Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Milenial Pemimpin BUMN, Erick Thohir Targetkan 5 Persen Direksi dan Komisaris

CHRIESTIAN

Published

on

Milenial pemimpin BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Milenial pemimpin BUMN menjadi salah satu target Menteri BUMN Erick Thohir dalam melakukan pembaharuan di berbagai perusahaan pelat merah.

Erick bahkan menargetkan minimal sebanyak 5 persen di jajaran direksi dan komisaris BUMN akan diisi oleh anak-anak muda.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjadikan milenial pemimpin BUMN yakni melalui program CEO dan CFO Muda Rumah BUMN.

Erick Thohir menjelaskan, program CEO dan CFO Muda Rumah BUMN dirancang sebagai upaya penerapan dari pengembangan talenta muda yang menjadi bagian dari lima prioritas Kementerian BUMN.

Program ini di antaranya assessment dan leadership serta managerial dan entrepreneurship bootcamp.

“Target lima persen milenial pemimpin BUMN kita siapkan program CEO dan CFO Muda Rumah BUMN. Mereka nantinya punya kesempatan mengisi jajaran direksi dan komisaris. Ini merupakan lanjutan dari program Rumah BUMN yang diinisiasi Kementerian BUMN sejak 2016 lalu,” ujar Erick dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Maret 2021.

Ia menjelaskan, program ini dirancang untuk menggali dan meningkatkan potensi pemimpin muda di perusahaan pelat merah.

Sehingga para generasi milenial bisa semakin berkontribusi bagi kemajuan masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Tercatat, saat ini sudah ada 246 Rumah BUMN yang berdiri di berbagai wilayah di Indonesia yang dikelola oleh 14 perusahaan pelat merah.

“Kami mempercepat target 5 persen milenial pemimpin BUMN. Termasuk dalam pengembangan UMKM, pembinaan usaha kecil, pemberdayaan lingkungan, hingga pengembangan satgas bencana,” tandasnya.

Dorong Milenial Pemimpin BUMN

Sementara Alex Denni selaku Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN mengatakan, para pemimpin muda harus menerapkan prinsip AKHLAK.

Yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif sesuai arahan dari Menteri Erick Thohir.

Melalui CEO dan CFO Muda tersebut, sambung dia, Kementerian BUMN akan mencetak generasi milenial pemimpin BUMN di masa depan yang senantiasa belajar, bertumbuh, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

“Sudah ada 8 orang terpilih dari program ini yang berasal dari PT BRI, PT Bank Mandiri, PT Pertamina, dan PT Telkom Indonesia. Mereka sudah melalui proses seleksi pada bulan Februari lalu dan bersaing dengan 36 orang lainnya,” kata Alex.

Hal senada disampaikan Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Ia menegaskan, ke depan, milenial pemimpin BUMN harus memiliki karakter dan nilai-nilai AKHLAK yang kuat.

Para pemuda yang mendapat kesempatan menjadi memimpin di perusahaan milik Negara harus mampu membawa perubahan untuk kemajuan. Tidak hanya bagi diri sendiri dan perusahaan yang dipimpin, tapi juga untuk kemajuan Indonesia,” pungkasnya. []

HIGHLIGHT BUMN

Transformasi BUMN Kembali Diingatkan, Erick Thohir : Untuk Kemajuan Negara!

Alfian Setya Saputra

Published

on

Transformasi BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Transformasi BUMN kembali diingatkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir agar dijalankan oleh manajemen perusahaan.

Kali ini, Erick menyampaikan pesan tersebut dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun Perum Bulog ke-54 tahun.

Menurut Erick, transformasi dan inovasi bisnis sangat penting untuk dijalankan, terlebih di masa pademi Covid-19 yang masih terjadi saat ini.

Maka transformasi BUMN menjadi prioritas utama dalam menjalankan bisnis dan operasional perusahaan agar bisa bersaing dengan pihak lain.

“Saat ini kita memperingati HUT Perum Bulog. Maka Bulog harus berinovasi dalam menjalankan bisnisnya guna menjaga ketahanan pangan di Indonesia,” kata Erick dalam cuplikan videonya, Senin (10/5/2021).

Menurut Erick, kemajuan teknologi yang terus bergerak pesat menjadi tantangan bagi bisnis perusahaan.

Jika BUMN ingin tetap hidup, maka perubahan itu harus bisa diikuti, terlebih di era globalisasi hingga era digitalisasi saat ini.

“Transformasi BUMN kita butuhkan sehingga bisnis yang dijalankan bisa sesuai dengan dinamika dan iklim usaha saat ini. Perusahaan BUMN, tak terkecuali Bulog menjalankan itu dan berinovasi agar kontribusinya kepada negara juga semakin meningkat,” jelasnya.

Di masa pandemi ini, sambung dia, kebutuhan pangan juga menjadi sektor yang menjadi prioritas berbagai negara untuk mencukupi kebutuhan warganya.

Maka Perum Bulog di usianya yang ke-54 tahun harus mampu menjawab berbagai tantangan sehingga bisa ikut mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Untuk diketahui, Kementerian BUMN selama beberapa tahun terakhir terus getol menyampaikan pesan transformasi BUMN.

Salah satu langkah besar yang dilakukan Erick Thohir adalah membentuk sejumlah Holding BUMN yang menjalankan bisnis di sektor yang sama.

Selain itu, bagi perusahaan pelat merah yang dinilai sudah tidak produktif, digabung dengan perusahaan yang lain, jika tetap tidak produktif akan dibubarkan.

Selain itu, sejumlah BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir juga mulai melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) di pasar modal.

Sebelumnya, IPO sudah dijalankan oleh 34 BUMN dan anak usaha lainnya, yang nantinya akan diikuti oleh 14 Perusahaan pelat merah lainnya yang kini sedang dipersiapkan.

Terkait transformasi BUMN, juga disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peringatan HUT Bulog.

Menurutnya, Perum Bulog harus beradaptasi dengan kemajuan yang ada sehingga bisa menjadi penopang dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Pembubaran BUMN Lanjut! Menteri Erick Thohir : Ada 7 Perusahaan!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Pembubaran BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pembubaran BUMN yang sudah tidak produktif akan dijalankan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tak tanggung-tanggung, totalnya ada tujuh perusahaan plat merah yang rencananya akan dihapus.

Langkah pembubaran BUMN ini dinilai menjadi solusi terbaik, karena ketujuh BUMN yang dimaksud sudah belasan tahun tidak beroperasi.

Menteri BUMN Erick Thohir, beberapa perusahaan tersebut sudah ‘mati suri’ sejak tahun 2008 lalu dan belum ada kejelasan hingga saat ini.

Untuk proses pembubaran BUMN ini, Kementerian akan melakukan asesmen terlebih dahulu yang dilakukan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA.

Karena selain pembubaran BUMN, opsi yang tersisa yang mungkin bisa dilakukan adalah digabung dengan BUMN lainnya.

“Jadi sudah dari tahun 2008 lalu nggak beroperasi. Sehingga hal ini perlu dilakukan untuk memberikan kepastian. BUMN harus siap bersaing mengikuti perkembangan,” kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Selasa (4/5/2021).

Hal senada disampaikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang menyebutkan, PPA akan melakukan penilian kembali mengenai pembubaran BUMN terkait.

Penilaian yang dilakukan di antaranya terkait aset, tenaga kerja dan operasional perusahaan, dan juga penyelesaian utang perusahaan.

Dia mencontohkan beberapa perusahaan milik negara yang terpaksa ‘disuntik mati’ seperti PT Kertas Leces, PT Kertas Kraft Aceh, dan PT Industri Glas.

Ia juga menjelaskan terkait maskapai PT Merpati Nusantara Airlines yang saat ini masih memiliki aset dengan jumlah yang besar.

Di antaranya fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul, tapi juga masih punya utang yang harus diselesaikan.

Sehingga pembubaran BUMN sektor aviasi ini butuh kajian dan pertimbangan yang matang.

“Jadi ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita untuk melakukan pembubaran BUMN. Apakah perusahaan itu masih punya utang dan berapa besaran asetnya,” kata Kartiko.

Meski begitu, Kartiko menyebutkan pembubaran beberapa perusahaan yang sudah tidak produktif tersebut paling lambat akan dilakukan pada semester kedua tahun ini.

Sebelumnya, pemerintah sudah mengevaluasi dan memetakan kondisi masing-masing perusahaan BUMN yang saat ini jumlah sebanyak 108.

Dari seluruh BUMN ini, diketahui ada 19 perusahaan yang sedang dilakukan restrukturisasi, sementara 7 di antaranya kemungkinan akan ditutup. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Direksi PT Perinus Dirombak, Erick Thohir Fokus Pembentukan Holding

EKO PRASETYO

Published

on

Direksi PT Perinus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi PT Perinus atau PT Perikanan Nusantara (Persero) kembali dirombak oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Perombakan di jajaran direksi PT Perinus ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-138/MBU/04/2021 per tanggal 29 April 2021.

Dalam SK tersebut, Menteri BUMN menetapkan Direktur Utama Perinus dijabat oleh Sigit Muhartono.

Ia menggantikan Dirut sebelumnya, Farida Mokodompit yang telah menjabat sejak 9 Juli tahun lalu.

Selain posisi Dirut, struktur kepemimpinan di perusahaan pelat merah ini juga mengalami perubahan sesuai nomenklatur yang baru.

Dimana jabatan Direktur Keuangan, SDM dan Umum resmi dihapus dari Direksi PT Perinus dan kini menjadi tanggungjawab langsung Direktur Utama.

Restrukturisasi internal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi manajemen yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan.

Sebagai bos baru Perinus, Sigit Muhartono akan mengemban berbaga tugas penting, salah satunya menjalankan proses merger dengan BUMN Perikanan lainnya yakni Perum Perindo.

Beberapa BUMN saat ini sedang dalam proses merger untuk membentuk Holding BUMN Klaster Pangan yang ditarget rampung di tahun ini.

Konsep bisnis kedua BUMN Pangan ini yakni akan membentuk konsolidasi baru di sektor perikanan.

Dimana Perindo akan fokus di bisnis pengelolaan pelabuhan perikanan dan budi daya, sedangkan Perinus fokus di sektor perikanan tangkap.

Kementerian BUMN juga memastikan merger kedua perusahaan perikanan ini tidak akan memberi dampak buruk bagi para nelayan.

Diketahui, Sigit sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kargo dan Niaga Internasional di Garuda Indonesia.

Atas penunjukan tugas baru ini, Sigit berjanji akan mengembalikan kejayaan PT Perinus, terlebih akan bergabung dengan Perum Perindo.

“Kami akan berupaya mengembalikan kinerja perusahaan Perinus yang lebih maksimal seperti dulu,” ujar Sigit.

Sementara Erick Thohir menyebut, setelah kedua BUMN akan digabung menjadi satu manajemen.

Namun kedua perusahaan ini dipastikan tidak akan memiliki kapal untuk tangkap ikan karena dinilai akan memberi dampak buruk bagi nelayan.

Terkait merger ini, Kementerian BUMN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyiapan rantai pasok pangan dari perseroan setelah digabungkan.

Berikut Susunan Direksi PT Perinus :

DIREKSI

Direktur Utama: Sigit Muhartono

Direktur Operasional dan Pemasaran: Primawan Badr

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama: Slamet Soebjakto

Komisaris: M Riza Adha Damanik

Komisaris Independen: Andre JO Sumual

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!