Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Laba bersih WIKA Kuartal I Tahun Ini Mencapai Rp78 Miliar

Published

on

Laba bersih WIKA

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba bersih WIKA sepanjang kuartal pertama, yakni dari Januari hingga Maret 2021 berhasil dibukukan sebanyak Rp78,16 miliar secara tahunan.

Perolehan laba bersih WIKA ini terbilang cukup besar, namun lebih rendah dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 yang nilainya Rp99,21 miliar.

PT Wijaya Karya Tbk mengalami penurunan laba bersih WIKA ini karena pendapatan perusahaan yang juga turun sebesar 4,73 persen.

Dimana pada kuartal I tahun lalu BUMN sektor infrastruktur ini berhasil meraup pendapatan Rp4,19 triliun, sementara Kuartal I tahun ini totalnya Rp3,92 triliun.

Nilai laba per saham perusahaan juga tergerus menjadi Rp 8,72 dari posisi akhir periode tiga bulan pertama 2020 yang sebesar Rp 11,07.

Berdasarkan data dari PT Wijaya Karya, sektor infrastruktur dan gedung yang dijalankan perusahaan kontribusinya menurun, dari Rp 2,68 triliun menjadi Rp 2,56 triliun.

Bisnis energi dan industrial plant turun dari Rp667,64 miliar jadi Rp589,21 miliar, kemudian bisnis properti turun dari Rp181,21 miliar menjadi Rp70,23 miliar.

Satu-satunya bisnis perseroan yang meningkat hanya dari sektor industri, yakni dari Rp666 miliar menjadi Rp703 miliar.

Raihan laba bersih WIKA di kuartal I ini, menurut Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito akan menjadi bekal untuk menjaga aktivitas produksi perusahaan ke depan.

Maka manajemen perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlanjutan usaha dan peningkatan laba bersih WIKA pada kuartal II hingga seterusnya.

“Kami harus memastikan kondisi setiap karyawan tetap produktif, karena itulah kunci untuk menjaga perusahaan tetap berada pada posisi positif. Kami juga fokus pada kondisi keuangan melalui monitoring cash flow secara berkala. Ini diterapkan secara efisiensi di semua lini usaha,” kata Agung, dalam siaran pers, dikutip Senin (31/5/2021).

Menurutnya, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp5,54 triliun, dan menambah order book menjadi Rp77,13 triliun.

Kontrak baru ini berasal dari proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Jatiluhur, pembangunan Kawasan Mandalika, dan proyek rumah dinas TNI AD yang tersebar di 35 titik.

Kontrak baru lainnya yang akan menjadi raihan laba bersih WIKA di kuartal selanjutnya juga didapat dari sektor industri, energi dan properti. []

Konstruksi & Properti

BUMN Karya Catat Kinerja Negatif di Semester I/2022

Published

on

BUMN Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Karya mengalami kinerja buruk selama semester I tahun 2022, atau sejak Januari hingga Juni.

Tercatat beberapa BUMN Karya mengalami kerugian besar yaitu Waskita Karya dan Hutama Karya dengan besaran hingga ratusan miliar Rupiah.

Yang pertama PT Hutama Karya (Persero) yang mencatatkan kerugian bersih mencapai Rp671 miliar, dengan penurunan hingga 45,67 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp1,23 triliun.

Kerugian besar ini dialami HK akibat adanya pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan sebesar 1,90 persen dari sebelumnya Rp7,98 triliun menjadi Rp8,13 triliun.

Pemasukan terbesar PT HK paling besar dari sektor jasa konstruksi jalan tol yakni Rp3,6 triliun, jasa konstruksi Rp2,1 triliun dan pengoperasian jalan tol Rp1,6 triliun.

Meski rugi lebih dari Rp600 miliar, PT Hutama Karya bertekat untuk segera membenahi kinerja dengan masuknya dana Penyertaan Modal Nasional (PMN).

Pemerintah sudah menyetujui suntikan PMN sebesar Rp30,56 triliun di tahun depan guna menunjang pengerjaan proyek strategis yang digarap PT HK, terutama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

BUMN Karya lainnya yang rugi besar dalam paruh pertama tahun ini adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk yaitu sebesar Rp236,51 miliar.

Dalam laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan pada periode yang sama di tahun 2021, WSKT masih mencatat laba Rp154 miliar.

Pada periode Januari-Juni 2022, BUMN ini sebenarnya berhasil menaikkan pendapatan hingga 29,3 persen sebesar Rp6 triliun, namun tetap belum bisa menutupi kondisi kerugian yang dialami preusahaan.

Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho menjelaskan, untuk semester kedua tahun ini, pihaknya akan terus fokus pada pembenahan bisnis dan operasionalnya.

Perseroan juga akan mengoptimalkan penyerapan dana PMN dari pemerintah untuk merampungkan berbagai proyek eksisting.

Sementara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di semester I tahun ini memang tidak masuk kategori rugi besar, tapi laba bersihnya ‘terjun bebas’ hingga 98,31 persen.

Berdasarkan rilis keuangan WIKA, laba BUMN Karya ini hanya mencapai Rp1,32 miliar dari total pendapatan Rp3,16 triliun.

Realisasi pendapatan WIKA juga turun 19,38 persen dibandingkan semester I 2021 sebesar Rp3,92 triliun.

Dengan total pendapatan itu, BUMN ini beruntung masih bisa mendapat laba kotor sebesar Rp358 miliar, atau tumbuh 33 persen secara tahunan.

Merurut Dirut WIKA, Agung Budi Waskito, tahun ini pihaknya sedang menghadapi berbagai tantangan, salah satunya pemberi kerja yang kesulitan likuiditas. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kenaikan Harga Material Terus Meroket, Apa Strategi BUMN Karya?

Published

on

Kenaikan Harga Material

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kenaikan harga material untuk pengerjaan konstruksi terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini pun berdampak pada pengerjaan proyek yang sedang dikebut BUMN Karya karena berdampak pada biaya belanja yang juga ikut naik.

Dampak kenaikan harga material ini pun dialami PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan harga rata-rata yang naik hingga 15 persen di pasaran.

Berbagai material yang harganya meroket di antaranya besi, kabel, pipa, semen, baja, aspal hingga hingga solar industry.

Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya mengatakan kenaikan harga material ini tentu dirasakan oleh seluruh pelaku bisnis sektor konstruksi.

“Maka kami sangat berharap ada penyesuaian harga agar kami bisa mengcover kenaikan itu, karena kenaikannya sudah lebih dari 15 persen dari harga sebelumnya,” kata Mahendra, Rabu (13/7/2022).

Emiten pelat merah ini pun terus berupaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan berharap kenaikan tidak terlalu tinggi.

Selain itu, para pekerja di lapangan juga didorong untuk menggunakan material secara efisien, terutama dengan memanfaatkan inovasi teknologi terbaru.

Mahendra mengatakan, pihaknya masih mencari strategi untuk menutup kenaikan harga material yang terjadi karena ada banyak proyek besar yang sedang dikebut pengerjaannya.

Beberapa proyek strategis yang sedang dikerjakan oleh WIKA di antaranya revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma, revitalisasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jalan Tol Semarang – Demak, dan pengerjaan Jalan-Jembatan di Bali sebagai infrastruktur penunjang perhelatan G20.

Untuk diketahui, WIKA sudah mengantongi kontrak baru senilai Rp12,45 triliun atau naik 57,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Total kontrak yang ditargetkan perseroan yakni mencapai Rp42 triliun dengan rincian 67 persen dari induk perusahaan dan 33 persen lagi dari anak usaha.

Dampak dari kenaikan harga material ini juga dirasakan BUMN Karya lainnya, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Meski kenaikan harganya terus meroket, namun emiten berkode WSKT ini berkomitmen tidak akan mengubah target kontrak untuk tahun 2022.

LEBIH SELEKTIF

Corporate Secretary WSKT Novianto Ari Nugroho menyebutkan harga material memang terus melambung dan mendera bisnis konstruksi di Indonesia.

Maka strategi yang dijalankan oleh WSKT adalah mengoptimalkan penggunaan material, perubahan metode negosiasi, dan meningkatkan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

“Waskita Karya juga berupaya agar lebih selektif dalam pembelanjaan serta menekan produk impor. Meski begitu kami memastikan tidak akan ada revisi target nilai kontrak tahun ini,” ungkapnya.

Sebelumnya pihak perseroan sudah menargetkan Nilai Kontrak Baru (NKB) tahun 2022 bisa mencapai Rp25 triliun hingga Rp30 triliun.

Adapun beberapa proyek besar yang masih dikerjakan oleh WSKT di antaranya proyek jalan tol meliputi ruas Kayu Agung – Palembang – Betung, proyek jalan tol Becakayu, dan beberapa proyek lainnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Proyek Pembangunan IKN, BUMN Karya Bakal Mendominasi?

Published

on

Proyek Pembangunan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek pembangunan IKN atau Ibu Kota Negara kini menjadi incaran sejumlah BUMN Karya.

Beberapa BUMN tengah mengejar tender Tender proyek pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur yang sudah dimulai oleh pemerintah.

Sejumlah BUMN yang mengincar proyek pembangunan IKN tersebut di antaranya PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, dan PT Waskita Karya.

Proyek yang dilelang dalam pembangunan Ibu Kota Indonesia yang baru ini juga sangat beragam, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, gedung perkantoran hingga perumahan.

Maka ketiganya BUMN Karya ini pun berharap bisa mendapatkan sejumlah proyek agar bisa dapat cuan besar sekaligus memenuh target kontrak baru.

Menurut SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Novianto Ari Nugroho, pembangunan Ibu Kota Negara di Kaltim merupakan salah satu tender besar yang jadi incaran WSKT.

Dengan memenangkan tender di IKN, maka pihak perusahaan bakal menambah pemenuhan kontrak baru di tahun 2022.

“Salah satu target untuk mendapat kontrak baru adalah tender proyek IKN, kami tentu sangat berminat untuk mengikuti tendernya sekaligus untuk berpartisipasi dalam membangun Ibu Kota Negara yang baru,” ungkap Novianto, Senin (4/7/2022).

Ia mengatakan, Waskita Karya sejak beberapa waktu lalu bahkan sudah membentuk team persiapan untuk ikut dalam proyek IKN.

Untuk diketahui, pembangunan IKN memang membutuhkan kerja sama Pemerintah dengan BUMN, perusahaan swsata dan juga investor dari berbagai negara.

Maka untuk pengerjaan proyek yang sesuai dengan aturan, maka BUMN Karya akan dilibatkan dalam proses mekanisme tender.

“Melalui tender ini akan terpilih mana perusahaan yang menawarkan biaya paling efisien, desain terbaik, pengerjaan paling cepat dan juga kualitas mutu pekerjaannya,” jelas Novianto.

ADHI INCAR CUAN PROYEK PEMBANGUNAN IKN

Tak mau ketinggalan, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga sedang gencar mengikuti tender proyek pembangunan IKN.

Meski begitu, pihak perseroan tidak secara gamblang membeberkan proyek mana saja yang jadi incaran mereka dalam tender tersebut.

Namun Corporate Secretary ADHI Farid Budiyanto memberikan bocoran tender yang diikuti dalam pembangunan IKN adalah proyek infrastruktur Jalan dan Gedung Pemerintahan.

“Kami memang sedang mengikuti beberapa tender proyek-proyek IKN, terutama pada pengerjaan jalan dan gedung milik pemerintah,” ungkapnya.

Sementara PT Hutama Karya kini juga sedang menyiapkan diri untuk ikut lelang proyek yang bakal dimulai pada bulan ini.

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan, saat proses lelang resmi dibuka pihaknya akan memilih mana garapan yang paling pas untuk HK.

Hutama Karya memastikan kesiapannya untuk mengerjakan berbagai proyek infrastruktur, sehingga di tahun 2024 nanti sudah ada beberapa garapan yang rampung.

“Untuk saat ini kami masih menunggu proses lelang dimulai, dan kami targetkan beberapa yang dikerjakan nantinya sudah selesai di tahun 2024,” tandasnya. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!