Menteri BUMN Dukung BUMN Berinovasi

oleh
Menteri BUMN

Menteri BUMN menyarankan agar berinovasi dalam pendanaan. Seperti yang dilakukan oleh PT Jasa Marga dengan PT Mandiri Manajemen Investasi. Keduanya bersinengi meluncurkan program pendanaan, yaitu Kontak Investasi Dana Kolektif Dana Investasi Infrasrtuktur atau disebut KIK-DIFRA.

Menteri BUMN meluncurkan program ini dengan tujuan untuk memberikan solusi pembiayaan dalam membangun infrastruktur di Indonesia. Hal ini disebabkan karena infrastruktur di Indonesia masih banyak yang memerlukan sentuhan agar layak dipergunakan.

Program KIK-DIFRA ini pertama kali dikenalkan oleh Menteri BUMN pada penyerahan surat pernyataan efektif dari otoritas jasa keuangan. Dengan nama DIFRA TOLL Road Mandiri-001 pada perhelatan IMF-Bank Dunia tahun 2018 di Bali.

Menurut menteri BUMN keunggulan KIK-DIFRA adalah investor dapat berinvestasi secara langsung atau tidak langsung melalui kepemilikan saham pada perusahaan infrastruktur. Di samping itu juga memberi manfaat tambahan dalam diservikasi portopolio pada aset infrastruktur yang belum atau sedang proses pembangunan maupun yang telah menghasilkan pendapatan melalui sarana alternatif investasi yang berpotensi mengurangi portopolio.

Sesuai dengan arahan dari presiden Indonesia Joko Widodo yang disampaikan oleh menteri BUNM, pemerintah terus mendorong agar selalu berinovasi dalam pendanaan. Hal ini bertujuan untuk memperluas investor dalam membiayai infrastruktur serta modal perusahaan.

Tantangan lain yang disampaikan oleh Menteri BUMN selain infrastruktur adalah pendanaan di sektor energi dan manufaktur. Hal ini tentu membutuhkan dana yang cukup besar dan BUMN dapat menawarkan prodduk inovatifnya tersbut kepada investor.

Inovasi tentang pendanaan mendapat sambutan dan dorongan posisif dari menteri BUMN. Hal ini diharapkan agar mendapatkan dana alternatif dan dapat melebarkan sayap. Mengingat pendanaan merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan.

Dengan berinovasi untuk pendanaan pembangunan infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi untuk menangani masalah pendanaan dalam pembangunan infrastruktur yang ada. Seperti kita ketahui bersama, sebagian besar infrastruktut yang ada di Indonesia masih membutuhkan pembangunan yang maksimal.

Selain infrastruktur tentu inovasi lain diharapakan untuk segera hadir kembali. Dengan banyaknya inovasi di bidang pendanaan diharapakan banyak pihak yang terlibat untuk memberikan bantuan pemdanaan dan bersifat pinjaman. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *