Menteri BUMN: Malu Saya, Setoran Modal BUMN Fund Sangat Kecil”

by

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kamis (28/6) telah membentuk wadah untuk mendanai Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu BUMN Fund dimana Menteri BUMN, Rini Soemarno menunjuk PT Bandha Investasi Indonesia sebagai leader pengelola dana yang akan disalurkan untuk proyek-proyek infrastruktur nasional. Tetapi Rini mengaku kecewa dengan setoran modal pembentukan BUMN Fund yang dianggapnya terlalu kecil.

Sebagai modal awal selama 6-12 Bulan, para pemegang saham akan menyetor Rp30-Rp40 Miliar. Namun hal ini yang membuat Rini geram. Menurut Rini setoran awal tersebut dinilai sangat kecil jika dibandingkan aset BUMN yang begitu besar.

Pada tahap awal, para pemegang saham menyetor Rp 30 miliar – Rp 40 miliar sebagai modal awal selama jangka waktu 6-12 bulan. Namun, Rini menilai setoran modal awal ini terlalu kecil dibandingkan aset BUMN yang sangat besar. Aset BUMN, imbuh Rini mencapai Rp7.200 Triliun.

“Keterlaluan kalian, malu saya! Masa modal awalnya Rp30-Rp40 Miliar. Kita mikirnya selalu kecil ya kita akan tetap kecil. Saya ingin modal awal tiap perusahaan bisa mencapai Rp100 Miliar,” cetusnya.

Selain modal awal, Rini juga geram dengan target yang akan dikelola Bandha Investasi yang dinilainya juga sangat kecil. Ia pun berharap perseroan mampu mengelola dana Rp140 Triliun pada 2022 mendatang.

Seperti diketahui bahwa Bandha Investasi Indonesia dibentuk melalui anak perusahaan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan PT Danareksa. Adapun, pemegang saham lainnya yakni PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Jasa Raharja, Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen), Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *