Pegadaian Go Digital untuk Kemudahan Nasabah

oleh
Pegadaian Go Digital

Pegadaian Go Digital menjadi aplikasi digital milik Pegadaian yang digunakan untuk meningkatkan laba bersih setiap tahun. Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto pada pernyataan resminya terkait kinerja keuangan perusahaan.

Aplikasi Pegadaian Go Digital dibuat juga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Pelayanan yang berupa akses cepat. Dengan menggunakan aplikasi, pengguna atau nasabah tidak perlu lagi datang dan melakukan transaksi di Pegadaian. Nasabah dapat menggunakan ponsel atau gadget dari mana saja dan transaksi langsung terjadi dalam hitungan detik.

Selain aplikasi Pegadaian Go Digital, perusahaan juga terus melakukan inovasi dengan bersinergi dengan BUMN lain. Hal ini sangat penting dilakukan karena menurut Kuswiyoto, perusahaan yang sukses dan dapat bersaing di industri harus kreatif dan inovatif.

Potret Kinerja Sebelum Go Digital

Sebenarnya, PT Pegadaian (Persero) merupakan perseroan dengan kinerja keuangan cukup baik. Sebelum diluncurkannya Pegadaian Go Digital saja, perolehan laba bersih sudah mencapai Rp1,53 trilun di semester I 2019. Laba yang menunjukkan peningkatan sebesar 11,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, laba hanya mencapai Rp1,37 triliun.

Aset perusahaan juga meningkat dari Rp56,09 triliun menjadi Rp52,79 triliun. Angka yang menunjukkan kenaikan sebesar 6,25 persen. Sebagai Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto menyampaikan rasa syukur atas kinerja keuangan yang terus tumbuh positif. Perusahaan berterima kasih kepada nasabah yang telah setia memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian.

Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk menjadi semakin baik melalui adanya Pegadaian Go Digital. Tidak hanya itu, Pegadaian telah memberikan banyak devisa kepada negara. “Devisa yang disumbangkan kepada Indonesia melalui Pegadaian cukup besar. Sekitar Rp1,4 triliun disumbangkan dari sektor ini,” kata Kuswiyoto.

Untuk meningkatkan peluang, Pegadaian aktif bersinergi dengan BUMN, lembaga pemerintah lain, swasta maupun asosiasi. Transaksi Pegadaian Go Digital diawali dengan sinergi dengan Himpunan Bank-bank Negara atau Himbara. Sementara untuk validasi data di aplikasi, Pegadaian melakukan kerja sama dengan Dukcapil Indonesia untuk akses.

Di lain pihak, Pegadaian menjalin kerja sama ATRP-BPN dalam mengembangkan produk gadai bersertifikat. Untuk pemasaran produk, Pegadaian telah bersinergi dengan Garuda, ASDP, Jamkrindo, PNM, Balai Pustaka, Pelni, PNRI, RNI, dan asosiasi pengusaha Hipmikindo. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *