Menteri Jonan: “Kerja PLN Gak Kreatif!”

oleh
Menteri Jonan

Menteri Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral / ESDM Ignasius Jonan –red) belum lama ini menyinggung kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mantan Direktur Utama PT KAI tersebut menyorot kerja perusahaan strum tersebut dalam seminar dan pameran perdana Hari Listrik Nasional ke- 74.

Dalam seminar tersebut, Menteri Jonan menyebut gaji para direksi PLN yang diterima besarannya mencapai 30 kali lipat dari penghasilannya sebagai menteri ESDM. Ia mengkritis dengan besaran penghasilan tersebut, justru ia melihat kerja PLN masih belum kreatif.

Menteri Jonan mencontohkan salah satunya pada kasus yang berkaitan dengan pengembangan kendaraan listrik yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah. Ia mengatakan bahwa pengembangan kendaraan listrik tersebut tentu akan mendongkrak konsumsi listrik. Harusnya PLN yang banyak berperan.
“Agar bapak ibu juga memahami bahwa penghasilan para direksi PLN itu besarannya 30 kali lipat penghasilan saya sebagai menteri ESDM. Tapi kerja PLN saya lihat masih lemas. Soal kendaraan listrik contohnya, yang jualan listrik kan PLN, tapi yang ribet kendaraan listrik malah saya dengan Pak Budi (Menteri Perhubungan). Mustinya kan PLN sendiri,” ungkap Menteri Jonan.

ketika dimintai tanggapan terkait pernyataan tersebut, Vice President Public Relation PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dwi Suryo Abdullah mengaku tidak memahami apa yang dimaksud Menteri ESDM tersebut.

“Maaf saya tidak paham dengan yang dimaksud Menteri Jonan,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah saat ini memang tengah berupaya untuk menggenjot pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Untuk mempercepat pengembangan tersebut, Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program kendaraan Bermotor listrik.

Perpres salah satunya mengatur pemberian insentif agar pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri berjalan cepat. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *