Connect with us
PERTAMINA

Jasa Pelayanan & Logistik

Okupansi Hotel Turun Drastis, Begini Strategi PT HIN

EKO PRASETYO

Published

on

Okupansi hotel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Okupansi hotel atau tingkat hunian di berbagai hotel mengalami penurunan drastis selama pandemi covid-19.

PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN menyebut okupansi kamar hotel mengalami penurunan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT HIN Iswandi Said saat Ngopi BUMN di Jakarta, Kamis (23/9/2020).

Menurut Iswandi, tahun 2020 menjadi ‘tahun musibah’ bagi PT HIN.

“Karena tadinya kita berharap tahun 2021 akan menjadi tahun keemasan dengan target kinerja HIN meningkat tajam. Tapi di Februari 2020 terjadi pandemi Covid-19, sehingga okupansi hotel turun signifikan dibanding tahun lalu,” ujar Iswandi.

Berdasarkan data yang dipaparkan Iswandi, tingkat okupansi Hotel Indonesia Natour, di kuartal I 2020 hanya sebesar 38,9 persen, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 61,6 persen.

Sementara di kuartal II, okupansinya sebesar 26 persen, turun dibandingkan kuartal II 2019 yang sebesar 66,1 persen.

Untuk kuartal III tahun ini, baru mencapai 27,3 persen atau turun dibandingkan periode yang sama 2019 yang sebesar 68,9 persen.

“Kondisi ini mengakibatkan pendapatan hotel yang berada di bawah naungan HIN di tahun ini turun sebesar 37 persen pada kuartal satu, di kuartal dua turun 65 persen dan kuartal ketiga turun hingga 70 persen, Jadi kita memang mengalami kerugian,” ungkapnya.

Adapun kunjungan tamu hotel selama pandemi ini, masih didominasi pemesanan dari online travel agent (OTA).

Beragam Cara Dorong Okupansi Hotel

Tamu dari OTA tercatat sebanyak 36,8 persen dari total pendapatan hotel, kemudian tamu dari pemerintah dan BUMN sebesar 13,3 persen.
Atas kondisi ini, PT HIN telah melakukan sejumlah upaya stategis dalam meningkatkan okupansi hotel.

Iswandi mengatakan, hotel yang dikelola PT HIN tidak pernah tutup selama pandemi dan terus beradaptasi dengan situasi terkini, termasuk dalam menerapkan SOP protokol kesehatan.

“Kita tidak mungkin kembali ke situasi normal sebelum Covid-19. Agar pegunjung merasa nyaman dan tetap percaya, kami buat aturannya sesuai new normal tentang kebersihan, kesehatan, dan keamanan di tiap hotel,” ungkapnya.

Selain itu, PT HIN juga memberikan program diskon hingga 45 persen kepada konsumen yang pemesanan kamar hingga tahun depan.

Hotel BUMN ini juga melakukan inovasi bisnis dengan melayani pemesanan makanan dan minuman secara online.

Bahkan sejumlah hotel milik PT HIN diYogyakarta, Medan, dan Bali juga telah menyediakan paket wisuda dan resepsi pernikahan dengan konsep drivethru.

“Jadi hotel-hotel kita terus dipacu untuk bisa menjual berbagai produk yang bisa diantar ke rumah pelanggan. Kita juga menjalin kerjasama dengan Gojek dan lainnya,” tandasnya. []

Airport Services

Dukung Arahan Inovasi Model Bisnis Kementerian BUMN, Angkasa Pura I Siap Bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung

MediaBUMN

Published

on

BUMN Pariwisata

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung dan siap bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang penerbitan landasan hukumnya ditargetkan dapat selesai pada awal 2021.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN tentang pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung melalui Surat Menteri BUMN Nomor S-761/MBU/09/2020 pada 23 September lalu, di mana pembentukan holding ini merupakan salah satu program yang termasuk dalam lima prioritas Kementerian BUMN pada masa kepemimpinan Erick Thohir, yaitu nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Pada surat tersebut dinyatakan bahwa untuk meningkatkan sinergi BUMN-BUMN pada sektor pariwisata dan pendukung serta mengoptimalkan potensi dan peran BUMN, Kementerian BUMN akan melakukan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang bertujuan untuk mendorong pelaksanaan berbagai inisiatif lintas sektor yang terintegrasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, dan penguatan kemampuan pendanaan di masa depan.

Adapun BUMN yang akan tergabung pada holding ini yaitu Angkasa Pura I; Angkasa Pura II; Garuda Indonesia; Indonesia Tourism Development Corporation; TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko; Inna Hotels & resorts; dan Sarinah.

“Angkasa Pura I turut mendukung pembentukan Holding Pariwisata dan Pendukung ini dengan berperan aktif pada setiap proses perencanaan pembentukan holding hingga ke proses pembuatan strategi pengembangan bisnis holding seperti perencanaan sinergi rute bersama antara maskapai dengan operator bandara dan penciptaan permintaan pasar pariwisata,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Saat ini masing-masing pihak membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur hingga perencanaan sinergi rute bersama dengan maskapai dan operator bandara. Selain itu juga ada gugus tugas untuk menciptakan tingkat permintaan. Tugasnya melakukan inisiatif yang dapat dilakukan holding bersinergi dengan lembaga pemerintah untuk pemulihan jangka pendek, menengah, hingga panjang sehingga hasilnya diharapkan dapat memperbaiki kinerja ritel, bandara dan pariwisata.

Adapun tujuan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung tersebut yang telah diselaraskan dengan lima prioritas atau lima tujuan strategis Kementerian BUMN yaitu:

1. Mempercepat pengembangan ekonomi dan SDM yang inklusif:

– Mendorong usaha mitigasi dan pemulihan dampak Covid-19 yang terintegrasi,

– Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial,

– Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas lintas sektor.

2. Pengembangan konektivitas nasional dan global:

– Koordinasi tunggal pengembangan masterplan lintas sektor,

– Memperkuat keunggulan kompetitif secara kolektif dengan integrasi rantai nilai untuk memperluas aksesibilitas dan konektivitas.

3. Ekspansi bisnis dan pasar:

– Memaksimalkan potensi kolaborasi dan ekspansi antar entitas,

– Memperkuat posisi bisnis dan skala ekonomis,

– Memperkuat keberlanjutan operasional dan keuangan entitas.

4. Keunggulan pelayanan dan operasional:

– Meningkatkan tingkat keselamatan dan kemanan kegiatan operasional,

– Meningkatkan keunggulan pelayanan sepanjanh mata rantai portofolio,

– Mengembangkan kelincahan organisasi untuk beradaptasi.

5. Optimalisasi manajemen portofolio:

– Fokus pada pengembangan kapabilitas inti tiap entitas untuk memaksimalkan potensi penambahan nilai,

– Efisiensi portofolio melalui merjer/ akuisisi/ divestasi antar entitas. []

Continue Reading

Airport Services

Angkasa Pura I Layani 103.506 Penumpang pada Hari Pertama Libur Panjang Maulid Nabi

MediaBUMN

Published

on

penumpang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat trafik penumpang sebesar 103.506 orang di 15 bandara pada 28 Oktober di masa arus mudik libur panjang Maulid Nabi.

Trafik penumpang pada 28 Oktober tersebut lebih tinggi 23,2 persen dibanding trafik penumpang pada hari sebelumnya di mana trafik penumpang pada 27 Oktober hanya sebesar 83.977 orang dan pada 26 Oktober yang sebesar 70.874 orang. Trafik penumpang pada 28 Oktober 2020 yang sebesar 103.506 orang terdiri dari 55.711 trafik kedatangan dan 47.795 trafik keberangkatan.

Sementara untuk trafik pesawat pada 28 Oktober, Angkasa Pura I melayani sebanyak 1.155 penerbangan pesawat di 15 bandara atau meningkat 13,7 persen dibandingkan pada hari sebelumnya yang melayani 1.015 penerbangan.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi bandara yang paling sibuk melayani penumpang pada hari pertama libur panjang 28 Oktober 2020 dengan melayani total 24.315 orang dengan trafik penerbangan mencapai 241 pergerakan pesawat. Bandara Juanda Surabaya menjadi yang tersibuk kedua dengan melayani total 21.246 penumpang serta trafik penerbangan mencapai 186 pergerakan pesawat. Sedangkan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani sebanyak 14.441 penumpang dengan trafik penerbangan mencapai 160 pergerakan pesawat.

“Dalam menghadapi peningkatan trafik ini, Angkasa Pura I senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara konsisten. Kami juga menghimbau bagi para calon penumpang dan pengguna jasa bandara lainnya untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan kerap mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer,” ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan. []

Continue Reading

Airport Services

Tingkatkan Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Angkasa Pura I Konsisten Kembangkan Bandara

MediaBUMN

Published

on

Bandara

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa mendukung peningkatan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia melalui pengembangan bandara dan kontribusi terhadap pemberdayaan sosial.

Sejak dilantik menjadi Menteri BUMN 23 Oktober 2019 lalu, Erick Thohir telah turut meresmikan dua bandara Angkasa Pura I yang telah dikembangkan, yaitu Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada 18 Desember 2019 dan Bandara Internasional Yogyakarta pada 28 Agustus 2020.

“Kontribusi positif Angkasa Pura I terhadap peningkatan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun yang dapat dilihat dari bertambahnya kapasitas bandara-bandara kelolaan melalui pembangunan bandara baru dan pengembangan bandara eksisting, kontribusi terhadap perekonomian daerah, dan perwujudan konektivitas udara di wilayah tengah dan timur Indonesia. Tentunya capaian di bidang ekonomi ini terus kami kembangkan dengan berpegang pada prinsip triple bottom line ekonomi, lingkungan, dan sosial,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Selain peresmian kedua bandara tersebut, atas dukungan Menteri BUMN Erick Thohir, Angkasa Pura I juga aktif melakukan ekspansi bisnis melalui kerja sama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) untuk membangun konsorsium terkait Seleksi Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim Batam serta kerja Safe Corridor Initiative (SCI) Incheon – Denpasar. Selain dengan IIAC, Angkasa Pura I juga melakukan kerja sama dengan PT Gudang Garam Tbk. terkait rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri.

Pada masa kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, Angkasa Pura I juga menerima sebanyak 9 penghargaan prestisius Airport Service Quality Awards (ASQ Awards) dari Airports Council International (ACI) yang berbasis di Montreal, Kanada.

Adapun 9 penghargaan ini dianugerahkan kepada 3 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I yaitu:

1. Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan meraih 4 penghargaan pada kategori bandara dengan trafik penumpang 5-15 juta pernumpang per tahun:

– “Best Airport by Size in Asia Pacific”,

– “Best Environment & Ambience by Size”,

– “Best Customer Service”, dan

– “Best Infrastructure & Facilitation”.

2. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meraih 3 penghargaan pada kategori bandara dengan trafik 15-25 penumpang per tahun:

– “Best Airport by Size in Asia Pacific”,

– “Best Customer Service”,

– “Best Infrastructure & Facilitation”.

3. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar meraih 2 penghargaan pada kategori bandara dengan trafik 5-15 juta penumpang per tahun:

– “Best Airport by Size”

– “Best Infrastructure & Facilitation”.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Angkasa Pura I mengemban tugas dan amanah dari negara melalui multiperan yaitu sebagai korporasi negara, sebagai penyedia infrastruktur, sebagai agen pembangunan, dan penunjang ketahanan NKRI, serta penunjang bantuan tanggap darurat.

Sebagai korporasi negara, Angkasa Pura I memberi keuntungan dan dividen melalui jasa pengelolaan bandara. Sejak 2014 hingga 2018, pertumbuhan pendapatan rata-rata tahunan (compound annual growth rate) mencapai 16,4% dengan rincian pendapatan pada 2014 sebesar Rp4,8 triliun; pada 2015 sebesar Rp5,5 triliun; pada 2016 sebesar Rp6,3 triliun; pada 2017 sebesar Rp7,5 triliun; dan pada 2018 sebesar Rp8,9 triliun. Sedangkan pertumbuhan profit rata-rata (CAGR) pada periode tersebut mencapai 19,2% dengan rincian profit yaitu pada 2014 sebesar Rp934 miliar; pada 2015 sebesar Rp842 miliar; pada 2016 sebesar Rp1,1 triliun; pada 2017 sebesar Rp1,4 triliun, dan pada 2018 sebesar Rp2 triliun.

Sebagai penyedia infrastruktur negara, Angkasa Pura I menyediakan infrastruktur transportasi udara yang berperan dalam pengembangan konektivitas wilayah tengah dan timur Indonesia. Hingga 2020, Angkasa Pura I mengelola 15 bandara secara komersial di tengah dan timur Indonesia. Sebagai agen pembangunan, Angkasa Pura I mendorong pertumbuhan perekonomian melalui penyediaan infrastruktur konektivitas nasional yang efisien serta mendukung pengembangan konektivitas dan fasilitas pendukung pariwisata melalui penyediaan fasilitas pendukung, seperti public restroom di destinasi pariwisata (Pantai Lasiana Kupang, Pantai Pulisan Minahasa Utara, Pantai Pinus Pengger Yogyakarta, Taman Satwa Taru Juurg Surakarta, Pura Besakih Bali, Taman Bantimurung Maros).

Sebagai penunjang ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Angkasa Pura I membangun dan mengelola bandara yang merupakan pintu gerbang masuk bagi kepentingan sosial politik negara serta merupakan bagian dari pertahanan negara. Sebagai penunjang bantuan tanggap darurat, bandara dijadikan Pemerintah dan TNI sebagai jalan masuk dan pangkalan dan pasokan bantuan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!