Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Pegawai Hutama Karya Sisihkan Gaji Untuk Penanganan Covid-19

EKO PRASETYO

Published

on

Pegawai Hutama Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pegawai Hutama Karya mulai bulan ini ini akan menyisihkan sebagian gaji untuk membantu memenuhi kebutuhan Rumah Sakit dan tenaga medis. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Perseroan terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia yang jumlah kasusnya terus melonjak setiap hari.

Senior Executive Vice President Sekretaris PT Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengatakan partisipasi pegawai Hutama Karya menyisihkan gaji ini dilakukan melalui program penggalangan dana ‘Hutama Karya Menghubungkan Kebaikan’. Program ini merupakan bentuk kepedulian Insan Hutama Karya untuk membantu seluruh tenaga kesehatan yang sedang berjuang di garis depan untuk menuntaskan penyebaran virus corona.

“Penyebaran covid-19 mengakibatkan terjadinya keterbatasan tersedianya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Melalui program solidaritas ini, seluruh Pegawai Hutama Karya menyisihkan sebagian dari gaji bulanan mereka selama 3 bulan yang dimulai sejak bulan April hingga Juni mendatang,” ujar Fauzan, Senin (27/4).

Dijelaskannya, untuk besaran gaji yang disisihkan pegawai Hutama Karya untuk menangani Covid-19 ini tergantung dari level jabatannya. Untuk level Direksi, pegawai menyisihkan 30 persen dari gaji pokok, BOD-1 sebesar 15 persen dari gaji pokok. Sedangkan untuk level VP hingga Officer besaran gaji yang disisihkan dilakukan secara sukarela tanpa ada penetapan dari pihak HK.

Terkait dengan kebijakan Kementerian BUMN yang menyatakan jajaran Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas tahun ini tidak diberikan Tunjangan Hari Raya (THR), Fauzan menjelaskan THR tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan kemanusiaan dan donasi terkait penanggulangan wabah Covid-19.

“Untuk tahun ini anggaran THR Dewan Komisaris dan Direksi Hutama Karya juga dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Termasuk juga akan diterapkan di anak perusahaan Hutama Karya dan afiliasi yang terkonsolidasi,” jelas Fauzan.

Nantinya, sambung dia, seluruh hasil donasi yang terkumpul dari pegawai Hutama Karya dari program ini akan disalurkan ke sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid-19. Mulai dari Jakarta sebagai pusat epidemi, pulau Sumatera yang dekat dengan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ataupun daerah lain yang dekat dengan wilayah proyek yang dikerjakan oleh Hutama Karya.

“Semua donasi yang terkumpul akan kami salurkan dalam berbagai bentuk. Mulai dari kebutuhan medis seperti APD, masker, hingga ventilator (alat bantu pernafasan), maupun kebutuhan non medis seperti makanan, tempat tinggal, dan keperluan lainnya,” tandasnya. []

Konstruksi & Properti

Kawasan Industri Batang Resmi Digarap! Ini Konsepnya

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kawasan Industri Batang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah (Jateng), resmi digarap oleh PT PP (persero) Tbk. Penggarapan ini mulai dilakukan PTPP melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) PT Perkebunan Nusantara IX (persero) atau PTPN IX dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (persero) akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir mengunjungi Kawasan Industri Batang didampingi sejumlah Menteri.

Mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan sejumlah pejabat lainnya.

Total luas lahan Kawasan Industri Batang yang akan dikembangkan mencapai 4.300 hektare, sementara pengembangan untuk tahap pertama seluas 450 hektare.

Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini akan mengusung konsep The Smart And Sustainable Industrial Estate. Konsep ini memiliki tiga basic principles, yaitu dan smart economy, smart society, smart environment and infrastructure, serta dua design intervention yakni smart experience dan smart planning.

Ragam Fasilitas di Kawasan Industri Batang

Menurut Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dengan waktu tempuh 50 menit dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Mas.

Kawasan industri Batang juga berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 130.000 orang, itu pun baru di tahap pertama.

“Dengan terserapnya tenaga kerja di daerah tersebut, tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kami selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk peningkatan ekonomi nasional,” ujar Novel, Senin (6/7/2020).

Ia menjelaskan Kawasan Industri Batang akan dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu zona manufaktur dan logistic, zona industri ringan dan sedang, dan zona inovasi-ekonomi kreatif.

Kawasan Industri Batang juga akan dibangun berbagai fasilitas, seperti sarana peribadatan, dan rumah sakit, olahraga, command center, hingga pemadam kebakaran.

Soal lokasi, Kawasan Industri Batang juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain terletak di sisi utara tol Trans Jawa sehingga dapat mempermudah akses ke kawasan industry.

Dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi dry port, berbatasan langsung dengan pantai utara Jawa, dan akan dibuat Transit Oriented Development oleh Pemkab Batang.

Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis yang dapat ditempuh dengan waktu 1 jam dari Semarang, 4 jam dari Jakarta, berjarak 50 km dari Bandara Ahmad Yani, dan 65 km dari Pelabuhan Tanjung Mas.

Novel mengatakan, konsep bisnisnya yang lebih ditata baru kemudian konsep desainnya untuk menarik minat investor masuk.

“Konsep yang kami buat harus ada perbedaan dengan area industri yang lain, karena area industri kan cukup banyak. Kami juga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain, karena Indonesia punya kelebihan,” pungkasnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim Belum Digarap, Ini Penjelasan Hutama Karya

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Jalan Tol Inderalaya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim di Sumatera Selatan hingga kini pembangunannya belum digarap oleh PT Hutama Karya (Persero).

Padahal sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan mega proyek ini pada 9 April 2019 lalu.

Terkait belum digarapnya proyek tol tersebut, Manajer Proyek PT Hutama Karya (Persero) Hasan Turcahyo, menjelaskan pembangunannya masih terganjal penyediaan lahan oleh pemerintah kabupaten setempat.

“Sesuai kesepakatan, penyediaan lahan untuk Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim adalah kewajiban pemerintah daerah. Sementara Hutama Karya yang mengerjakannya, pada prinsipnya kami sudah siap dari Agustus tahun lalu,” kata Hasan, Minggu (28/6/2020).

Hasan menjelaskan, pihak perseroan sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi Sumsel terkait penyediaan lahan ini, karena seharusnya proyek jalan tol ini ditargetkan dimulai pada tahun 2020.

Namun jalan tol ini belum bisa dikerjakan meski Hutama Karya sudah memiliki dana dan kontraktornya.

Ia juga memastikan pembangunan Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim tidak dihentikan sementara lantaran pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Karena pemerintah sudah memutuskan bahwa proyek infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tetap berlanjut dengan syarat menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Kami berharap, instansi terkait segera mengupayakan penyediaan lahan tol agar kami bisa langsung bekerja. Alat-alat berat sebenarnya sudah siap di lokasi,” ujarnya.

Bahkan demi akselerasi dari pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini, direksi Hutama Karya sebelumnya telah berkomunikasi dengan Direksi PTPN 7.
Karena beberapa kilometer Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim yang direncanakan ini berada di lokasi usaha PTPN 7, tepatnya di wilayah Ogan Ilir.

“Sepanjang 10 km proyek jalan tol akan mengambil lahan perkebunan milik PTPN 7, namun sejauh ini baru 1,8 km yang terdata, itu Kalau diizinkan. Karena ini sama-sama BUMN, kami berharap bisa kerja dulu di lahan 1,8 km itu walau pembayaran ganti ruginya akan dilakukan belakangan,” jelas dia.

Investasi Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim

Adapun pembangunan Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim ditaksir bakal menelan anggaran sekitar Rp24,10 triliun.

Berasal dari ekuitas perusahaan senilai Rp16,87 triliun atau 70 persen dari total investasi dan sisanya sekitar Rp7,2 triliun dari pinjaman.

Proyek ini semula ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir 2019 dengan harapan dapat selesai pada 2022.

Dengan rincian ruas Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 Km dan sisanya sepanjang 54 Km merupakan ruas Prabumulih-Muaraenim yang bakal dikerjakan oleh Waskita Karya.

“Jalan Tol Inderalaya-Muaraenim nantinya akan tersambung hingga Muaraenim-Bengkulu sehingga jalan ini menyambungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu,” tandasnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak Baru Adhi Karya Hingga Mei Tercatat Rp3,2 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Kontrak baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak baru Adhi karya pada akhir Mei 2020 tercatat mencapai Rp3,2 triliun yang didominasi oleh kontrak konstruksi dan energi.

Perolehan kontrak baru inni mayoritas dikontribusi dari proyek irigasi di Jawa Barat dan proyek landfill di Jawa Tengah.

Sekretaris PT Adhi Karya (Persero) Tbk Parwanto Noegroho mengatakan, perolehan kontrak baru pada Mei yaitu pembangunan proyek irigasi di Cipelang, Jawa Barat senilai Rp308,1 miliar.

“Sementara pembangunan Landfill di Jombang, Jawa Tengah nilainya Rp168,7 miliar,” kata Parwanto, Minggu (28/6/2020).

Ia menjelaskan, sepanjang Januari—Mei 2020, kontribusi perolehan kontrak baru Adhi Karya didominasi oleh kontrak di lini bisnis konstruksi dan energi yang nilainya mencapai 91 persen dari total kontrak baru.

Sementara sisanya sekitar 8 persen disumbang dari lini bisnis properti dan 1 persen dari lini bisnis lainnya.

Kalau dihitung berdasarkan tipe pekerjaannya, perolehan kontrak baru di perusahaan pelat merah ini terdiri dari proyek gedung sejumlah 30 persen, jalan dan jembatan 7 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 63 persen.

“Kontributor terbesar pemberi kontrak kerja sepanjang periode tersebut adalah pemerintah, yakni sekitar 71 persen dari total kontrak baru. Kontribusi dari Badan Usaha Milik negara (BUMN) dan swasta masing-masing mencapai 19 persen dan 10 persen,” jelasnya.

Target Kontrak Baru

Parwanto menambahkan, jika dibandingkan perolehan kontrak hingga April senilai Rp2,6 triliun, terjadi penambahan kontrak sekitar Rp600 miliar.

Tapi jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun 2019, akumulasi perolehan kontrak perseroan lebih rendah sekitar Rp1,4 triliun.

Noegroho menyatakan pada semester II tahun 2020, Adhi Karya memperkirakan perolehan kontrak akan lebih baik dibandingkan semester I.

Selain mengharapkan perbaikan kinerja dari skema new normal, secara tren perolehan kontrak menurutnya, memang biasanya akan meningkat pada periode tersebut (semester II).

“Industri konstruksi biasanya memang trennya seperti itu. Karena proses tender proyek-proyek besar di kuartal III, bahkan puncaknya justru di kuartal IV. Jadi bisa diproduksi menjadi pendapatan usaha di awal tahun selanjutnya,” jelasnya.

Adapun total kontrak baru tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp35 triliun, dengan pendapatan dan laba ditargetkan masing-masing Rp22,7 triliun dan Rp704 miliar.

Namun target ini dibuat pihak perseroan sebelum adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

Maka perseroan mulai mengkaji ulang target-target perseroan pada tahun ini, menyesuaikan dengan perkiraan dampak pandemi kepada sektor konstruksi.

“Sebelum merevisi target kinerja, perseroan telah lebih dulu melakukan pemangkasan alokasi belanja modal. Perseroan memperkirakan belanja modal akan mencapai Rp1,4 triliun, turun dari proyeksi semula sebesar Rp5,5 triliun,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!