Connect with us
PERTAMINA

Perbankan

Pekerja Migran Indonesia Diajak Berinvestasi, BNI Siap Salurkan KUR

EKO PRASETYO

Published

on

Pekerja Migran

MEDIABUMN.COM, Jakarta- Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri diajak untuk mulai berinvestasi dan mulai membudayakan menabung. Ajakan ini disampaikan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang menjalin kerja sama pembukaan rekening Rupiah (Taplus IDR) dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korea Selatan.

Dari kolaborasi antara BNI dan NU ini, dilakukan sosialisasi pembukaan rekening tabungan secara kolektif dan ajakan menabung di kalangan pekerja migran Indonesia (PMI).

Menurut General Manager BNI Cabang Seoul Anisfu, banyak pekerja migran yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di luar negeri, tetapi tidak memiliki tabungan.

Sehingga membuat mereka menjadi pengangguran ketika pulang ke Indonesia, lantaran tidak ada modal untuk buka usaha.

“Maka BNI sebagai satu-satunya bank Indonesia di Korea Selatan memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan cara mengelola keuangan kepada para pekerja migran ini, sehingga mereka pulang ke Indonesia punya tabungan untuk modal usaha,” jelas Anifsu dalam keterangan resminya, (22/6).

BNI Dorong Pekerja Migran Indonesia

Diketahui, ada sebanyak 40.000 pekerja migran Indonesia di sektor perikanan, manufaktur, tekstil, dan sektor lainnya di berbagai kota di Korea Selatan.

Anifsu berharap, para tenaga kerja Indonesia ini bisa menciptakan lapangan kerja baru di kampung halaman masing-masing.

Adapun, pembukaan tabungan adalah salah satu modal dasar untuk mengelola keuangan, kemudian diharapkan para pekerja migran mulai menyisihkan gaji bulanan untuk menabung.

“Selanjutnya melakukan pembayaran atas tagihan bulanan, membuka deposito atau tabungan pendidikan, hingga membeli instrumen investasi seperti reksa dana dan obligasi ritel,” ujarnya.

Adapun, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara General Manager BNI Cabang Seoul Anisfu dan Ketua Tanfidziyah PCI NU Korea Selatan K. Ali Nurahim dan di Kantor Cabang Luar Negeri BNI Korea Selatan di Seoul pada Minggu, (21/6/2020).

Penandatanganan kerja sama dalam pembukaan rekening Taplus IDR ini merupakan bagian dari visi PCI NU Korea Selatan sebagai lembaga yang mandiri serta memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

“Selain menyiapkan tabungan dan investasi, BNI juga berperan aktif dalam program inklusi keuangan kepada pekerja migran dengan membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ketika nanti pulang ke Indonesia,” kata Anisfu.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi para pekerja migran untuk menambah keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha.

Adapun, program pembukaan rekening Rupiah sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu, dan di tahun 2020, nilai tabungan pekerja migran sudah mencapai Rp189 miliar dengan pertumbuhan 69% per tahun.

“Guna mendukung pembukaan tabungan dan kemudahan transaksi selama 24 jam per hari, kami telah menyediakan layanan aktivasi BNI Mobile Banking,” tandasnya. []

Perbankan

Hak Jawab bank bjb Atas Pemberitaan Rumah Cagar Budaya

MediaBUMN

Published

on

hak jawab

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk / bank bjb menggunakan hak jawab sesuai dengan pedoman pemberitaan media siber (peraturan Dewan Pers nomor 1/Peraturan-DP/III/2012) terkait pemberitaan pada hari Rabu, 1 Juli 2020, dimana beritasatu.com telah memuat pemberitaan dengan judul “Terganjal Masalah Kredit ke BJB, Rumah Cagar Budaya Bakal Disita” dan kontan.co.id telah memuat pemberitaan dengan judul “Waktu mepet, Radnet sayangkan eksekusi rumah cagar budaya” serta pada hari Kamis, 2 Juli 2020 liputan6.com telah memuat pemberitaan dengan judul “Bisnis Berujung Ancaman Pengusiran Keluarga Pahlawan Nasional Moh. Yamin”.

Dalam berita tersebut disebutkan bahwa hal tersebut tidak memiliki rasa kemanusiaan dan atau pengusiran terhadap keluarga Pahlawan Nasional Republik Indonesia, Prof. Muhammad Yamin.

Pada prinsipnya bank bjb sendiri telah melaksanakan proses tersebut sesuai dengan ketentuan/hukum yang berlaku di Indonesia. Tentunya tindakan ini bukanlah sebagai bentuk tindakan ketidakhormatan bank bjb terhadap Pahlawan Nasional Republik Indonesia, Prof. Muhammad Yamin melainkan murni sebagai salah satu langkah dari penyelamatan dan penyelesaian kredit yang ditempuh oleh bank bjb sesuai dengan ketentuan dalam industri perbankan.

Lebih lanjut, pendaftaran PKPU yang dilakukan oleh bank bjb sejatinya adalah sebuah upaya positif dalam memberikan ruang dan waktu bagi PT Radnet untuk dapat melakukan restrukturisasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU, namun hal tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh PT Radnet sehingga mengakibatkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menetapkan status kepailitan. Lebih lanjut, pihak bank bjb sebagai pemberi pinjaman atau utang merupakan pihak yang dirugikan oleh tindakan wanprestasi atau gagal bayar yang dilakukan oleh PT Radnet sedangkan terkait upaya Lelang Eksekusi Hak Tanggungan melalui KPKNL adalah telah sesuai dengan ketentuan aturan hukum dan persyaratan yang berlaku.

Adapun terkait informasi dari pihak debitur bahwa agunan merupakan Bangunan Cagar Budaya (BCB), hal ini telah diklarifikasi oleh pihak Pemprov DKI sebagaimana yang dimuat pada media Liputan6.com tanggal 2 Juli 2020 dengan judul “Dinas Kebudayaan Sebut Rumah Pahlawan Moh. Yamin Belum Jadi Cagar Budaya”. Sebagai informasi, bahwa pelaksanaan eksekusi rumah sebagaimana disampaikan jurusita pengadilan negeri Jakarta Pusat dilakukan atas inisiasi pemenang lelang. []

Continue Reading

Perbankan

Transaksi Elektronik Diperluas, Bank Mandiri Gandeng IKA UII

EKO PRASETYO

Published

on

Transaksi elektronik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Transaksi elektronik yang disediakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus diperluas guna meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu langkah untuk memperluas pangsa pasar transaksi elektronik Mandiri ini yakni melalui kerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) dalam hal pemanfaatan layanan keuangan.

Dengan kerja sama ini, alumni Universitas Islam Indonesia akan difasilitasi oleh Bank Mandiri dalam melakukan transaksi elektronik, seperti pembayaran tagihan bulanan, dan belanja kebutuhan harian.

Diketahui, saat ini jumlah alumni Universitas Islam Indonesia sudah lebih dari 104.000 orang yang tentunya menjadi satu komunitas pasar yang besar.

Penandatanganan perjanjian kerja sama kedua pihak dilakukan oleh Ketua IKA UII, M. Syarifuddin dan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Royke Tumilaar menjelaskan, dengan kerjasama ini, Bank Mandiri juga akan menyiapkan Kartu Tanda Anggota (KTA) IKA UII Co Brand Mandiri E-money yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi elektronik.

“Kami terus membuka diri dengan berbagai unsur masyarakat untuk bekerja bersama membangun agar Indonesia bisa bangkit dari dampak krisis Covid-19. Kerjasama ini juga sesuai dengan visi Bank Mandiri yakni menjadi mitra keuangan pilihan utama,” kata Royke usai penandatanganan MoU.

Royke berharap, melalui kerja sama pemanfaatan layanan keuangan ini, akan mendukung kiprah para Alumni UII dalam meningkatkan kualitasnya dalam berbagai aspek.

“Salah satu layanan keuangan yang sedang kami siapkan adalah penerbitan KTA yang akan digunakan sebagai Mandiri e-Money. Fitur e-Money yang ada dalam KTA Co brand ini bisa digunakan untuk melakukan transaksi elektronik di berbagai layanan publik,” jelasnya.

Royke menjelaskan, penggunaan Mandiri e-Money saat ini sudah tersebar luas, karena dapat digunakan untuk membayar tariff tol, parkir, transportasi seperti commuterline, MRT, LRT, Transjakarta, Transjogja, hingga Batik Solo Trans.

Kartu Mandiri e-Money juga bisa untuk pembayaran di SPBU, restoran, belanja di toko retail seperti Indomaret, Alfamart, hingga wahana hiburan di beberapa tempat.

Untuk berbagai transaksi elektronik alias non tunai, kartu Mandiri e-Money juga dapat diisi ulang dengan menggunakan aplikasi Mandiri Online melalui HP Android yang memiliki fitur near field communication (NFC), dan fitur IOS pada Iphone maupun e-commerce yang sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri, pada mesin ATM dan kantor cabang Bank Mandiri. []

Continue Reading

Perbankan

Pertumbuhan Kredit Diperkirakan 4-5 Persen di 2020

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Pertumbuhan kredit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pertumbuhan kredit di tahun 2020 diprediksi akan tetap bertumbuh setelah memasuki era new normal. Salah satu bank BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk optimis pertumbuhan kredit di sepanjang tahun ini akan bergerak positif meski sempat terjadi perlambatan akibat dampak pandemi covid-19.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pertumbuhan kredit BRI di 2020 diprediksi sekitar empat hingga lima persen.

Ia juga yakin penyaluran kredit secara industri akan tetap tumbuh meskipun besarannya bakal lebih kecil dibandingkan capaian tahun 2019 yang tumbuh sebesar 6,08 persen.

“Mewakili BRI, kita proyeksikan kredit akan tetap tumbuh positif, untuk positifnya berapa, masing-masing bank pasti berbeda. Di BRI yang kami proyeksikan akan tumbuh sekitar empat sampai lima persen,” kata Sunarso dalam konferensi pers bersama di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, jika tahun lalu industri perbankan bisa menumbuhkan kredit sekitar enam persen, tahun ini pun pertumbuhan kredit masih bisa melaju positif.

Namun Sunarso tidak bisa memastikan persentasenya secara global karena tiap bank berbeda.

Pertumbuhan kredit ini, sambung dia, akan banyak disumbangkan dari segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan sektor seperti transportasi, pertanian, perumahan, peternakan, konstruksi, dan pariwisata yang mulai hidup kembali.

Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) ini menambahkan, permintaan kredit akan kembali tumbuh sepanjang tahun 2020 karena aktivitas masyarakat sudah mulai dibuka kembali.

Aktivitas bisnis pun mulai kembali bergairah dengan tetap menjalanlan protokol kesehatan di era new normal.

“Aktivitas ekonomi sempat terhenti akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun saat sudah dibuka kembali, terutama bisnis makanan. Kita kan tetap makan, maka kemudian para petani, peternak, tempat-tempat usaha semua berproduksi, hingga distribusi barang dan jasa. Itu semua kan tempat-tempat permintaan kredit, kita menyasar kesitu,” ungkapnya.

Meski begitu, Sunarso mengingatkan agar pengucuran kredit dari BRI tetap dilakukan secara hati-hati.

Hal itu guna menjaga kualitas kredit dan menekan jumlah kredit bermasalah (non performing loan) agar tidak bertambah.

“Untuk menjaga kualitas, kita harus ukur demand-nya berapa, kita akan suplai berapa. Kalau lewat, nanti akan berakibat pada tidak seimbangnya antara kuantitas yang kita berikan dengan kualitas kredit itu sendiri,” pungkasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!