Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Laba PTBA Melesat 50 Persen di semester I 2018

Published

on

Laba PTBA Tumbuh di Semester I Tahun 2018

Laba PTBA / PT Bukit Asam Tbk melonjak 50% pada semester pertama tahun ini. Emiten tambang batubara ini mencatat laba Rp 2,58 triliun pada periode enam bulan pertama 2018.

Berdasarkan laporan keuangan PTBA yang dirilis hari ini, Senin (23/7), laba PTBA hanya Rp 1,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan laba ini disebabkan oleh pendapatan yang juga melambung.

Pendapatan PTBA pada periode Januari-Juni 2018 naik 17,37% menjadi Rp 10,52 triliun dari sebelumnya Rp 8,97 triliun.Margin laba kotor PTBA pada semester pertama tahun ini sebesar 42,03%.

Margin tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 37,30%. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan margin adalah adanya kenaikan harga batubara. Selain itu PTBA berhasil meningkatkan volume ekspor menjadi 51,14% dari total pendapatan perusahaan. Dimana total ekspor mencapai Rp5.38 Triliun. []

Energi & Tambang

Berlangsung 7 Hari, PLN Mobile VCRR 2021 Kumpulkan Donasi Rp 4,3 Miliar untuk Biaya Penyambungan Listrik Keluarga Pra-Sejahtera

Published

on

VCRR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Gelaran PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2021 disambut antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Baru berjalan 7 hari sejak 16 Oktober, program ini berhasil mengumpulkan donasi Rp 4,3 miliar.

Dari donasi tersebut, PLN secara bertahap bakal menyalurkan biaya penyambungan listrik bagi keluarga pra-sejahtera di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahap pertama, penyalaan listrik secara simbolis dilakukan oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali, Haryanto WS di kawasan Jatinegara, Sabtu (23/10).

Haryanto WS mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride 2021. Dengan mengikuti program ini, peserta tidak hanya mendapat manfaat kesehatan tetapi juga turut membantu warga tidak nampu agar bisa segera menikmati listrik.

“Dengan mengikuti VCRR ini, kita berolahraga sambil membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu mendapatkan listrik. Dengan hadirnya listrik, diharapkan kesejahteraan saudara-saudara kita di seluruh Nusantara bisa lebih meningkat,” ujarnya.

PLN Mobile VCRR 2021 merupakan ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja sejak 16 Oktober hingga 7 November 2021 serta dapat “dicicil” jarak lari dan bersepedanya untuk tujuan beramal.

Dengan mengangkat tema “Terang Negeriku, Tangguh Indonesiaku”, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-76. Peserta diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari dan sepeda. Setiap kilometer yang ditempuh oleh pelari dan pesepeda nantinya akan dikonversikan dalam bentuk rupiah yang nantinya digunakan untuk membiayai penyambungan listrik masyarakat tidak mampu. Setiap kilometer lari akan dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000 dan sepeda sebesar Rp 36.000.

Pemilihan penerima bantuan dilakukan langsung oleh PLN dengan memastikan penerima bantuan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sebagai informasi, biaya penyambungan listrik satu rumah termasuk dengan instalasi listrik dalam rumah, pemeriksaan instalasi dan sertifikat laik operasi yang ditetapkan pemerintah, token dan materai sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.

Haryanto menargetkan lebih dari 18 ribu keluarga pra sejahtera akan menerima bantuan biaya penyambungan listrik dari hasil VCRR yang diselenggarakan tahun ini.

“Khusus Jawa, Madura, Bali targetnya lebih dari 8.000. Target tersebut dapat tercapai kalau target jarak lari dan bersepeda diselesaikan oleh peserta,” paparnya.

Haryanto pun mengajak seluruh peserta dapat segera menyelesaikan target jarak lari atau bersepedanya agar donasi yang terkumpul dapat maksimal.

Jamingah, Salah seorang warga yang mendapat biaya penyambungan listrik dari program VCRR merasa senang kini rumahnya dipasok listrik langsung dari jaringan PLN. Sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan listrik, Ia menumpang dari tetangga dengan membentangkan kabel. Cara ini membuat Jamingah dan keluarga kesulitan dalam menggunakan peralatan kelistrikan, sebab daya listrik yang terbatas.

Setelah mendapat penyambungan listrik, kini anak Jamingah pun bisa belajar dengan waktu yang lebih fleksibel karena penerangan di rumahnya dilistriki langsung dari jaringan PLN, sehingga pasokan listriknya jauh lebih andal.

Dia pun berharap, PLN semakin sukses dan terus memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu seperti dirinya.

“Terima kasih PLN, semoga semakin maju dan pelayanannya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, atlet lari nasional yang ikut serta dalam PLN Mobile VCRR, Agus Prayogo mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PLN.

“Saya sangat terkesan. Baru pertama kali ada event olahraga, kita langsung menyalurkan energi positif. Listrik langsung dinyalakan untuk warga yang membutuhkan,” ungkap dia.

Pada tahun sebelumnya, melalui gelaran PLN VCRR 2020, PLN bersama masyarakat berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 6,1 miliar yang digunakan untuk melakukan penyambungan lebih dari 8 ribu keluarga pra-sejahtera.

Melihat antusiasme masyarakat, PLN PLN juga telah memperpanjang waktu pendaftaran hingga 29 Oktober 2021. Untuk mendapatkan kode voucher kegiatan PLN Mobile VCRR 2021 bisa didapatkan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website plnmobilevcrr.pln.co.id, instagram @pln_id atau hubungi admin di +62 813-1687-6593 (Chat Only) serta email info.plnmobilevcrr@pln.co.id. []

Continue Reading

Energi & Tambang

EMI Resmi Bergabung, PLN Kejar Target Dekarbonisasi 117 Juta Ton CO2 sampai dengan 2025

Published

on

EMI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pemerintah secara resmi mengalihkan seluruh saham seri B negara pada PT Energy Management Indonesia (Persero) ke PT PLN (Persero). Hal ini juga ditandai dengan bergabungnya EMI sebagai anak perusahaan PLN yang diresmikan secara hybrid (virtual dan daring) dalam acara Launching PT Energy Management Indonesia (EMI) ke dalam PLN Group untuk Mendukung Inisiatif Dekarbonisasi Menuju Green Economy yang berlangsung di Jakarta, Jumat (22/10).

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan Direktur Utama EMI Andreas Widodo, dan secara virtual oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bambang Hendroyono.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyambut baik penggabungan EMI sebagai anak perusahaan PLN. Ia mengatakan, bergabungnya merupakan bagian dari transformasi BUMN, khususnya transformasi energi terbarukan yang dilakukan oleh PLN.

“Hari ini kita membuktikan bahwa kita terus melakukan efisiensi di BUMN dengan bergabungnya EMI ke dalam ekosistem PLN, tetapi jelas sekali EMI juga merubah bisnis modelnya sebagai bagian dari auditing system untuk energi hijau. Ini yang sangat menarik karena PLN juga ikut bertransformasi, dan saya rasa ini menjadi ekosistem yang penting,” ujar Erick dalam sambutannya.

Kehadiran EMI sebagai anak usaha PLN diharapkan dapat memperkuat transformasi energi bersih sekaligus mengakselerasi green economy atau ekonomi hijau untuk Indonesia. Ekonomi hijau adalah suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Menurut Erick, sebagai perwujudan dari energi terbarukan, PLN harus mulai menata ulang proses bisnis yang disesuaikan dengan eco lifestyle yang akan terjadi di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan bisa beradaptasi dengan perubahan energi terbarukan yang sedang dilakukan.

“Eco lifestyle yang akan terjadi di Indonesia ini akan berdampak luar biasa tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Karena itu, penting sekali kolaborasi dan gotong-royong dalam membangun road map bersama, antara stakeholder pemerintah, stakeholder masyarakat, dan tentu para expert yang ada di bidang energi terbarukan,” tandas Erick.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target Perjanjian Paris untuk karbon netral atau net zero emission (bebas emisi karbon) pada 2060.

“Dan karena itu saya berharap sekali tentu dengan eco lifestyle yang terus berkembang, kita mendorong daripada transformasi PLN ini. Sebagai catatan tentu bagaimana dalam 19 tahun ke depan kita harus mengakselerasi 21 Giga Watt (GW), 15 tahun berikutnya 29 GW, ini adalah sesuatu yang masif,” ucap Erick.

“Ini yang saya harapkan bagaimana sinergisitas PLN-EMI menjadi satu kesatuan yang membantu daripada transformasi ini terlepas dari pada dukungan secara menyeluruh dari Kementerian dan juga tadi dukungan kepada masyarakat untuk bisa melakukan eco lifestyle, karena sulit kalau tidak mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kementerian BUMN juga sudah mengadakan pertemuan dengan beberapa duta besar yang saya minta mereka dapat menjadi bagian daripada transformasi di Indonesia, karena kita ketahui paru-paru dunia hanya di dua tempat, yaitu Indonesia dan Brazil,” jelasnya.

Sebagai wujud komitmen mendukung target pemerintah, PLN menargetkan dekarbonisasi sebesar 117 juta ton CO2 sampai tahun 2025. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan, untuk bisa mempercepat target dekarbonisasi yang dituju pemerintah dan mendorong ekonomi hijau, PLN akan didukung EMI. Nantinya EMI berkontribusi melakukan dekarbonisasi sebesar 3,29 juta ton CO2 melalui proyek PLN. Selain itu, EMI juga akan berperan dalam dekarbonisasi 4,19 juta ton CO2 di luar PLN.

“PLN telah menetapkan target pengembangan PT Energi Management Indonesia sebagai Energy Service Company (ESCO) Nasional pilihan konsumen Asia Tenggara, yang akan berperan sebagai agen Pemerintah dalam mewujudkan langkah perubahan nyata sebagai komitmen pengurangan emisi,” ujar Zulkifli.

EMI akan bergerak ke bawah membantu pemerintah daerah dan semua lapisan masyarakat dalam penyusunan kebijakan dan masterplan konservasi energi. Selain itu, EMI akan melakukan penyusunan solusi engineering untuk konservasi energi dan memenuhi sertifikat green.

“EMI juga akan melakukan pengembangan pemanfaatan EBT skala kecil dan Implementasi solusi turnkey infrastruktur bisnis dan retail yang ramah lingkungan,” ujar Zulkifli.

Dengan bergabungnya EMI sebagai anak usaha PLN maka ada empat sasaran utama. Pertama, sinergi internal antara PT Energi Management Indonesia dengan PLN. Kedua, peningkatan kapasitas dan kapabilitas dalam penyediaan layanan.

“Ketiga, ekspansi bisnis konservasi ke pasar eksternal. Dan terakhir, penciptaan nilai di keseluruhan ekosistem energi nasional,” ujar Zulkifli.

Dalam upaya mencapai goal sebagai Leading ESCO, PLN akan melakukan Transformasi EMI pada 2021-2025 di antaranya melalui penguatan kapabilitas, kemitraan dengan BUMN dan pelaku ekonomi lain, penguatan dukungan kebijakan serta pendanaan dekarbonisasi.

Dengan keberhasilan transformasi EMI sebagai leading ESCO serta asumsi dukungan penuh dari segenap stakeholders, diproyeksikan EMI akan mencapai pendapatan lebih dari Rp 8 triliun pada 2025, atau secara kumulatif 5 tahun kedepan sebesar Rp 13 triliun dengan estimasi EBIT sebesar Rp 825 miliar. Ini tentu akan menjadi bukti bahwa akselerasi mencapai ekonomi hijau Indonesia.

“Untuk itu, kami memohon dukungan dari seluruh stakeholder bagi EMI untuk mewujudkan visi EMI sebagai ESCO Nasional dan pilihan konsumen Asia Tenggara guna mempercepat program dekarbonisasi nasional menuju Ekonomi Hijau Indonesia,” pungkas Zulkifli.

Masuknya EMI ke PLN juga diapresiasi oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. Ia menilai kerja sama ini tepat dilakukan saat ini berbarengan dengan target pemerintah untuk menekan gas emisi rumah kaca dan juga mempercepat target porsi EBT dalam bauran energi.

“Arah kebijakan energi nasional adalah mempercepat transisi dari fosil ke EBT yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Ini sejalan dengan paris agreement. Dengan adanya kolaborasi ini maka bisa mempercepat tujuan bersama ini,” ujar Rida.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bambang Hendroyono mengatakan Kementerian LHK mendukung penuh rencana PLN dalam mencapai target 23 persen porsi EBT dalam bauran energi. Kementerian LHK siap mendukung dengan beberapa program seperti dalam mendorong besar besaran program hutan industri untuk bioenergi. Lalu, pengelolaan sampah 16 ton per hari menjadi listrik 234 MW.

“Kami mendukung penuh cita cita bersama untuk mencapai net zero carbon. Oleh karena itu KLHK sangat terbuka untuk kerja sama bersama PLN dan stakeholder lainnya. Perlu transformasi dan strategi bersama untuk mengawal komitmen menjadi aksi nyata,” ujar Bambang. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Dampak Positif Transformasi, Optimasi Biaya di Subholding Upstream Capai 358 Juta USD Melalui OPTIMUS

Published

on

Optimus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Setelah selesai tahapan Legal Establishment Subholding Upstream Pertamina dilakukan, berbagai upaya transformasi menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia terus dilakukan. Salah satu langkah terobosan yang dilakukan adalah melalui program OPTIMUS, yaitu sebuah strategi optimisasi biaya melalui efisiensi operasi, implementasi teknologi tepat guna, integrasi procurement dan penggunaan fasilitas bersama.

Hingga Agustus 2021, telah berhasil dilaksanakan 136 program optimisasi yang diimplementasikan di seluruh grup Subholding Upstream Pertamina dan diharapkan dapat memenuhi target sebanyak 190 program pada akhir 2021.

“Kami bersyukur karena hingga Agustus 2021 kami dapat melakukan optimisasi biaya sebesar 358 juta USD atau sudah melebihi 115% dari target optimisasi biaya tahun 2021 sebesar 310 Juta USD. Optimisasi biaya ini diperoleh dari 136 program yang telah terlaksana. Salah satu program tersebut adalah MAXTER atau Optimisasi Material Ex Lapangan Terminasi, dimana melalui Maxter ini kami bisa mengoptimalkan material pemboran dari lapangan ex terminasi untuk keperluan operasi di lapangan lainnya. Hingga Agustus 2021, Maxter mampu mencatatkan optimisasi biaya hingga 11 Juta USD”, jelas John H Simamora, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Hulu Energi.

Selain itu, ada program optimasi biaya yang diterapkan di lapangan Pertamina Hulu Mahakam, yakni Low Operations Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies (Locomotive-8) Yang merupakan bagian dari proyek Optimus. Beberapa contoh inisiatif utama yang telah berhasil dilaksanakan melalui proyek Locomotive-8 ini adalah optimasi kegiatan Well Intervention dan optimasi pemanfaatan material eks terminasi.

“Program Optimasi Well Intervention Locomotive-8 telah mampu menjaga level produksi minyak dan gas Blok Mahakam sesuai target perusahaan dengan pencapaian biaya operasi yang lebih rendah sehingga mampu menghasilkan optimisasi biaya hingga 5.2 Juta USD”, tambah John.

OPTIMUS yang berlangsung sejak Januari 2021 ini dilakukan bertujuan untuk menjaga keberlanjutan operasi, kemampuan berinvestasi dan menciptakan laba di Subholding Upstream Pertamina.

“Dengan kondisi organisasi yang baru ini, Subholding Upstream terus melakukan langkah – langkah terobosan agar keberlangsungan bisnis dapat terus berjalan dan bertumbuh menjawab tantangan perubahan zaman”, ujar John.

Lebih lanjut, John menambahkan bahwa hal ini merupakan wujud capaian yang positif dari implementasi Holding – Subholding, dimana kami bertransformasi menjadi organisasi yang lebih agile, lean dan efisien dalam menjalankan tugas. Perjalanan Subholding Upstream masih panjang, dan kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak terkait.

“Tentunya kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar transformasi Pertamina berjalan lancar dan kami mampu untuk berkontribusi positif pada target nasional 1 Juta BOPD dan 12 MMSCFD pada 2030”, pungkasnya. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!