NPL Bank Mandiri Cetak Rekor Terendah Sejak 2015

oleh
NPL Bank Mandiri

NPL Bank Mandiri (Non Performing Loan / NPL) alias rasio kredit bermasalah mencatatkan rekor terendah sejak tahun 2015. Bank BUMN ini berhasil menurunkan level NPL dari 3,01 persen pada September 2018 menjadi 2,53 persen sampai akhir September 2019.

Menurut Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan NPL Bank Mandiri yang turun tersebut menjadi posisi terendah sejak kuartal III tahun2015 silam. Namun, apabila merujuk pada data historis level NPL Bank Mandiri tertinggi yaitu pada kuartal IV tahun 2018 lalu yang menyentuh level 4 persen.

“Sejak itu NPL Bank Mandiri terus menurun seiring perbaikan pada penyaluran kredti yang berkualitas. Nilai NPL tersebut sudah kembali ke masa 2015,” ujar Panji.

NPL Bank Mandiri yang terus mengalami perbaikan tersebut tentunya memberi dampak positif teradap cost of credit (CoC) atau biaya kredit perusahaan. per September 2019 CoC Bank Mandiri tercatat mengalami penurunan sebanyak 26 basis poin (bps) menjadi 1,48.

Meski demikian bank berlogo pita emas ini terus tetap secara konsisten menjaga kualitas kreditnya dengan mendorong coverage ratio sebesar 15,27 persen menjadi 152,23 persen per September 2019.

Sementara itu menurut Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin, Bank Mandiri diakui sudah mulai mengurangi portofolio yang memiliki risiko tinggi dan beralih kepada segmen dengan risiko yang dinilai rendah dan aman.

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan negatif pada segmen kredit komersial dalam tiga tahun terakhir ini.

“Upaya perbaikan kualitas dalam penyaluran kredit masih akan terus kami lakukan hingga akhir tahun. Sampai akhir tahun NPL Bank Mandiri akan dijaga hingga pada level 2,4 persen,” tutup Ahmad Siddik. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *