Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Laba Bersih Wika Beton di 2019 Capai Rp510,71 Miliar

Alfian Setya Saputra

Published

on

laba

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sepanjang 2019, PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) membukukan laba bersih sebesar Rp510,71 miliar. Laba ini juga telah disepakati di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 bersama hasil kesepakatan lainnya.

Laba bersih yang didapat Wika Beton saat ini mengalami peningkatkan dibanding tahun 2018 yang hanya mencapai Rp486,64 miliar.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Yuherni Sisdwi R dalam rillisnya mencatatkan penjualan di sepanjang tahun 2019 Wika Beton mencapai Rp7,08 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari 2018 yang hanya mencapai Rp 6,93 triliun.

Tercatat untuk arus kas WIKA Beton dari aktivitas operasi “positif” capaiannya sebesar Rp1,12 triliun.

Selanjutnya untuk arus kas dari aktivitas investasi mencapai Rp379,29 miliar dan arus kas dari aktivitas pendanaan Rp9,37 miliar.

Arus kas tersebut mencatatkan kenaikan kas bersih mencapai Rp737,38 miliar. “Maka itu, kas bersih awal tahun perseroan yang hanya Rp865,02 miliar, kini naik menjadi Rp1,60 triliun di akhir tahun 2019,” terangnya.

Menurutnya trend positif ini didapatkan dari beberapa proyek besar di bidang infrastruktur yang kontraknya sampai Desember 2019, sebesar 72,80%.

Lalu proyek di sektor energi juga Wika Beton mendapat presentasi 12,06%, dan sisanya didapat dari sektor properti 8,12%, industri 3,58%, dan pertambangan 3,44%.

Proyek-proyek yang digarap Wika Beton, dirinci Yuherni didapatkan dari beberapa proyek Tol. Diantaranya yaitu Tol Semarang – Demak, Tol Pekanbaru – Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan, Jakarta International Stadium, Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 3A, Tol Balikpapan – Samarinda Paket 2, 3 & 4, High Speed Railway Jakarta-Bandung, Tol Serpong – Balaraja, Dermaga Patimban, Tol Serang – Panimbang dan Pembangunan Infrastruktur Bandara Kulon Progo.

“Dengan capaian kinerja di 2019, kami sangat yakin perseroan akan mampu mencapai target-target kinerja di 2020 seperti target penjualan sebesar Rp9,49 triliun, target perolehan kontrak baru sebesar Rp11,47 triliun, serta target perolehan laba bersih yang sebesar Rp561,2 miliar,” paparnya optimis.

Diketahui, dalam RPUST Tahun Buku 2019 di Hotel Best Western Premier The Hive, Jakarta, Kamis (26/03/20) selain pembahasan Penetapan Penggunaan Laba Bersih termasuk pembagian dividen untuk Tahun Buku 2019, perseroan juga membahas perubahan pengurus perseroan dan lainnya.

Kesepakatan yang dihasilkan adalah RUPST memberhentikan dengan hormat Bapak Bambang Pramujo sebagai Komisaris Utama, Ibu Asfiah Mahdiani sebagai Komisaris Independen dan Bapak Yustinus Prastowo sebagai Komisaris Independen kemudian mengangkat Bapak Agung Budi Waskito sebagai Komisaris Utama, Bapak Indrieffouny Indra sebagai Komisaris Independen, dan Bapak Heru Wisnu Wibowo sebagai Komisaris.

Adapun susunan Dewan Komisaris WIKA Beton saat ini:

1. Komisaris Utama : Agung Budi Waskito
2. Komisaris : Heru Wisnu Wibowo
3. Komisaris : Yohanes Babtista Priyatmo Hadi
4. Komisaris : Herry Trisaputra Zuna
5. Komisaris Independen : Priyo Suprobo
6. Komisaris Independen : Indrieffouny Indra

Selanjutnya untuk susunan Direksi WIKA Beton tetap dijabat oleh pengurus yang sama dalam kepengurusan sebelumnya, antaranya:

1. Direktur Utama : Hadian Pramudita
2. Direktur Teknik & Pengembangan : Sidiq Purnomo
3. Direktur Keuangan : Imam Sudiyono
4. Direktur Human Capital & Produksi : Mursyid
5. Direktur Operasi : I Ketut Pasek Senjaya Putra
6. Direktur Pemasaran : Kuntjara

Konstruksi & Properti

Proyeksi Bisnis 2021, Ini Target Waskita Karya!

CHRIESTIAN

Published

on

Proyeksi bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyeksi bisnis sejumlah korporasi tentunya masih sangat mempertimbangkan dampak pandemi yang diproyeksikan masih berlanjut.

Namun, program vaksinasi yang digencarkan pemerintah setidaknya memberikan harapan bahwa perekonomian akan kembali tumbuh dan berdampak baik terhadap bisnis.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai BUMN di sektor konstruksi misalnya, memiliki proyeksi bisnis yang cukup optimis dimana perseroan membidik kontrak baru mencapai Rp31,6 triliun di tahun 2021.

Menurut Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono kontrak baru yang dibidik itu mengalami kenaikan sebesar 16,6 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Proyeksi bisnis kami sangat optimis dengan target kontrak baru sebesar Rp31,6 triliun yang berasal dari proyek pemerintah dan sebagian dari pengembangan investasi perseroan,” jelasnya.

Untuk kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah, lanjut Destiawan, perseroan menargetkan sebesar 30 persen kemudian dari BUMN sebesar 25 persen, swasta 22 persen dan sisasnya bersumber dari pengembangan investasi.

“Kami targetkan dari kontrak baru tersebut bersumber sebesar 30 persen dari proyek pemerintah, BUMN dan swasta masing-masing 25 persen dan 20 persen kemudian sisanya berasal dari pengembangan investasi Waskita Karya dari sektor properti, tol dan non tol,” paparnya.

Proyeksi Bisnis Pengembangan Investasi

Destiawan Soewardjono memaparkan proyeksi bisnis terkait pengembangan invesatasi perseroan. Menurutnya di tengah rencana melepas 9 ruas tol di tahun 2021, perseroan mempunyai strategi dalam memutar kembali dana yang diraih sehingga mampu menciptakan peluang baru dalam berinvestasi.

Namun Destiawan menegaskan jika tidak semua ruas tol tersebut akan di lepas, namun sebagian akan didivestasi. Meski Cuma sebagian yang didisvestasi tapi tidak semua hasilnya akan digunakan melainkan sebagian akan kembali diinvestasikan.

“Perseroan telah menetapkan beberapa ruas tol yang memiliki recurring income jangka pendek sehingga pendapatan kami di 2021 bisa mencapai target yang dibidik,” terangnya.

Meskipun investasi jangka panjang perseroan berpotensi lepas, tetapi Wakita Karya meyakini mampu berinvestasi yang lebih besar di tahun ini.

“Tidak semua akan dilepas walau potensi kami akan kehilangan. Namun dari pendapatan dan keuntungannya kami yakini di tahun ini perseroan akan berinvestasi yang lebih besar,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Saham ADHI Meroket! Ini Kata Perseroan

CHRIESTIAN

Published

on

Saham ADHI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham ADHI / PT Adhi Karya (Persero) Tbk beberapa waktu lalu terus mengalami kenaikan. Dalam sepekan harga saham ADHI naik hingga 16,94 persen.

Manajemen perseroan menilai terdapat beberapa sentimen positif yang mempengaruhi naiknya harga saham ADHI.

Beberapa faktor tersebut antara lain perolehan 6 penghargaan MURI dan pekerjaan pengecoran bentang panjang terakhir dari pembangunan proyek LRT Jabodebek.

“Perseroan melakukan penandatanganan kontrak baru proyek jalan tol Solo Yogya serta tol Serang-Panimbang dengan nilai mencapai Rp8,7 triliun,” tulis Direktur Keuangan ADHI Agung Dharmawan dalam keterbukaan informasi.

Pelat merah ini pada bulan November 2020 juga berhasil meraih kenaikan kontrak baru yang tumbuh 130,7 persen apabila dibandingkan perolehan pada bulan sebelumnya tahun yang sama.

Dimana pada bulan Oktober 2020 ADHI hanya memperoleh kontrak sebesar Rp7,5 triliun kemudian naik menjadi Rp17,2 triliun pada November 2020.

“Ini juga menjadi salah satu sentimen positif bagi saham ADHI,” ujarnya.

Selain itu, beroperasinya pelabuhan Patimban dimana perseroan berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi juga memberikan sentiment yang positif terhadap pasar.

“Sentimen positif juga terlihat dari anggaran infrastruktur APBNI 2021 yang naik menjadi Rp414 triliun serta penandatanganan pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi,” tambahnya.

Adapun lembaga tersebut akan bernama Indonesia Investment Authority (INA). Pembentukan INA hingga sekarang ini masih dalam tahap finalisasi, jadi belum ada proyek ataupun terkait pendanaan dari INA.

Di tahun 2021 perseroan diproyeksikan akan memperoleh pendapatan yang sangat baik, mengingta berbagai kontrak baru di tahun 2020.

Selain itu ADHI juga membidik perolehan kontrak baru yang naik 20 persen di tahun 2021 menjadi Rp24 sampai Rp25 triliun.

“Untuk laba bersih di tahun depan tentunya kita targetkan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2020, meskipun masih belum pulih seperti perolehan di tahun 2019,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Diguyur WIKA Rp2,35 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

PT Wijaya Karya Serang Panimbang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk / WIKA mendapatkan pinjaman sebesar Rp2,35 triliun.

WIKA Sebagai Induk Perusahaan menyuntik dana tersebut dimana nantinya akan digunakan untuk kelancaran proyek tol Serang Panimbang, salah satunya dalam membayar kontraktor.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena WIKA merupakan salah satu pemegang saham PT Wijaya Karya Serang Panimbang.

“Perseroan memiliki saham atas di PT Wijaya Karya Serang Panimbang yaitu sebesar 83,42 persen,” tambahnya.

Selain WIKA, terdapat juga PT PP Tbk dan Jababeka Infrastruktur yang masing-masing memiliki porsi saham sebesar 15,64 persen dan 0,94 persen.

Lebih lanjut Mahendra mengatakan jika transaksi tersebut bukan transaksi material karena jumlahnya hanya 14,47 persen dari total ekuitas perseroan.

Setelah pencairan pinjaman PT Wijaya Karya Serang Panimbang dilakukan maka kas dan setara kas perseroan akan turun menjadi Rp4,72 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp7,07 triliun. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!