Connect with us
banner pln 2023

Manufaktur

Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun Bulan Depan!

Published

on

Pabrik baterai

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pabrik baterai kendaraan listrik atau (EV battery) yang digarap oleh sejumlah gabungan BUMN akan dibangun mulai bulan Juli 2021.

Proses peletakan batu pertama (groundbreaking) mega proyek ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara produsen baterai untuk kendaraan listrik terbesar di dunia.

Hal ini disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dalam Rakornas HIPMI, pada Sabtu lalu.

Pabrik baterai mobil listrik ini akan dibangun di Kota Deltamas, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Untuk tahap pertama, pabrik listrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 10 gigawatt hour (GWh) dengan offtaker dari Hyundai.

Pabrik ini akan dikelola PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan menggandeng sejumlah perusahaan luar.

Di antaranya perusahaan asal Korea Selatan, LG Chem dan asal China, Contemporary Amperex Technology (CATL) ini menjadi investor dalam konsorsium ini.

“Total nilai investasi untuk membangun pabrik baterai ini mencapai US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun. Bulan Juli nanti kita sudah mulai groundbreaking. Paling lambat di awal Agustus pembangunan langsung jalan,” ungkapnya.

Dengan pembangunan parbik baterai ini, pemerintah akan melakukan pelarangan ekspor hasil tambang nikel ke luar negeri.

Karena nikel ini akan menjadi bahan baku utama dalam membuat baterai khusus kendaraan listrik.

“Di Indonesia, ada sebanyak 25 persen potensi nikel dari total cadangan di dunia. Paling banyak di Sulawesi Tenggara. Maka ke depan hasil tambang nikel ini kita fokuskan untuk kebutuhan pabrik baterai kendaran listrik dalam negeri,” jelas dia.

Sinergi Membangun Pabrik Baterai

Meski mega proyek ini digarap oleh sejumlah perusahaan pelat merah, Bahlil Lahadalia memastikan para pengusaha lokal juga bisa turut ambil bagian.

Terutama para pengusaha yang sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), akan digandeng agar bisa melancarkan proyek pembuatan baterai tersebut.

“Jadi kita wajib bergandengan dengan pengusaha di daerah. Nggak boleh pengusaha daerah hanya jadi penonton, mereka harus ikutambil bagian,” tandasnya.

Diketahui pabrik baterai ini untuk tahap awal akan memasok produknya untuk kendaraan listrik dari Hyundai.

Sementara PT Industri Baterai Indonesia sendiri dibentuk dari gabungan sejumlah perusahaan pelat merah, yaitu PLN, Pertamina, Antam dan MIND ID.

Keempat perusahaan ini sudah mendapat mandat khusus untuk mengelola industri baterai kendaraan listrik dengan pembagian tugas yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. []

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM