Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Maskapai Pelita Air akan Gantikan Garuda? Ini Profilnya

Published

on

Maskapai Pelita Air

MEDIABUMN.COM, JAKARTA – Maskapai Pelita Air digadang-gadang bakal menjadi pengganti Garuda Indonesia yang kondisinya semakin kritis.

Saat ini Maskapai Pelita Air merupakan perusahaan aviasi yang fokus menggarap sektor minyak dan gas serta government special mission.

Perusahaan ini namanya kian santer dikabarkan menjadi pengganti Garuda Indonesia dan rencananya akan melayani penerbangan berjadwal seperti yang dijalankan GIAA selama ini.

Diketahui, PT Pelita Air Service (PAS) awalnya dibentuk untuk mendukung kegiatan eksplorasi, eksploitasi, kargo, serta transportasi migas atau personel Pertamina.

Pada tahun 1963, Pertamina membentuk departemen layanan udara, namun hanya dalam 7 tahun, departemen itu ditutup.

Sebagai gantinya, di tahun 1970, didirikan PT Pelita Air Service sebagai anak perusahaan yang punya hak otonom untuk menyediakan operasi penerbangan berkelanjutan.

Saat ini perusahaan tersebut dipimpin Albert Burhan, dan telah mengajukan izin penerbangan berjadwal ke Kementerian Perhubungan.

Albert selaku Dirut Maskapai Pelita Air bukanlah orang baru di bisnis penerbangan, ia sebelumnya menjabat Dirut Citilink Indonesia dan pernah berkarier di GIAA.

Dikutip dari website resminya, maskapai Pelita Air juga menjalankan operasi penerbangan secara ekonomis dalam industri migas melalui sistem charter.

Layanan yang disediakan juga mencakup kegiatan foto udara, transportasi kargo, transmigrasi, pemadam kebakaran, palang merah, dan angkutan pengungsi.

Perusahaan ini juga menyediakan layanan terbang VVIP, operasi seismic, survei geologi, lepas pantai, evakuasi medis, helirig, jasa pilot helikopter serta layanan dukungan dan pelatihan.

Anak Usaha Maskapai Pelita Air

Sejak tahun 2000, Maskapai Pelita Air pernah mencoba menjalankan bisnis penerbangan reguler untuk berbagai rute, namun tak berlangsung lama.

Di tahun 2005, layanan rute itu ditutup secara keseluruhan dan perusahaan kembali fokus pada layanan charter penerbangan udara, logistik dan berbagai bidang yang sebelumnya berjalan.

Saat ini, Maskapai Pelita Air telah mempunyai anak usaha yang khusus menggarap jasa pemeliharaan dan perbaikan pesawat, yakni PT IndoPelita Aircraft Services.

Maskapai Pelita Air juga punya lapangan terbang eksklusif di Jakarta Selatan daerah Pondok Cabe, dengan landasan pacu sepanjang dua ribu meter.

Sementara armada pesawat yang dimiliki perusahaan ini juga sangat beragam, di antaranya pesawat ATR 42-500, ATR 72-500, CASA 212-200, dan AT 802.

Kemudian pesawat jenis Bell 412 EP, Bolkow NBO-105, Sikorsky S76 C++, Sikorsky S76-A, dan Bell 430.

Di bidang jasa pelatihan, Maskapai Pelita Air menyediakan lebih dari 30 jenis pelatihan penerbangan dan memiliki 7 Sertifikasi yang sedang berjalan dari Dirjen Perhubungan Udara (DJP), dan 3 sertifikasi nasional dan 3 sertifikasi internasional dalam proses persetujuan. []

Transportasi

Saham ASDP Bakal IPO 2022, Bidik Dana Segar Rp4 Triliun

Published

on

Saham ASDP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham ASDP rencananya akan dilakukan penawaran publik atau initial public offering (IPO) mulai tahun depan.

Pihak perseroan menargetkan saham ASDP bisa mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pada kuartal II tahun 2022 atau paling lambat di kuartal III.

Dari IPO ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan dapat meraup dana segar hingga sekitar Rp4 triliun.

Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) M Yusuf Hadi mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal atau capital expanditure (capex) dan pengembangan bisnis.

M Yusuf menyebut target dana hasil IPO Saham ASDP di kisaran Rp3 triliun sampai Rp 4 triliun terbilang masih kecil.

“Kita buat target dananya tidak terlalu besar karena situasi pandemi yang masih terjadi saat ini ini, jadi targetnya segitu dulu,” kata Yusuf Hadi.

Yusuf menjelaskan, PT ASDP sudah menyiapkan berbagai program dan upaya ekspansi bisnis yang akan dimulai di tahun 2022.

Salah satunya akan mengakuisisi perusahaan operator swasta untuk menambah armada kapal guna meningkatkan layanan di 289 rute atau lintasan komersial.

“Saat ini total kapal ASDP dan mitra 212 kapal, maka akan melakukan akuisisi guna menjamin kualitas penyeberangan. Dengan adanya tambahan armada kapal pasti keterjaminan itu juga lebih besar lagi,” ujarnya dalam acara Economic Outlook 2022 dengan tema “Akselerasi Pembangunan Transportasi 2022” Rabu (24/11/2021).

Terkait potensi bisnis penyeberangan di tahun depan, Yusuf mengaku optimis sektor ini akan membaik seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang diprediksi akan terus baik.

Hal itu juga bisa dilihat dari data peningkatan jumlah penumpang atau barang yang diangkut menggunakan kapal milik ASDP.

Di awal pandemi tahun 2020, Yusuf menyatakan saat itu bisnis ASPD sangat terpuruk karena adanya pembatasan perjalanan dalam aturan PSBB.

Namun di tahun ini jumlah penumpang yang menyeberang sudah naik hingga 11,5 persen, roda empat naik 8,9 persen, dan sepeda motor naik 6,3 persen.

Walaupun jumlah pengguna jasa di tahun ini belum setara 2019, perseroan tetap yakin peningkatan di tahun 2022 akan semakin baik.

“Kami memprediksi jumlah penumpang akan tumbuh 14 persen dan angkutan logistik tumbuh 16 persen. Jika ini tercapai, artinya prospek di 2022 ekonomi dari sektor industri maritime sudah membaik,” kata Yusuf. []

Continue Reading

Transportasi

Syarat Penyeberangan Diperketat, Ini Penjelasan PT ASDP

Published

on

Syarat penyeberangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Syarat penyeberangan akan diperketat mulai 1 Desember mendatang untuk menekan arus perjalanan orang di akhir tahun.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku BUMN yang mengelola jasa pelabuhan akan memperketat syarat penyeberangan di Pulau Sumatera, Jawa dan Bali.

Ada beberapa persyaratan penyeberangan yang akan diperiksa secara ketat, yaitu menunjukkan dokumen vaksin dan hasil negatit Antigen/PCR yang valid, ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian pelaku perjalanan harus menunjukkan e-ticket Ferizy berisi data lengkap sesuai kartu identitas dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sekretaris perusahaan ASDP, Shelvy Arifin menjelaskan pengetatan ini hanya berlaku dari Jawa ke Bali dan Sumatera atau sebaliknya mulai 1 Desember 2021.

“Bagi pengguna jasa Ferry kami minta agar data penumpang dan kendaraan diisi dengan benar sesuai KTP dan STNK. Jadi petugas kami hanya akan menerima e-ticket yang datanya lengkap dan sesuai identitas penumpang dan kendaraan,” kata Shelvy melalui keterangan resminya, Minggu (21/11/2021).

Shelvy menjelaskan, dalam proses check in, calon penumpang harus membawa dokumen e-ticket berisi data lengkap dan kartu identitas untuk diverifikasi oleh petugas ASDP.

Pengetatan syarat penyeberangan ini akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Pelabuhan Merak Banten, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Ia menjelaskan, penumpang yang berhak atas santunan asuransi dalam perjalanan kapal ferry adalah penumpang yang datanya memang sesuai dan sah.

Maka para penumpang kapal Ferry tetap diimbau agar membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi Ferizy, situs ferizy.com atau dan sales resmi yakni Agen BRILink dan Alfamart.

Syarat Penyeberangan Tekan Covid-19

Dalam pengisian calon penumpang dan kendaraan harus diperhatikan dengan baik agar tidak salah dan pastikan seluruh jumlah penumpang di kendaraan terdata di dalam tiket agar sesuai dengan data manifest kapal.

Jika calon penumpang hanya melampirkan QR code tanpa data perjalanan dan tidak mencantumkan identitas, jumlah penumpang, jenis kendaraan, dan nopolnya tidak sesuai, maka tidak akan dilayani di loket ASDP.

Adapun pengetatan syarat penyebrangan ini dilakukan pemerintah guna menekan penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah sudah menetapkan PPKM Level III dengan menetapkan syarat penyeberangan wajib menunjukkan kartu vaksin hasil rapid PCR hasil negatif yang berlaku 3 x 24 jam atau hasil swab Antigen berlaku 1 x 24 jam.

Namun ada pengecualian yang diberlakukan bagi warga yang masih berusia di bawah 12 tahun tidak perlu menunjukkan kartu vaksin.

Sementara bagi warga yang mengalami masalah kesehatan khusus (komorbid) wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Namun di dalam Surat Eedaran Menteri Perhubungan Nomor 94, dan Surat Edaran Satgas Covid Nomor 22, dan Imendagri Nomor 57, aturan ini dikecualikan bagi para sopir angkutan logistik. []

Continue Reading

Transportasi

Utang Garuda Indonesia, GIAA Kirim “Surat Cinta” Ke Lessor

Published

on

Utang Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang Garuda Indonesia masih terus diupayakan restrukturisasi agar maskapai pelat merah ini tidak pailit.

Saat ini pihak perseroan sudah mengirimkan skema proposal restrukturisasi utang Garuda kepada pihak lessor dan kreditur.

Langkah ini sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terus dioptimalkan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi yang diajukan ini untuk dipertimbangan.

Dijelaskannya, dalam proposal ini dituangkan rencana jangka panjang bisnis GIAA dan berbagai penawaran yang diajukan dalam pembayaran kewajiban perusahaan.

“Skema restrukturisasi ini kami sampaikan kepada para lessor, kreditur, dan para pemasok utama untuk dipertimbangkan dalam proses restrukturisasi yang akan berjalan,” kata Irfan Setiaputra melalui keterangan tertulis Selasa (16/11/2021).

Irfan menyebut, langkah sebagai upaya dari GIAA untuk mempercepat proses restrukturisasi utang Garuda dan pemulihan bisnis maskapai pelat merah tersebut.

Pengajuan skema ini, sambung dia, menjadi momen penting bagi pihak perseroan untuk melakukan upaya transformasi bisnisnya agar lebih adaptif, efisien, dan tetap menghasilkan.

Skema Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia

Adapun skema restrukturisasi utang Garuda Indonesia disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara kapan saja (real time) oleh semua pihak terkait.

Baik itu untuk para lessor, kreditur, maupun pihak lainnya yang sudah menjalin ketentuan non-disclosure agreement (perjanjian kerahasiaan).

Menurut Irfan, kanal ini akan memudahkan semua pihak untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik kepada Garudan Indonesia.

“Ini berkomitmen menjalankan transparansi dan kejujuran dengan menyediakan sistem yang bisa diakses secara terbuka. Ini juga akan mendukung terciptanya komunikasi konstruktif dengan semua kreditur,” ungkapnya.

Proposal restrukturisasi ini, juga telah disesuaikan dengan pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta dari salah satu mitra bisnis Garuda.

Pihak perseroan juga telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi dan konsultan untuk menjawab dan mempelajari setiap respons yang disampaikan.

Sehingga dari jawaban yang masuk, manajemen Garuda bisa segera melakukan tindak lanjut negosiasi, sehingga akan didapatkna kesepakatan terbaik.

“Dukungan dari lessor dan kreditur tentunya sangat penting bagi Garuda sehingga kami bisa menjalankan transformasi agar lebih adaptif menjawab berbagai tantangan industri penerbangan di masa yang akan depan,” tuturnya.

Sembari melakukan negosiasi, di sisi lain pihak maskapai juga terus melakukan penyempurnaan layanan penerbangan melalui tinjauan pada aspek biaya dan efisiensi.

Namun Garuda akan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa.

“Pembenahan kami lakukan di seluruh aspek bisnis. Kami tengah berupaya memaksimalkan lini pendapatan dari bisnis kargo sebagai penopang utama pendapatan usaha,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!