Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Logam Tanah Jarang Siap Diolah, PT Timah Cari Mitra

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Logam tanah jarang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Logam tanah jarang atau rare earth siap diolah dan diproduksi oleh perusahaan BUMN PT Timah Tbk. Namun hingga kini perusahaan BUMN itu masih mitra yang mumpuni untuk mengolah logam tersebut.

Pasalnya pengolahan logam tanah jarang ini baru bisa mencapai hasil maksimal jika sudah ada mitra strategis yang memiliki teknologi canggih.

Abdullah Umar selaku Sekretaris Perusahaan PT Timah mengatakan pihaknya masih mencari partner dalam mengolah sumber daya logam tanah jarang tersebut.

Menurutunya, proses pengolahan logam tanah jarang tidak hanya oksidasi, tapi bagaimana memilih sampai rantai yang tertinggi untuk produksi logam untuk menjadi bahan magnet dan seterusnya.

“Mengenai pengembangan logam tanah jarang ini, kami masih pada tahap mencari partner. Karena kaitannya dengan penggunakan teknologi canggih,” jelas Umar dalam Public Expose Live, Jumat (28/8/2020).

Sementara Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan pemerintah mulai fokus untuk pengerjaan pengolahan tanah jarang.

Namun perlu membentuk badan khusus untuk pengembangan sumber daya alam tersebut agar hasilnya maksimal.

“Logam tanah jarang merupakan komoditas mineral berkualitas tinggi yang menjadi bahan baku dalam pembuatan peralatan militer. Seperti mesin jet, satelit, sistem pengarah misil, dan laser,” jelasnya.

Untuk diketahui, logam tanah jarang (LTJ) disebut bisa menjadi komoditas strategis dalam pengembangan industri mutakhir, termasuk untuk industri pertahanan.

Namun usaha pengembangan logam jarang tanah di Indonesia sebagai komoditas prioritas tinggi terbilang masih baru, yaitu dalam lima tahun terakhir.

Menurut Plt Badan Geologi Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman, langkah itu termasuk penyusunan peta keberadaan logam tanah jarang dan potensinya secara kuantitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Badan Geologi sudah melakukan eksplorasi di sejumlah daerah, seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Dari data yang terhimpun hingga tahun 2019, sumber daya logam tanah jarang di sejumlah pulau tersebut. Seperti di Sumatera sekitar 23 juta ton dengan tipe endapan LTJ Laterit, dan 5 juta ton LTJ dengan tipe tailings,” ujarnya.

Sementara di Kalimantan, sumber daya hipotetik LTJ sekitar 7 juta ton dengan tipe tailings, di Sulawesi sekitar 1,5 juta ton dengan tipe laterit.

Menurut Saleh, regulasi untuk pengembangan dan pemanfaatan logam jarang tanah memang diperlukan, mulai dari regulasi di bawah Kementerian ESDM hingga pengolahan di sektor industri. []

Energi & Tambang

PT Pertamina Lubricants Bangun Perpustakaan Bersama Warga dan Dukung UMKM Kampung Markisa di Gresik

MediaBUMN

Published

on

Kampung Markisa

MEDIABUMn.COM, Jakarta – PT Pertamina Lubricants melalui Production Unit Gresik (PUG) terus menjalin kemitraan bersama desa binaan di wilayah sekitar operasi perusahaan. Hal ini sebagai komitmen Corporate Social Responsibility perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan di masyarakat. Salah satunya yakni di wilayah RT 1 RW 1 Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik yang telah mendirikan perpustakaan baca dan rumah produksi dalam menunjang kemajuan Kampung Markisa yang resmi dibuka pada 10 November 2020.

Ketua RW 1 Kelurahan Sukorame, Totok menyampaikan bahwa selama masa pandemi ini, perpustakan baca yang diberi nama Baitul Hikmah sangat digemari oleh masyarakat Sukorame untuk mengisi waktu luang sekaligus belajar dan menambah ilmu. Sebelumnya, rumah baca tersebut menggunakan salah satu rumah warga dalam dua tahun terakhir.

“PT Pertamina Lubricants terus mendukung pembangunan Perpustakan Baca Baitul Hikmah ini, impian dan harapan warga Sukorame Gresik akhirnya terpenuhi. Gedung perpustakaan yang diidamkan selama bertahun-tahun kini diwujudkan bersama Pertamina Lubricants,” ungkap Totok.

Pembuatan perpustakaan baca dan rumah produksi ini disambut positif oleh Camat Gresik, Purnomo. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada PT Pertamina Lubricants yang telah mewujudkan impian dan keinginan warga Sukorame Kecamatan Gresik.

Kampung Markisa

“Melalui Perpustakaan ini, saya berharap kepada masyarakat, agar nantinya lebih menggalakkan lagi minat baca, karena dengan membaca bisa membuka jendela dunia, tahu informasi dan menambah ilmu,” ungkap Purnomo.

Selain itu, gedung perpustakaan ini tidak hanya sebagai ruang edukasi bagi warga, baik anak-anak atau orang dewasa, namun juga menjadi rumah produksi minuman jus markisa yang dikembangkan Kader Lingkungan RT 1 RW 1 Kelurahan Sukorame. “Adanya rumah produksi ini menjadikan kader tersentraliasi pada satu titik dan diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi minuman yang akan dipasarkan,” ujar Totok.

Sejak tahun 2016, PT Pertamina Lubricants telah mendukung pengembangan, pengelolaan dan pemasaran Kampung Markisa melalui pemberian alat pengelolaan yakni untuk SDN 1 Sidokumpul dan di Kelurahan Sukorame di tahun 2019. Minuman Jus Markisah ini dijual ke masyarakat melalui Koperasi Kader dengan rata-rata penjualan 400 botol per bulan.

Manager Production Unit Gresik PT Pertamina Lubricants, Dody Arief Aditya menyampaikan agar pembangunan rumah produksi dapat memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat, berkontribusi terhadap kemajuan UMKM, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Ia juga berharap perpustakaan yang dibangun secara kolaboratif ini dapat dimanfaatkan, dirawat, dan dijaga dengan baik agar penggunaannya bisa berkelanjutan dari generasi ke generasi.

“Perpustakaan adalah gudangnya ilmu, maka ilmu tersebut akan turun-temurun kepada generasi berikutnya. Kami berterimakasih atas segala sambutannya, semoga kerjasama dapat terus berlanjut,” tutupnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Proyek PLTU Mulai Ditinggalkan, Porsi Biaya Akan Dikurangi

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Proyek PLTU

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara di sejumlah perusahaan global secara perlahan mulai ditinggalkan.

Berbagai perusahaan di sektor penyedia teknologi, konstruksi, hingga lembaga keuangan mulai meninggalkan proyek PLTU ini dan menggantinya dengan model pembangkit yang lain.

Hal ini ternyata berdampak pada proyek PLTU di Indonesia. Saat ini pengembang yang menggarap proyek pembangkit tersebut mengaku mulai kesulitan mencari pendanaan proyek.

Selain itu, pemerintah juga berencana akan mengurangi porsi proyek PLTU dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Menurut Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, persentase proyek pekerjaan PLTU sebenarnya masih tinggi, namun tekanan untuk meninggalkan proyek PLTU tinggi.

“Ke depan, pendanaan akan makin sulit, sehingga kita secara signifikan akan berusaha mengurangi,” ungkapnya dalam acara Indonesia EBTKE ConEx 2020, Selasa (24/11/2020).

Jisman mengatakan, pada semester I tahun ini, persentase porsi pembiayaan proyek PLTU masih tinggi yakni mencapai 65 persen.

Masih tingginya porsi proyek pembangkit tenaga uap ini karena dipicu dari murahnya harga batu bara bila dibandingkan dengan sumber energi lain, sehingga Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik juga rendah.

“Tapi ke depannya pemerintah akan mengurangi porsi proyek PLTU berbahan bakar batu bara ini dengan berbagai cara. Apakah dengan menggantinya dengan berbahan bakar gas atau Energi Baru Terbarukan (EBT),” jelas dia.

Hal ini menurut dia tepat dilakukan karena harga dari EBT dipastikan juga akan semakin menurun, sehingga biaya yang dibutuhkan dalam operasional PLTU akan lebih kompetitif.

Meski begitu, ia menilai berbagai proyek PLTU masih perlu dipertahankan karena harganya saat ini masih rendah.

“Namun ke depan memang harus diganti, tidak ada alasan lagi BPP, karena harga EBT pun sudah sangat turun,” tandasnya.

Dorong Proyek PLTU

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.39 K/20/MEM/2019 tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN tahun 2019 hingga 2028 mendatang, proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik sebesar 6,42 persen per tahun.

Sementara total rencana pembangunan pembangkit listrik sebesar 56.395 MW.

Kemudian target bauran energi mulai akhir 2025 antara lain batu bara sebesar 54,6 persen, gas bumi 22 persen, Energi Baru Terbarkan 23 persen, dan BBM hanya 0,4 persen.

Adapun tambahan PLTU selama 2019-2028 diproyeksikan sebanyak 21.373 MW terdiri dari proyek PLN 4.704 MW, pengembang listrik swasta (IPP) 14.929 MW, dan sisanya belum dialokasikan.

Bila dibandingkan total penambahan kapasitas pembangkit listrik baru pada 2028 yang mencapai 56.395 MW, artinya porsi PLTU mencapai 38 persen.

“Namun target ini akan dikurangi karena permintaan energi mengalami penurunan akibat pandemi. Kami memperkirakan, tambahan kapasitasnya akan berkurang sekitar 10 hingga 15 GW dari rencana awal,” tutupnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Tim Kemenko Bidang Perekonomian Tinjau Lokasi dan Kemajuan Proyek PLTGU Jawa-1

MediaBUMN

Published

on

PLTGU Jawa-1

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) menerima kunjungan kerja Tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1. Tim Kemenko Bidang Perekonomian yang diwakili oleh Asisten Deputi Utilitas dan Industri Manufaktur, Sunandar beserta staf bermaksud untuk meninjau kemajuan proyek PLTGU dengan kapasitas 1.760 mega watt (MW) tersebut. Proyek yang berlokasi di Desa Cilamaya, Karawang ini ditargetkan akan beroperasi pada Desember 2021.

“Saya mengikuti perkembangan pekerjaan PLTGU ini sejak ground breaking, dan kami sangat mengapresiasi kinerja proyek yang telah menunjukkan kemajuan signifikan sampai dengan hari ini”, ujar Sunandar.

Hingga saat ini kemajuan konstruksi pembangkit sudah berjalan sekitar 90 persen, sedangkan untuk konstruksi kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) sudah mencapai progress 98,5 persen. Sesuai dengan target, Commercial Operation Date (COD) akan dilakukan pada Desember 2021.

“Melihat progress yang ada, PPI masih sangat yakin dengan komitmen yang sama, yakni target COD di Desember 2021. Mohon doa dan dukungannya agar semua berjalan sesuai rencana,” ungkap Corporate Secretary PPI, Dicky Septriadi dalam sambutannya di hadapan Tim Kemenko Bidang Perekonomian.

Dalam pelaksanaan kunjungan kerja tersebut diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat dan diperlihatkan bagaimana pelaksanaan proyek juga dilangsungkan dengan mematuhi protokol Covid-19, seperti wajib melakukan medical screening secara regular, menggunakan masker, disediakan tempat cuci tangan, dan menjaga jarak. Hal tersebut demi menunjang kelangsungan kinerja proyek yang sesuai dengan target waktu yang diharapkan tanpa melupakan faktor kesehatan.

“Pemberlakuan protokol kesehatan di sini sangat bagus dan dikelola secara ketat. Seperti contoh sejak datang, Saya wajib ke klinik untuk medical screening, lalu diwajibkan menggunakan masker dan perusahaan menyediakan fasilitas pendukung lainnya seperti hand sanitizer, wastafel cuci tangan dll”, cerita Sunandar.

Sebagai informasi, pelaksanaan proyek PLTGU Jawa-1 ini dilakukan melalui dua unit usaha yakni PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR). Adapun kepemilikan saham JSP dimiliki oleh konsorsium PPI (40%), Marubeni (40%), dan Sojitz (20%). Sedangkan saham JSR dimiliki oleh konsorsium PPI (26%), Marubeni (20%), Sojitz (10%), PT Humpuss Intermoda Transportasi (25%) dan Mitsui OSK Lines (MOL) 19%. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!