Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Published

on

CEO TALK

Berjuta Pengalaman Denny Firdaus Tapaki Karir di Industri Hotel & Pariwisata

Published

on

Denny Firdaus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Denny Firdaus saat ini tercatat sebagai General Manager Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung. Di bawah leadershipnya, ia dinilai sukses membawa kemajuan bagi hotel yang terletak di di kompleks Lapangan Golf Dago Heritage 1917 tersebut

Petualangan karir yang panjang dan berliku mengiringi perjalanan hidup Denny Firdaus, hingga akhirnya mencapai titik posisi yang boleh dibilang “impian” bagi orang yang berkarir di industri perhotelan.

Tentu tidak mudah, butuh waktu dan pengalaman panjang sehingga mampu mengasah kematangan dan pengalaman seseorang untuk mencapai level tertinggi pada industri ini.

Sejak muda, Denny memulai karir dari posisi paling bawah. Saat masih kuliah, ia mencoba peruntungan dengan menjadi petugas penghubung atau Liaison Officer dalam acara Indonesia International Skydiving Championship pada 1989.

Sejak saat itu, Denny mulai berpikir untuk terus menjalani pekerjaan di bidang event organizer dan pariwisata karena menganggap sektor ini memiliki prospek yang baik dan bisa menghasilkan pendapatan mumpuni.

Selepas lulus kuliah di Universitas Dhyana Pura Bali, Denny melamar pekerjaan di bidang perhotelan dan menjadi Front Office Supervisor di Bali Anggrek Inn, Kuta. Kurang dari satu tahun, Denny beralih profesi menjadi tour guide di wilayah Sanur, sebelum akhirnya kembali bekerja di hotel, dan menjadi Receptionist di Natour Kuta Beach Hotel.

Tak berselang lama, Denny mencoba peruntungan di industri pesiar, dengan menjadi awak kapal pesiar yang melancong ke berbagai negara. Saat itu, yang ada di dalam bayangannya hanya kesenangan bisa berkeliling dunia gratis, tanpa memikirkan bagaimana lelahnya bekerja di kapal pesiar sepanjang hari tanpa kenal waktu.

Setelah menjalani berbagai pelatihan, Denny berlayar hingga ke Florida, Amerika Serikat, dan Alaska. “Mungkin itu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya, melihat negara-negara lain dari kacamata yang berbeda. Tidak semua orang punya kesempatan itu,” katanya.

Memulai dari Level Terendah

Setelah berlayar, Denny kembali ke daratan Pulau Dewata dan melanjutkan pengabdian dirinya menjadi petugas hotel di wilayah Kuta. Sejak saat itu, ia mulai memikirkan masa depan karir dan memiliki keinginan untuk menaikkan level tantangan dalam hidupnya dengan menjadi Assistant Front Office Manager.

Pada akhirnya, Denny menghentikan petualangan karirnya dan kembali berlabuh di hotel bintang lima di kawasan Jimbaran hingga bertahan selama lebih dari 7 tahun. Saat itu, Ia dipercaya memegang beberapa jabatan yang cukup krusial, antara lain, menjadi Night Manager, Manager on Duty, dan Assistant Reservation and Communication Manager. Dan cita-cita untuk mengembangkan karir mulai terpikirkan.

Bak gayung bersambut, hingga kemudian ada tawaran lain di Hotel Cabang International lainnya untuk berkarir sebagai Reservation Manager dan kemudian menjadi Resort Call Center Services Manager, yang mana Denny menghabiskan waktu 11 tahunnya di hotel yang berlokasi juga di Jimbaran tersebut.

Hingga kemudian tersadar untuk waktu 11 tahun yang cukup panjang itu, “Saat itu saya berpikir, masa segini aja, pasti saya bisa lebih maju,” ucapnya.

Yang mana, tantangan baru sebagai Rooms Division Manager dia raih dari salah satu resort berbintang 5 yang berlokasi di Ungasan, Bali.

Sampai akhirnya, setelah 3 tahun mengabdi di resort bintang 5 tersebut, Denny menjawab tantangan dan mengambil jabatan sebagai direktur operasi di salah satu hotel bagian dari Hotel Cabang Internasional.

Denny beberapa kali diberi kesempatan dan dipercaya oleh salah satu Hotel Cabang Internasional untuk menampuk tanggung jawab sebagai acting General Manager di hotel-hotel yang berlokasi di Belitung, Seminyak (Bali), Manado, termasuk salah satunya hotel yang masih dalam tahapan proyek penyelesaian di daerah Balikpapan.

“Tantangannya sangat besar dalam hal mengejar deadline (tenggat waktu), tapi kalau soal menyusun sistem dan manajemen dari awal itu lebih enak karena tahu titik detailnya seperti apa,” ujar pria kelahiran Bogor, 18 September ini.

Dalam melewati tantangan tersebut, Ia mengaku memiliki sejumlah strategi. Salah satunya, berupaya beradaptasi dengan lingkungan baru yang dikelolanya. Selain itu, ia berupaya menjalankan pekerjaan secara detail dan mengurangi celah kesalahan.

Continue Reading

CEO TALK

Bobby Nasution Tinjau Pembetonan Gang Lomba Tanjung Mulia Hilir Medan Deli

Published

on

Bobby Nasution
Continue Reading

CEO TALK

Asuransi Asei Dorong Penterasi Pasar Asuransi Perdagangan

Published

on

Perdagangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Asuransi Asei Indonesia terus melakukan peningkatan portofolio bisnisnya dengan menyasar market yang potensial melalui berbagai saluran bisnis baik melalui direct sales maupun kerjasama dengan agen dan broker.

Menurut Direktur Teknik & Pemasaran PT Asuransi Asei Indonesia, Marah Kerma M. Manurung, untuk asuransi perdagangan, Asei memiliki strategi khusus melalui aliansi strategis dengan lembaga pemerintah, asosiasi dan mitra pengusaha/eksportir lainnya di seluruh wilayah operasional cabang Asei.

“Kami menggunakan istilah building partnership dimana Asei bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dan asosiasi-asosiasi eksportir nasional,” ujar Kerma.

Asei juga mengarahkan seluruh kantor cabang untuk mengadakan pertemuan dengan para eksportir, baik perusahaan besar maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pertemuan dilakukan untuk mensosialisasikan Asei sebagai perusahaan, sekaligus mengenalkan produk-produk asuransi perdagangan ekspor.

Kantor cabang Asei juga berupaya melakukan pembinaan dan pelatihan kepada UKM di wilayah masing-masing. Hal itu terutama terkait prosedur melakukan ekspor dan pentingnya menggunakan asuransi ekspor dalam melakukan aktivitas perdagangan internasional.

Seperti yang belum lama ini dilakukan di Yogyakarta, dimana Asei melakukan sinergi dengan Kadin DIY dalam mendorong peningkatan serta pengembangan pasar ekspor di wilayah Yogyakarta, sekaligus mengoptimalkan layanan proteksi asuransi terbaik yang dapat diberikan oleh Asuransi Asei.

Dalam kolaborasi yang dibangun bersama Kadin DIY tersebut, ke depannya diharapkan mampu menjawab keraguan para ekportir sehingga mereka merasa terlindungi dan senantiasa terus melakukan penetrasi pasar ke negara-negara potensial sekaligus dapat terus mencetak eksportir baru yang handal dan berdaya saing.

Menurut Kerma, Asei terus melakukan sosialisi terkait adanya produk asuransi perdagangan khususnya kepada UKM-UKM yang tersebar di seluruh nusantara. Pasalnya, masih banyak yang belum mengetahui keberadaan adanya asuransi perdagangan.

“Ini yang menjadi PR bagi kami untuk terus melakukan campaign brand Asei itu sendiri! Banyak UKM-UKM yang masih belum mengetahui keberadaan Asei sebagai asuransi yang memberikan proteksi terhadap usaha perdagangan. Ini yang menjadi tugas kami mengudaksi kepada mereka betapa pentingnya proteksi terhadap keberlangsungan usaha mereka,” jelas Kerma.

Lebih lanjut Kerma mengatakan bahwa dalam rangka HUT PT Asuransi Asei Indonesia ke-7, Asei akan melakukan sosialisasi produk asuransi kredit perdagangan kepada target sekitar 400 eksportir.

“Dimana nantinya tentu akan disampaikan bahwa Asei hadir dengan menawarkan produk asuransi perdagangan yang mampu memberikan proteksi atas kegagalan pembayaran dari pembeli, sehingga para eksportir tidak perlu khawatir akan risiko-risiko yang akan dihadapi terutama terkait transaksi perdagangannya,” ujar Kerma.

Asei, seperti diketahui memiliki perjalanan panjang yang mampu mengasah pengalaman dan kemampuan dalam mengelola bisnis asuransi khususnya perdagangan (ekspor). Asei merupakan pelopor dalam penjualan Asuransi Perdagangan.

Berdasarkan sejarahnya, dimana sejak tahun 1985 (dengan nama awal PT Asuransi Ekspor Indonesia/Persero) perusahaan ini didirikan oleh pemerintah dalam rangka komitmen pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor nasional serta meningkatkan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Asei juga dipercaya pemerintah sebagai Export Credit Agencies (ECA) Indonesia (Lembaga Asuransi Ekspor Dunia).

“DNA-nya Asei itu adalah asuransi ekpor dalam hal ini adalah perdagangan! Dengan pengalaman tersebut, ke depan kami optimis mampu memenangkan persaingan dan dapat tumbuh sebagai market leader,” pungkas Kerma.

Asei juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan jaringan bisnis internasional, dimana Asei memiliki memiliki sinergi dengan lembaga-lembaga Export Credit Agencies (ECA) internasional, seperti NEXI-Jepang, KSure-Korea, TEBC–Taiwan dan beberapa ECA lainnya.

“Asei terdaftar sebagai anggota asosiasi berskala internasional antara lain yaitu Berne Union (lembaga asuransi ekspor dunia) dan Aman Union atau dikenal dengan Export Credit Agencies (ECA),” pungkas Kerma.

DORONG DIGITALISASI

Asuransi Asei senantiasa terus mengedepankan pelayanan yang prima dengan memberikan beragam kemudahan bagi para nasabahnya. Dalam upaya mendorong pelayanan tersebut, Asei tentunya bersandar kepada pelayanan berbasis teknologi digital sebagai backbone dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnisnya.

Terlebih di masa pandemi saat ini, dimana seluruh industri dipaksa bergerak cepat untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan dinamikanya.

“Kami terus mendorong digitalisasi dalam segala proses bisnis utamanya di pandemi saat ini. Seluruh kebutuhan meeting manajemen baik itu dari kantor pusat maupun cabang dilakukan melalui zoom. Karena memang kondisi ini memaksa kita agar secepatnya bisa beradaptasi terhadap teknologi digital,” ujar Kerma.

Lebih lanjut Kerma mengatakan bahwa di tengah kondisi yang cukup sulit tersebut, manajemen Asei senantiasa terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek pelayanan melalui dukungan sistem teknologi informasi.

“Kami terus melakukan improvement terhadap layanan yang diberikan kepada seluruh mitra bisnis melalui dukungan teknologi,” tambah Kerma.

Dengan proses pengembangan IT yang terus dilakukan, imbuh Kerma, ke depannya diharapkan keseluruhan kegiatan operasional perusahaan khususnya dalam pemberian layanan kepada nasabah dapat terintegrasi dan mudah diakses.

Saat ini Asei juga terus berupaya menghadirkan beberapa layanan yang berbasis mobile app. Sistem aplikasi ini hadir untuk menunjang kegiatan pemasaran yang lebih massif di seluruh wilayah operasional bisnis perusahaan, di tengah pemberlakuan social distancing saat pandemi Covid-19.

Selain itu, percepatan kinerja bisnis juga dilakukan melalui program host to host dengan sumber bisnis. Hal lain yang menjadi prioritas di tahun 2021 yaitu dukungan sistem IT dalam merespon keluhan dan saran dari nasabah.

Perdagangan

Karena menurut Kerma, Asei akan mampu mencapai pertumbuhan secara berkelanjutan apabila terus melakukan perbaikan dengan tetap memprioritaskan pelayanan yang prima.

Pengembangan teknologi tersebut tentu juga berjalan beriringan dengan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) Asei. Kerma mengatakan bahwa manajemen terus mendorong kompetensi SDM yang mampu berdaya saing pada industri.

“Selain softskill dan hardskill, SDM Asei yang rata-rata dihuni oleh generasi milenial ini tentu memiliki integritas yang tinggi dalam pekerjaan. Bukan hanya kemampuan dalam bekerja saja, manajemen juga senantiasa mendorong agar SDM Asei menanamkan sikap yang amanah dalam bekerja, berkompeten, harmonis terhadap lingkungan, loyal terhadap perusahaan, adaptif dan mampu bersinergi dengan baik (kolaboratif). Hal tersebut merupakan bentuk implementasi Asei terhadap core value AKHLAK BUMN yang gaungkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir,” Tutup Kerma. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!