudik 23.399 orang menjadi 39.849 orang; Batam dari 20.545 orang menjadi 32.117 orang; Jayapura dari 10.226 orang menjadi 16.013 orang; Tanjung Priok 10.483 orang menjadi 16.702 orang, dan Sorong 12.527 orang menjadi 17.343 orang. Peningkatan signifikan terjadi di Pelabuhan Belawan dan Bau-bau yang biasanya tidak terlalu banyak, tahun ini masing-masing 16.702 dan 14.601 orang pemudik.

Antisipasi Pelni

Pelni menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi membludaknya arus balik lebaran. Antisipasi terutama dilakukan pada pelabuhan-pelabuhan yang biasanya padat penumpang, seperti Surabaya, Bau-bau, Makasar, Belawan, Semarang, Balikpapan, Sorong, Pare-pare, dan Jayapura.

Persiapan pertama dalam pengamanan. Perusahaan pelayaran milik pemerintah ini telah bekerja sama dengan TNI AL dan Polri. Untuk menjamin keamanan pemudik 80 orang personil disiapkan di atas kapal dan 400 orang di pelabuhan-pelabuhan yang dilayani.

Selain itu, untuk menjaga keselamatan penumpang dari bahaya kepadatan kapal, penjualan tiket juga dijaga ketat. Tiket yang dijual maksimal sejumlah batas dispensasi yang disarankan.

Yahya Kuncoro mengimbau masyarakat untuk tidak memaksa membeli tiket pelayaran kapal yang sudah penuh. Lebih baik bersabar untuk membeli tiket pelayaran jadwal berikutnya untuk keselamatan diri dan seluruh penumpang.

Selama pelayaran, Pelni menyiapkan kebutuhan air tawar, logistik, pembuangan sampah, dan makanan selama 24 jam penuh. Dengan demikian, diharapkan pelayanan Pelni untuk arus balik dapat maksimal. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *