Connect with us
PERTAMINA

Jasa Keuangan

MUF Online Autoshow Digelar, Mandiri Dorong Pemulihan Ekonomi

Alfian Setya Saputra

Published

on

MUF Online Autoshow

MEDIABUMN.COM, Jakarta – MUF Online Autoshow 2020 yaitu pameran mobil dan motor resmi digelar PT Mandiri Utara Finance mulai 11 Juli hingga 19 Juli 2020.

Kegiatan ini dibuka untuk konsumen yang berdomisili di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya melalui website www.mufautoshow.id.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, gelaran MUF Online Autoshow 2020 untuk mendorong bisnis serta pemulihan ekonomi nasional.

“Kami mendukung inisiatif MUF Online Autoshow ini karena sejalan dengan keinginan Bank Mandiri sebagai induk perusahaan untuk menjadikan Mandiri Group sebagai salah satu penyedia produk keuangan dengan layanan digital terbaik,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Rabu (15/7/2020).

Kegiatan ini pun digelar anak usaha PT Bank Mandiri ini secara online lantaran saat ini masih dalam kondisi pembatasan sosial skala besar sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Namun masyarakat juga bisa mengunjungi pameran secara langsung di Lantai 4 Gedung Parkir Menara Mandiri mulai 15-17 Juli dengan tetap menjalankan standar protokol kesehatan.

Hery berharap event MUF Online Autoshow bisa meningkatkan antusias masyarakat untuk berbelanja, sehingga dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan kembali menggerakan roda perekonomian yang sempat melambat.

Menurutnya, dengan kegiatan ini masyarakat akan mendapatkan pengalaman belanja melalui website www.mufautoshow.id, untuk mendapatkan mobil baru, motor baru, mobil bekas, dan motor bekas.

“Untuk mobil baru, MUF telah bekerjasama dengan dealer resmi Mercedes Benz, Toyota, Suzuki, Honda, BMW, Daihatsu, Mitsubishi, Kia, dan Lexus. Sementara untuk motor dengan dealer Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki dan Vespa,” jelasnya.

Beragam Promo MUF Online Autoshow

Sementara Presiden Direktur Mandiri Utama Finance Stanley Setia Atmadja mengatakan, pihaknya menyiapkan beragam promo khusus untuk menarik perhatian pengunjung.

Pengunjung bisa mendapatkan penawaran mobil baru dengan pembiayaan bunga 0 persen untuk merek tertentu, bunga mulai 2,99 persen untuk berbagai merek mobil lainnya, dan bunga mobil bekas mulai 6,75 persen.

Kemudian angsuran sepeda motor baru mulai Rp19ribu per hari, serta penawaran motor bekas dengan potongan angsuran hingga 3 kali.

“Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan proses tukar tambah dengan persyaratan yang sangat mudah di ajang pameran MUF Online Autoshow 2020, ataupun pada pameran offline di Gedung Menara Mandiri,” ungkapnya.

Adapun cara pemesanan kendaraan dalam MUF Online Autoshow 2020 juga terbilang mudah.

Pelanggan hanya perlu memilih kendaraan yang diinginkan, pilih besaran DP dan jangka waktu kredit lalu mengisi data diri dan pengajuan kredit sudah bisa langsung diproses.

“Sama seperti proses jual beli kendaraan secara offline, pelanggan juga dapat mencoba kendaraan (test drive) yang dipilih. Pembeli akan semakin dipermudah karena MUF Online Autoshow juga dilengkapi dengan online chat dan nomor call center yang siap membantu,” tutupnya. []

Jasa Keuangan

Utang PNM Senilai Rp390 Milliar Kepada Investor Lunas

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Utang PNM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang PNM atau PT Permodalan Nasional Madani (Persero) senilai Rp390 miliar resmi dilunasi pada Jumat, (25/9/2020).

Utang PNM itu berupa surat utang jangka menengah atau medium terms notes (MTN) XVIII tahun 2018 Seri A.

Surat utang jangka menengah ini digunakan pihak PNM untuk modal kerja yang disalurkan sebagai pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ultra mikro yang jatuh tempo pada 27 September 2020.

Sunar Basuki selaku Executive Vice President Keuangan dan Operasional PT PNM (Persero) mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kepercayaan investor.

Salah satunya dengan melunasi setiap utang PNM dan kewajiban yang akan jatuh tempo termasuk, surat utang jangka menengah tahun 2018.
Menurut Basuki, meskipun PT PNM juga terdampak pandemi covid-19, namun likuiditas perusahaan masih tetap terjaga.

“Hal itu lantaran ekonomi nasabah yang kami biayai saat ini kembali bangkit. Pertumbuhan penyaluran pembiayaan sudha terjadi sejak awal semester II tahun ini, dan menjadi momentum kebangkitan kinerja perseroan,” kata Basuki di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Tercatat hingga 24 September 2020, penyaluran pembiayaan dari PNM sudah mencapai Rp16,0 triliun untuk program Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dan PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Pada periode yang sama, outstanding PT PNM mencapai Rp19,1 triliun, sementara rasio non performing loan (NPL) konsolidasi pada level 1,38 persen

“Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, kami telah menyalurkan pembiayaan kepada 6.838.121 nasabah. Agar dapat tetap produktif selama pandemi, perseroan juga tetap memberikan pelatihan dan pendampingan kepada nasabah melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha,” jelasnya.

Sebagai informasi, surat utang jangka menengah (MTN) XVIII PT PNM tahun 2018 Seri A diterbitkan pada 27 September 2018 dan memiliki besaran bunga 9,25 persen.

Sebelumnya, perusahaan pembiayaan ini juga telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap 1 Seri A Tahun 2017 sebesar Rp750 milliar yang jatuh tempo pada 12 Juli lalu.

Saat ini PT PNM memiliki lebih dari 3.000 kantor layanan di seluruh daerah di Indonesia yang melayani Usaha Mikro dan Kecil di 34 Provinsi, 427 Kabupaten/Kota, dan 4.290 Kecamatan.

Continue Reading

Jasa Keuangan

Pefindo Biro Kredit Perkuat Layanan Berbasis Digital

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pefindo Biro Kredit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pefindo Biro Kredit terus berupaya memperkuat manajemen perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis yang sedang dijalankan.

Ekspansi yang dimaksud adalah perluasan pangsa pasar dan pengembangan produk yang berbasis layanan data digital dan teknologi.

Penguatan strategi bisnis PT Pefindo Biro Kredit ini diharapkan dapat semakin dipacu usai perombakan jajaran direksi dan komisaris di perusahaan tersebut.

Diketahui, perusahaan pelat merah ini baru saja merombak susunan pengurusnya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

Dalam RUPS ini ditetapkan susunan pengurus baru yaitu Komisaris Utama Hamdi Hassyarbaini dan Komisaris Endang Kussulanjari Tri Subari.

Kemudian di jajaran Direksi, Direktur Utama ditempati Yohanes Arts Abimanyu sementara dua jabatan Direktur diisi oleh M. Mukhlis
dan Wahyu Trenggono.

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit, Yohanes Arts Abimanyu menjelaskan perubahan ini merupakan wujud komitmen pemegang saham untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan yuang berkesinambungan.

“Manajemen yang baru dilantik ini diharapkan bisa mendorong percepatan pertumbuhan bisnis perusahaan sesuai perkembangan usaha yang semakin dinamis,” jelas Abimanyu, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya, tansformasi layanan digital dan perkembangan industri jasa keuangan saatini berkembang pesat.

Perubahan itu menuntut semua pihak terus beradaptasi dan melakukan berbagai inovasi untuk menyediakan layanan informasi perkreditan bagi industri jasa keuangan.

“Termasuk memperluas basis keanggotaan serta mendukung peningkatan inklusi keuangan, dan terus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dalam melakukan kegiatan usaha termasuk aspek keamanan informasi,” jelasnya.

Pefindo Biro Kredit Jadi Solusi

Adapun saham perusahaan ini dimiliki sejumlah perusahaan yaitu PT Pefindo, PT Pegadaian, PT Taspen, PT Bursa Efek Indonesia, PT Telkom Sigma, PT Consumer Information Consulting, dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.

Bisnis Pefindo Biro Kredit selama ini yaitu pengumpulan data kredit dari lembaga keuangan dan data non kredit dari sejumlah lembaga dan instansi publik.

Data itu lalu diolah dan disajikan, di antaranya dalam bentuk laporan dan skor yang dapat diakses oleh para anggota yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 308 lembaga.

Abimayu berharap layanan dari perusahaan tersebut bisa menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan lembaga keuangan di setiap tahap siklus kredit secara terintegrasi.

“Dengan layanana itu tentunya akan dapat meningkatkan kualitas kredit, menurunkan Non Performing Loan (NPL), mengurangi ketidaksesuaian informasi dan mendukung inkulasi keuangan dalam hal akses ke pembiayaan,” tambahnya.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, saat ini PEFINDO Biro Kredit memiliki layanan dengan brand IdScore yang menyediakan enam produk informasi perkreditan unggulan yaitu IdScore, IdReport, IdScore+ yang merupakan kombinasi IdScore dan IdReport, IdMarket Profile, IdBenchmarking, dan IdAlternativeScore. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Pendanaan PT SMI ke Sektor Energi Baru Terbarukan Masih Minim

EKO PRASETYO

Published

on

Pendanaan PT SMI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendanaan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) di bidang pengembangan energi baru terbarukan (EBT) hingga saat ini masih minim.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR-RI , Jakarta, Senin (21/9/2020).

Edwin mengatakan, meski pendanaan PT SMI untuk sektor EBT masih kecil, tapi pendanaan di sektor ini mencakup banyak sumber energi.

Seperti pengembangan biomassa, mini hidro, pengolahan panas bumi dan pembangkit tenaga angin di Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan, PT SMI sudah berkomitmen dalam pengembangan energi terbarukan dan akan mengeluarkan pendanaan untuk 11 proyek.

“Total komitmen pendanaan PT SMI yang diberikan lebih dari Rp2 triliun. Proyek tersebut menghasilkan daya berkapasitas lebih dari 475 megawatt,” ujarnya.

Pendanaan PT SMI ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim, karena sudah ada dukungan pemerintah dan SMI pada sektor bumi khususnya pada tahapan eksplotasi.

Ia menjelaskan, berbagi dukungan ini bisa dalam bentuk pinjaman langsung.

Seperti halnya di PLTP Dieng dengan kapasitas 10 megawatt, proyek penugasan Waesano di Manggarai Barat dengan potensi 30 megawatt dalam pengeboran eksplorasi oleh Pemerintah.

Kemudian pengeboran oleh BUMN dengan memberikan fasilitas pinjaman dengan porsi de-risking dan mitigasi risiko sumber panas pengeboran swasta dengan fasilitas pinjaman dengan porsi de-risking dari donor.

“Dalam regulasi terhadap EBT ini perlu pembagian risiko yang optimal. Pada prinsipnya, setiap risiko harus dialokasikan kepada pihak yang tepat untuk mengelola. Diperlukan juga regulasi yang kondusif untuk mendorong investasi,” ujarnya.

Menurut Edwin, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian dalam pendanaan PT SMI di antaranya kapasitas sponsor proyek, kapabilitas dan rekam jejak EPC, Cashflow yang stabil dari proyek, struktur pembiayaan yang tepat dan pihak-pihak yang kompeten.

Untuk itu, butuh kerjasama yang erat antara pemerintah, BUMN atau swasta untuk memenuhi target 23 persen Energi Baru Terbarukan di tahun 2025 mendatang. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!