Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Obligasi dengan Kupon 10 Persen Diterbitkan PNM

MediaBUMN

Published

on

Obligasi

Obligasi memang sering diterbitkan suatu perusahaan sebagai cara menghimpun dana masyarakat. Jenis investasi ini banyak diterbitkan oleh perusahaan berpelat merah, seperti PNM.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) merupakan perusahaan di bawah Kementerian BUMN yang bergerak dalam bidang investasi, pembiayaan, dan penanaman modal.

Dalam waktu dekat, PNM berencana menerbitkan surat utang berkelanjutan hingga tahap III senilai Rp6 triliun.

Surat utang yang direncanakan tersebut memberikan bunga 10 persen, lebih tinggi dibandingkan suku bunga acuan dari Bank Indonesia dan deposito umumnya. Dalam hal ini berarti PNM menjadi pihak yang berutang dan investor yang membeli adalah pemberi pinjaman.

Tahap I penawaran tersebut direncanakan akan digulirkan tahun 2019 ini. Direktur Utama PNM, Arief Muyadi menyebutkan bahwa penawaran awal atau booking building akan dilaksanakan sejak tanggal 29 April sampai 8 Mei 2019. Sementara penawaran umum rencana beberapa hari sesudahnya, yaitu 21 sampai 23 Mei 2019, dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), 29 Mei 2019.

Obligasi Tahap I

Penerbitan obligasi PNM tahap I tahun 2019 senilai Rp2 triliun dan dibagi menjadi dua, seri A dan seri B. Seri A merupakan surat utang dengan pengembalian atau tenor selama 3 tahun dengan kupon sebesar 8,75 sampai 9,75 persen. Seri B merupakan surat utang dengan pengembalian pinjaman 5 tahun dan kupon atau bunga pinjaman sebesar 9 sampai 10 persen.

Arief menegaskan kembali bahwa penerbitan obligasi dalam rangka memperkuat modal dalam bisnis pembiayaan dan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengahy. Sebuah usaha yang masih mempunyai prospek menjanjikan di Indonesia dan harus dimaksimalkan. Usaha ini jika maju akan membantu mengentaskan masalah kesejahteraan masyarakat.

Penjamin emisi obligasi yang diterbitkan oleh PNM, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Premier Sekuritas.

Di sisi lain, obligasi PNM juga didukung oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal, yaitu Akuntan Publik Husni, Mucharam dan Rasidi; Konsultan Hukum Radjiman, Bilitea dan Partners; dan Wali Amanat PT Bank Niaga Tbk. []

Perbankan

bank bjb Peduli, Berikan Bantuan Untuk Korban Longsor Bogor

MediaBUMN

Published

on

longsor

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank bjb menunjukkan kepeduliannya atas sejumlah bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya longsor di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Kepedulian tersebut ditunjukkan bank bjb dengan langsung turun tangan memberi bantuan kepada korban bencana.

Bantuan ini merupakan lanjutan penanganan bencana dari program Pemda bersama bank bjb di Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaannya, bank bjb telah mendirikan posko bantuan yang berfungsi sebagai lokasi pemberian sejumlah bahan makanan, kesehatan dan penampungan sementara korban longsor yang belum tertangani dengan baik.

“Posko bantuan bank bjb berfungsi sebagai dapur umum yang memenuhi kebutuhan makanan. Selain itu berperan juga untuk posko penampungan korban bencana dan tim sukarelawan, pos kesehatan, serta pos evakuasi,” jelas Pimpinan Wilayah II bank bjb, Mohammad Mufti pada Selasa (22/1/2019).

Sementara itu, Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, menerangkan jika kondisi darurat masih berlangsung dan bantuan dibutuhkan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan posko bantuan akan terus berlanjut.

“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk keprihatinan dan simpati kami kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Bogor dan Banten. Bank bjb mencoba berkontribusi setulus hati demi meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang memerlukan bantuan,” kata Yuddy.

Di satu sisi, Yuddy berharap uluran tangan dari bank bjb tersebut bisa memberi kekuatan serta disambut baik dengan harapan kondisi ini segera dilewati.

“Diharapkan bantuan ini memberi manfaat sebanyak-banyaknya. bank bjb mengajak semua pihak saling berpegangan tangan agar kita semua senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi bencana alam ini,” ujar Yuddy. []

Continue Reading

Asuransi

Catat! Kementerian BUMN Bakal Cicil Dana Nasabah Jiwasraya

CHRIESTIAN

Published

on

nasabah Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana nasabah Jiwasraya bakal dikembalikan oleh Kementerian BUMN dengan cara dicicil. Hal ini ditegaskan Staff khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

“Dana gagal bayar nasabah Jiwasraya bakal dicicil mulai awal Maret 2020 mendatang,” ujarnya.

Menurutnya Menteri BUMN Erick Thohir, telah menyampaikan bahwa untuk pembayaran bertahap ini diperkirakan mencapai Rp2 triliun untuk beberapa nasabah prioritas terlebih dahulu.

“Ada nasabah Jiwasraya prioritas yang didalam daftarnya sangat membutuhkan dananya,” pungkas Arya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dana tersebut diperoleh dari investasi yang akan masuk ke holding asuransi BUMN yang saat ini akan dibentuk.

“Dana yang masuk mencapai sampai Maret ini sekitar Rp3 triliun. kemudian masuk di kuartal II menjadi Rp5 triliun. Awal Maret depan diharapakan sudah bisa mulai dibagi-bagi,” ujarnya.

Saat ini Kementerian BUMN, jelas Arya, tengah mengejar pembentukan holding BUMN di sektor asuransi. Prosesnya saat ini masih menggarap Peraturan Pemerintah untuk mengubah status perusahan asuransi Jamkrindo menjadi perusahaan terbuka (PT) dari yang sebelumnya berstatus Perusahaan Umum atau Perum.

“Ini dilakukan harus agar Jamkrindo bisa masuk ke dalam holding asuransi. Setelah itu, kementerian akan menggarap PP untuk membuat holding asuransi BUMN,” parap Arya.

Kemudian, Arya memaparkan pihaknya membentuk anak perusahaan untuk menampung dana investasi yang akan digunakan untuk membayar dana nasabah Jiwasraya. Dia menjelaskan urusan landasan hukum bakal selesai di bulan Februari.

“Selanjutnya, kami bikin anak perusahaan, kami harapkan anaknya ini bisa dapat investasi dari luar. Kami bidik kuartal pertama bisa masuk langsung berjalan, urusan surat-surat kertas (landasan hukum) bisa beres bulan 2,” tutup Arya. []

Continue Reading

Asuransi

Jiwasraya dan Asabri Punya 13 Persen Saham PP Properti

Alfian Setya Saputra

Published

on

Jiwasraya dan Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jiwasraya dan Asabri tengah menjadi sorotan tajam masyarakat menyusul gagal bayar dana nasabah Jiwasraya dan sejumlah dugaan korupsi di tubuh Asabri yang nilainya fantastis mencapai Rp10 triliun.

Adapun portofolio investasi kedua BUMN asuransi ini pada saham emiten-emiten di lantai bursa mengalami penurunan yang cukup tajam. Salah satunya investasi pada emiten PPRO (PT PP Properti Tbk).

Berdasarkan laporan BEI, sejak awal tahun hingga kemarin (20 Januari) harga saham PPRO terkoreksi hingga 16,18 persen ke level Rp57 per saham. Adapun dalam satu minggu terakhir nilai saham PPRO tergerus hingga minus 13,64 persen.

Kepada mediabumn Direktur Keuangan PT PP Properti Indaryanto mengatakan bahwa apabila dijumlah saham Jiwasraya dan Asabri pada PPRO mencapai 13 persen.

“Porsinya Jiwasraya dan Asabri masing-masing 13 persen dan 5 persen. Sampai dengan kemarin porsi kepemilikan saham kedua perusahaan pelat merah itu belum berubah,” terang Indaryanto.

Pergerakan saham PPRO yang volatil ini menurutnya diluar kendali perusahaan karena seluruh pergerakan saham mengacu terhadap mekanisme pasar.

“Pergerakan saham Jiwasraya dan Asabri yang turun pada PPRO adalah diluar kendali manajemen. Kami tidak tahu soal itu,” ujarnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM