NIM Bank BUMN Masih Akan Bertahan di Level 5%

by

Margin bunga bersih bank-bank BUMN akan lebih ramping. Hal ini dikarenakan bank plat merah tersebut harus lebih efisien di tengah kenaikan bunga deposito yang tidak dibarengi oleh peningkatan bunga kredit.

Beberapa bankir memproyeksikan sampai dengan akhir 2018 margin bunga bersih akan terkoreksi sebesar 10bps-20bps, tetapi NIM (net interest margin) akan tetap bertahan pada level 5%.

Direktur Keuangan BNI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan bahwa akhir tahun 2018 pihaknya memprediksi rasio NIM akan berada pada posisi 5,3-5,4%.

“Lebih rendah dari tahun lalu yang pada level 5,5%,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan penurunan margin bunga bersih itu seiring dengan adanya tren bunga dana yang mengalami kenaikan. oleh karena itu BNI, imbuh Anggoro, telah menyiapkan sejumlah rencana strategis.

Kami siap melakukan ekpansi di sektor prospektif dan melakukan remedial serta restrukturisasi guna menjaga kualitas aset,” paparnya.

Sementara itu Direktur Utama Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa adanya kenaikan bunga acuan akan terjadi tekanan pada margin bank karena bunga deposito naik sementara tidak demikian dengan bunga deposito.

“Akhir tahun nanti NIM Bank Mandiri kemungkiinan akan tertekan 10bps-20bps menjadi 5,6-5,7%. Posisi NIM Bank Mandiri saat ini yaitu 5,8%,” ujarnya.

Bank BUMN lainnya yaitu BRI yang masih berfikir untuk menaikan bunga kredit. Menurut Direktur Utama BRI, Suprajarto, dengan kondisi tersebut tentunya akan ada koreksi pada margin.

“Akhir tahun 2018 nanti rasio NIM BRI diprediksi mencapai 7,3%,” ujarnya.

Sementara itu Direktur BTN Mahelan Prabantarikso memprediksi akhir tahun ini margin BTN akan mencapai 5% atau lebih tinggi dibandingkan NIM pada tahun lalu yang hanya berada pada level 4,76%.

“Kami akan murunkan biaya dana dengan cara menghimpun dana murah yang lebih meningkat,” terangnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *