Laba Bersih Telkom Tahun 2017 Tumbuh 14,4%

oleh

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk / Telkom berhasil mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2017 dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp128.3 Triliun atau mengalami kenaikan 10,2% apabila dibandingkan pendapatan usaha pada tahun sebelumnya. Selain itu Telkom juga berhasil mencatat EBITDA perusahaan yang naik 8,6% atau menjadi Rp64.6 Triliun serta pertumbuhan laba bersih yang tumbuh 14,4% atau menjadi Rp22.1 Triliun.

Perusahaan yang dinahkodai oleh Alex. J Sinaga sebagai Direktur Utama tersebut, secara profitabilitas berhasil mencatat margin dari laba bersih yang tumbuh 0,6% menjadi 17,3%. Menurut Alex hal tersebut mencerminkan bahwa tingkat profitabilitas perusahaan terjaga dengan sangat baik.

“Performa kinerja keuangan Telkom sepanjang tahun 2017 itu menunjukan kemampuan perusahaan ke depannya untuk dapat tumbuh lebih baik lagi di tengah peta persaingan yang kian ketat,” terang Alex.

Adapun pertumbuhan pendapatan usaha dikontribusikan melalui pendapatan dari segmen Data, Internet serta IT Service yang mengalami pertumbuhan 28,7%, dimana segmen ini berhasil berkontribusi terhadap total pendapatan usaha yaitu sebesar 43,2%, atau mengalami peningkatan 37,0% di tahun sebelumnya.

“Meningkatnya pelanggan pada segmen Data, Internet serta IT Service telah menunjukan bahwa Telkom telah berjalan on the track menjadi Digital Telecommunication Company. Pertumbuhan terjadi karena semakin tingginya masyarakat yang menggunakan smartphone serta signifikannya pertumbuhan pelanggan IndiHome dan layanan ICT Solution pada pelanggan perusahaan,” papar Alex.

Seiring pembangunan infrastruktur broadband yang agresif pada segmen backbone mobile dan fixedline, maka beban operasional serta pemeliharaan pun ikut meningkat. Telkom mencatat beban operasional dan pemeliharaan sepanjang tahun 2017 naik sebesar 17,1% dibandingkan beban operasional dan pemeliharaan pada tahun sebelumnya.

Kemudian dari sisi pendapatan anak usaha Telkom yaitu Telkomsel, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp93.2 Triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,5% dengan catatan EBITDA perusaan serta laba bersih yang mengalami pertumbuhan masing-masing yaitu sebesar 7,7% dan 7,8% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.

Meskipun bisnis legacy selular (voice dan SMS) mengalami perlambatan namun Telkomsel berhasil mempertahankan profitnya dengan baik, dimana EBITDA margin dan Net Income Margin sedikit meningkat masing-masing menjadi 57.5% dan 32,6%, yang menunjukkan keberhasilan dalam mengelola beban operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *