NPL BTN Naik! Perseroan Gandeng Asuransi BUMN

oleh
NPL BTN

NPL BTN (rasio kredit bermasalah) per Juni 2019 berada di level 3,32 persen atau mengalami peningkatan dari periode sama tahun 2018 yang sebesar 2,78 persen. NPL BTN pada posisi tersebut merupakan level tertinggi sejak tahun 2016 silam.

Menurut Direktur Keuangan, Tresuri dan Strategi BTN Nixon Napitupulu, NPL BTN hingga akhir tahun 2019 ditargetkan terjaga hingga di level maksimal 2,95 persen.

“Kami terus melakukan beberapa upaya dalam peningkatan kualitas aset salah satunya kami membatasi penyaluran pembiayaan ke sektor high rise building. Paling tidak hingga akhir tahun ini hanya ada dua kredit bangunan tinggi yang disetujui. Ke depan kami akan sangat selektif dalam penyaluran. Selain itu,” jelasnya di Jakarta belum lama ini.

Lebih lanjut, Nixon juga mengakui jika beberapa KPR non subsidi ada yang mengalami kenaikan NPL BTN terutama untuk KPR dengan ticket size hingga maksimal Rp500 juta dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi meroketnya NPL BTN di segmen KPR non subsidi, imbuh Nixon, pihaknya juga akan menerapkan asuransi kerugian kredit untuk menjaga portofolio pada September 2019.

“Khususnya untuk segmen debitur pendapatan tidak tetap seperti wiraswasta. Kami akan merangkul perusahaan asuransi kredit BUMN,” ujarnya.

Lebih lanjut Nixon mengatakan bahwa sesuai dengan rencana perseroan jika dalam waktu dua bulan BTN akan mengimplementasikan asuransi kredit KPR non subsidi.

“Kondisi pasar yang tengah mengalami perlambatan tentunya tidak bisa dipaksa untuk tumbuh. Untuk menjual NPL pun tentunya tidak semudah dulu,” tutupnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *