Menyoal Teknologi Digital BUMN, Ini Kata Pengamat

oleh
Teknologi digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Teknologi digital Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus didorong banyak pihak untuk bisa terus diupayakan optimalisasinya oleh pemerintah.

Salah satunya harapan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi. Heru berpendapat optimalisasi pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam berbagai aspek sudah seharusnya tak hanya dillakukan pemerintah.

Menurutnya tepat, jika digitalisasi masuk ke dalam hal yang berkaitan dengan percepatan pembangunan, dalam hal ini bisa bisa terus digenjot di sektor perusahaan BUMN.

Pernyataan ini juga berkaitan sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan memangkas eselon III dan IV dalam struktur jabatan pemerintahan dan menggantinya dengan kecerdasan buatan atau yang disebut artificial intelligance (AI).

“Saat ini tak ada sektor yang bisa bersembunyi dari perkembangan pemanfaatan digital. Apalagi hanya perusahaan BUMN,” kata Heru, Jumat (29/11).

Dengan adanya teknologi masuk ke BUMN, lanjutnya, proses kerja di BUMN diharapkan juga semakin baik, efisien dan dapat memberi banyak manfaat nyata ke stakeholders.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi di era saat ini bukan hanya dalam hal perekrutan digitalisasi, namun juga bisa lebih luas dari itu, contohnya saja dalam membuat perusahaan transparan dan efisien.

“Tentunya hal ini akan memberi peluang baru berbisnis dan menjawab tantangan zaman,” katanya.

Apalagi disampaikannya terkait bisnis tradisional yang terdisrupsi bisnis baru dengan basis digital dan mengadopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan, big data maupun internet of things.

Lantas Heri pun mengingatkan, jika tak memanfaatkan digitalisasi, tidak melakukan adopsi atas yang tercipta dari teknologi-teknologi baru, dan tidak bisa memanfaatkan peluang bisnis baru sesuai perkembangan zaman, tentunya akan membuat BUMN ketinggalan zaman, dan bisa kalah dalam bersaing.

Untuk itu, kata dia, diharapkan adanya transformasi digital yang dilakukan secara terpusat dan terkontrol.

Dengan demikian diharapkan dapat memberi dampak nyata dan dapat mendorong perusahaan seperti Waskita semakin produktif.

Apalagi diakuinya saat ini semua proses yang berlaku telah banyak yang digital. Contohynya saja dalam digitalisasi menghitung biaya agar lebih hemat dan hasil lebih maksimal.

Bahkan salah satu perusahaan BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk saat ini telah mulai menggenjot pemanfaatan teknologi digital.

Selain Heru, Director of Human Capital Management & System Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Hadjar Seti Adji juga mengatakan yang sama.

Menurutnya, perusahaan – perusahaan saat ini sudah mengaplikasikan penerapan teknologi digital teranyar di sektor konstruksi.

Contohnya saja seperti dalam penggunaan HoloLens sebagai media koordinasi BIM model secara hologram, penggunaan UAV Drone sebagai alat ukur dan alat bantu dalam mendapatkan data topografi secara cepat atau yang sering disebut dengan metode fotogrametri.

Disampaikannya pula, melalui penggunaan teknologi digital di berbagai proyek yang dikerjakan Waskita, koordinasi di antara semua pihak terlibat dalam suatu proyek maupun tahapan pembangunan yang akan bisa dilakukan lebih cepat, akurat, serta efektif dan efisien sesuai kebutuhan.

“Digitalisasi proses bisnis dilakukan perseroan, salah satu upaya manajemen menghadirkan The New Waskita,” tandasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *