Nasib Pendanaan Proyek BUMN Pasca Amukan Dollar AS

oleh
Proyek BUMN

Proyek BUMN dari sisi pendanaan menjadi kekhawatiran besar pasca melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Bahkan potensi gagal bayar hingga kebangkrutan pun seolah bisa terjadi.

‎Pengamat Ekonomi Christian Wibisono menilai menjamurnya proyek-proyek BUMN masih dalam kategori aman dari sisi pendanaan. Bahkan risiko gagal bayar hingga kebangkrutan pun dirasakan sangat mustahil terjadi.

Sebut saja proyek infrastruktur yang dilaksanakan BUMN! Karena proyek tersebut memiliki tujuan untuk kebutuhan masyarakat sehingga mendapatkan jaminan keuntungan saat proyek tersebut mulai beroperasi.

“Keseimbangannya bisa terlihat dari peningkatan ekspor serta pengurangan jumlah impor sehingga menarik investasi melalui proyek infrastruktur,” ujarnya.

Baca juga: Dollar AS Nagmuk, Ini Kata Jokowi

Menurutnya, BUMN memiliki dasar perhitungan dalam internal rate of return (IRR) sehingga berani menjamin keuangannya tidak memiliki risiko. Karena dengan perhitungan yang matang maka BUMN bisa menentukan stabilitas rupiah.

“Semua pelaku bisnis pasti mengacu pada IRR ketika menggarap proyek,” tukasnya.

Selanjutnya BUMN dihimbau agar semakin meningkatkan efisiensi secara berkelanjutan dalam pengelolaan korporasinya sehingga tidak terjerat dalam inefisiensi birokrasi.

“Semua pembangunan wajib diarahkan untuk mencapai tingkat efisiensi serta produktivitas yang mampu berdaya saing secara global,” tutupnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *