Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Menteri BUMN Lepas 250.474 Pemudik, Cetak Rekor MURI

Published

on

Menteri BUMN

Menteri BUMN Rini Soemarno melepas keberangkatan pemudik dalam Program Mudik Bareng BUMN 2019 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (30/5/2019). Tahun ini, 104 BUMN bersinergi memberangkatkan 250.474 pemudik secara gratis agar bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Dalam program ini, Kementerian BUMN mendapatkan dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yaitu rekor pelayanan mudik dengan BUMN terbanyak dan rekor pelayanan mudik dengan kota tujuan terbanyak.

Tahun ini, pelaksanaan Program Mudik Bareng BUMN 2019 tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan titik keberangkatan sebanyak 80 Kota (34 Kota di Pulau Jawa dan 46 Kota di luar Pulau Jawa).

Menteri BUMN mengatakan, Program Mudik Bareng BUMN 2019 merupakan salah satu wujud dari sinergi BUMN dalam melayani masyarakat. Tak hanya itu, program ini juga diharapkan bisa membantu mengalihkan para pemudik sepeda motor ke moda transportasi bus, kereta api, kapal laut hingga pesawat terbang untuk meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas.

“Saya senang karena BUMN bisa ikut membantu warga yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman. Terima kasih kepada 104 BUMN yang sudah terlibat dalam program ini. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melayani masyarakat,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menteri BUMN juga mengapresiasi keterlibatan BUMN yang terus meningkat setiap tahun. Pada tahun lalu, jumlah BUMN yang ikut dalam Program Mudik Bareng BUMN mencapai 62 BUMN. Sementara tahun ini mencapai 104 BUMN.

Target Menteri BUMN

Tak hanya itu, target jumlah peserta Mudik bareng BUMN 2019 juga tercatat meningkat menjadi 250.474 pemudik, dari tahun lalu sekitar 204.146 pemudik. Dengan rincian, 180.745 pemudik dengan moda bus, 52.231 pemudik dengan kapal laut, 15.693 pemudik dengan kereta api dan 1.805 pemudik menggunakan pesawat udara.

“Semoga tahun depan jumlah BUMN yang terlibat semakin meningkat sehingga makin banyak warga yang bisa ikut program mudik gratis ini,” jelasnya.

Selain Program Mudik Bareng BUMN, lanjut Rini, Kementerian BUMN juga memberangkatkan sepeda motor gratis sebanyak 18.000 unit kendaraan. Sepeda motor ini diberangkatkan dengan menggunakan kapal laut dan kereta api.

“Ini program yang kita tambah tahun ini. Alhamdulillah banyak peminatnya. Kita berangkatkan dengan kereta api dan kapal laut,” katanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno berharap 2019 menjadi tahun yang baik bagi Kementerian BUMN. Salah satunya dengan peningkatan keuntungan atau laba BUMN. Pada 2018, total laba BUMN mencapai Rp 200 triliun. Untuk tahun ini, Menteri Rini menargetkan total laba BUMN meningkat hingga di atas Rp 220 triliun.

“Pencapaian ini tak terlepas dari dukungan pemerintah dan Presiden Jokowi,” kata Rini

Sebelum melepas para pemudik, Menteri Rini juga mengecek kesiapan bus yang akan diberangkatkan sebagai bentuk dukungan bagi kenyamanan dan keselamtan bagi pemudik. Tak lupa, Menteri Rini juga menyalami para pemudik dan mengajak berfoto bersama.

“Semoga sampai kota tujuan dengan selamat sehingga bisa merayakan Hari Raya Fitri bersama keluarga,” ungkapnya. []

HIGHLIGHT BUMN

Penggabungan PPI dan BGR Resmi Digelar, Kini Menjadi New PPI

Published

on

Penggabungan PPI dan BGR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penggabungan PPI dan BGR yang dilakukan Kementerian BUMN di tahun 2021 akhirnya rampung.

Bergabungnya dua perusahaan pelat merah ini ditandai dengan penandatanganan Akta Penggabungan Perusahaan Perseroan yang kini menjadi surviving entity.

PT Bhanda Ghara Reksa kini digabung ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pada Kamis (2/12/2021) di Kementerian BUMN Jakarta dan sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi.

Akta Penggabungan perusahaan ini diteken oleh Dirut PPI Nina Sulistyowati dan Dirut BGR, M Kuncoro Wibowo yang disaksikan secara langsung oleh Wakil Menteri I BUMN, Pahala Nugraha Mansyuri dan Asdep Bidang Industri Pangan dan Pupuk, Zuryati Simbolon.

Penggabungan PPI dan BGR sebelumnya disahkan oleh Presiden Joko Widodo dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2021.

Wakil Menteri I BUMN, Pahala Nugraha rampungnya merger dua perusahaan ini menjadi momentum penting dalam rangka pembentukan Holding BUMNPangan.

Sebab penggabungan PPI dan BGR merupakan bagian proses pembentukan holding pangan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

“Target ini kita wujudkan dengan revitalisasi, penyegaran serta peningkatan kinerja BUMN yang bergerak di sektor pangan. Hal ini sesuai arahan Presiden, yaitu mewujdukan ketahanan pangan di tahun 2045,” kata Pahala.

Dengan bergabungnya sejumlah BUMN dalam satu holding, akan memperlancar alur distribusi logistik dan meningkatkan revenue dari penetrasi yang dilakukan.

Holding ini juga diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas dan pemberdayaan mitra seperti nelayan, petani, dan juga peternak agar semakin professional dan modern dengan memanfaatkan teknologi pangan.

Menurut Pahala, seluruh BUMN yang dimerger diharapkan mampu bersaing dan meningkatkan kinerja untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Ia juga meminta pihak manajemn untuk merancang program kerja yang konkret, mencari bisnis model yang baru, mengoptimalkan aset perusahaan agar lebih bermanfaat, serta mengupayakan bisnis unusual.

Harapan Penggabungan PPI dan BGR

Sementara Direktur Utama (new) PT PPI (Persero) Nina Sulistyowati juga berharap dengan rampungnya penggabungan PPI dan BGR nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan ekonomi di daerah dan nasional.

“Kita berharap rantai pasok pangan di Indonesia akan semakin efisien, dan memberikan manfaat kepada ekosistem pangan untuk dapat memperluas penyaluran logistiknya hingga go global,” kata dia.

Masuknya BGR dalam naungan PPI akan saling melengkapi pada sektor trading dan logistic secara retail, domestik hingga pasar global melalui ekspor produk-produk pangan Indonesia. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Saham BUMN Bakal IPO di 2022, Ini Bocoran Erick Thohir!

Published

on

Saham BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham BUMN akan dilakukan penerbitan baru untuk right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di beberapa perusahaan.

Tak hanya right issue, sejumlah perusahaan pelat merah juga akan melakukan IPO atau penawaran saham perdana di tahun 2022 mendatang.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan untuk right issue saham BUMN ini akan dilakukan dari beberapa sektor, seperti industri, perbankan, energi hingga kesehatan.

“Langkah ini dilakukan agar BUMN terkait bisa mendapatkan pendanaan baru guna memperkuat modal usahanya,” jelas Erick saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (2/12/2021).

Erick merinci beberapa BUMN yang bakal right issue di sektor energi yakni PT Krakatau Steel, PT Semen Indonesia Bank BNI dan Bank BTN.
Sementara dari Bank Himbara yang telah merampungkan proses right issuenya di tahun ini adalah Bank BRI.

Selain right issue, ada juga beberapa BUMN yang akan melakukan penawaran saham BUMN perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Erick merinci beberapa perseroan yaitu anak usaha PT Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti dan beberapa anak usaha PT Pertamina.

Di antaranya PT Pertamina Hilir, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Geothermal Energi, PT Pertamina International Shipping, dan PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Kemudian BUMN Kesehatan yang ikut IPO tahun depan, ada Bio Farma dan PT Indonesia Healthcare Corporation.

Lalu di bidang telekomunikasi, anak usaha Telkom lain yang menyusul adalah PT Telkom Data Center dan PT PT Dayamitra Telekomunikasi.

“Di sektor pertambangan ada PT Inalum Operating, PT MIND ID dan, PT Logam Mulia. Dan di pertanian ada PT EDC and Payment Gateway dan PT Pupuk Kalimantan Timur,” jelas Erick.

Mantan Presiden Klub Inter Milan ini juga memastikan beberapa anak usaha PT Krakatau Steel akan melantai di pasar perdana, yaitu PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Industrial Estate. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Penutupan BUMN, Erick Thohir: “Kami Sudah Tutup 70 BUMN!”

Published

on

Penutupan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penutupan BUMN yang tidak produktif alias ‘sakit’ menjadi salah satu prioritas dari Kementerian BUMN semenjak dipimpin oleh Erick Thohir.

Hal itu terbukti dari banyaknya BUMN sakit yang disuntik mati alias ditutup atau dimerger dengan perusahaan lainnya.

Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan jumlah perusahaan pelat merah yang ditutup sejauh ini sudah mencapai 70 BUMN.

Erick menegaskan, penutupan BUMN ini dilakukan hanya bagi perusahaan yang sudah lama tidak operasional dan secara keuangan dalam keadaan ‘sakit’.

Menurutnya, perusahaan milik negara yang sudah tidak bisa berkompetisi hanya akan menjadi pemborosan terhadap keuangan Negara.

Sebab BUMN yang dimaksud tidak akan mampu meningkatkan pendapatan dari sektor bisnisnya, terlebih untuk memberi pemasukan bagi APBN.

“Penutupan BUMN yang kami lakukan bagi perusahaan yang sudah tidak berjalan sejak tahun 2008 lalu, jadi memang harus ditutup. BUMN yang lama tidak beroperasi jelas akan mengakibatkan pemborosan,” papar Erick, dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Sabtu (27/11/2021).

Tak berhenti sampai disini, Erick menyatakan bahwa penutupan BUMN sakit masih akan terus dilakukan pemerintah bagi BUMN yang tidak beroperasi, dan sudah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Meski banyak BUMN yang ditutup, ia memastikan pihaknya tidak akan mengurangi jumlah tenaga kerja di BUMN.

“Langkah ini akan terus kita lakukan sebagai langkah efisiensi dan tentunya berdasarkan berbagai pertimbangan,” kata dia.

Tak hanya penutupan BUMN, efisiensi juga harus dilakukan di masing-masing perusahaan pelat merah guna meningkatkan kinerjanya.

Erick mencontohkan saat ini berbagai bank BUMN sudah melakukan penutupan kantor cabang di berbagai daerah karena sektor keuangan sudah banyak beralih ke layanan digital.

“Meski bank itu menutup kantor cabangnya tapi kan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Jadi pekerjaannya bisa ditambahkan, misalnya keluar untuk menaikkan kinerja sales nasabah,” jelas Erick.

Pemerintah Dorong Penutupan BUMN Sakit

Sebelumnya, Erick Thohir sudah menyampaikan rencana penutupan 7 perusahaan milik negara yang berasal dari beragam industri, mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

Ia menyatakan pemerintah perlu memberikan kepastian bagi BUMN yang tak beroperasi apakah masih perlu dilanjut atau disetop secara total.

Menurutnya, jika BUMN tersebut dibiarkan dalam kondisi ‘hidup segan mati tak mau’ justru merupakan hal zalim karena tidak memberikan kepastian.

Adapun perusahaan yang masuk daftar pembubaran itu yakni PT Industri Gelas, Maskapai Merpati Nusantara Airlines, PT PANN, PT Istaka Karya, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces dan PT Industri Sandang Nusantara. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!