Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Laba Bersih BNI Tumbuh Namun Melambat

MediaBUMN

Published

on

Laba bersih BNI

Laba bersih BNI / PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada kuartal III tahun 2019 tercatat sebesar Rp12 triliun. Torehan laba bersih tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Namun pertumbuhan yang positif tersebut mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Dimana Laba bersih BNI pada Kuartal III 2018 masih berhasil tumbuh dua digit yaitu 12,6 persen.

Perolehan laba bersih BNI pada Kuartal III 2019 tersebut dikontribusikan melalui pertumbuhan kredit yang dinbilai masih sangat baik.

Adapun penyaluran kredit perseroan mengalami kenaikan sebesar 14,7 persen secara year on year. Penyaluran kredit tersebut sedikit mengalami perlambatan dibanding pertumbuhan kredit periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil tumbuh sebesar 15,6 persen.

Sementara itu dari sisi net interest margin (NIM) alias margin bunga bersih berhasil mencapai 4,9 persen. Dari sisi kualitas aset, non performing loan (NPL) gross BNI berhasil terjaga pada level 1,8 persen, sama dengan periode 6 bulan pertama di tahun 2019.

Adapun untuk catatan loan to deposito rasio (LDR) dan rasio kecukupan modal (CAR) BNI pada Kuartal III tahun 2019 masing-masing tercatat sebesar 96,6 persen dan 19,3 persen. []

Perbankan

Lanjutkan Tren Pertumbuhan, bank bjb Bukukan Laba Bersih Rp1,56 Triliun Sepanjang 2019

MediaBUMN

Published

on

kinerja

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2019. Di tengah ketidakpastian situasi perekonomian global yang ditandai dengan perlambatan laju pertumbuhan, perseroan mampu mempertahankan catatan memuaskan. Hal tersebut dibuktikan dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun yang dibubuhkan perseroan. Pertumbuhan laba tersebut diikuti penambahan nilai aset yang juga terkatrol dengan total nilai aset yang dimiliki bank bjb termasuk anak perusahaan tercatat sebesar Rp123,5 triliun atau tumbuh sebesar 2,8% year on year (y-o-y).

Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7% y-o-y menjadi Rp81,9 triliun. Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97% (per- November 2019). Kredit konsumer, menjadi penyokong utama dengan pertumbuhan 9,4%. Angka kredit macet dan bermasalah (Non Performing Loan) juga berhasil ditekan pada kisaran 1,58% jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatata 2,77% (per- November 2019).

Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan bertumbuh sebesar 2,7% y-o-y menjadi sebesar Rp89,3 triliun. bank bjb juga berhasil meningkatkan porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di level 49,6%.

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi mengatakan catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini menunjukan kekuatan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2019. Hasil positif ini dicatatkan perseroan di tengah fokus pada dorongan terhadap berbagai program peningkatan ekonomi pemerintah dan inovasi pelayanan secara konstan dan gradual demi menyongsong situasi kompetisi ke depan serta seiring dengan keberlanjutan usaha yang konsisten searah dengan program pemerintah pusat maupun daerah menjadikan semakin optimis mendukung laju kinerja perseroan.

“Visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap kami jaga, ditengah kondisi perekonomian secara makro yang masih mengalami ketidakpastian, likuiditas yang ketat serta tekanan suku bunga, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif.” kata Yuddy dalam Analyst Meeting Full Year 2019 bank bjb di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta (28/2/2020).

Perseroan optimis dan percaya diri menyambut tahun 2020. Terlebih, bank bjb telah menyusun strategi ekspansi usaha guna menunjang strategi mengakselerasi pertumbuhan sepanjang tahun, salah satunya melalui Penawaran Umum Berkelanjutan II (PUB II) Obligasi Subordinasi bank bjb senilai Rp500,- miliar. Dana yang dihimpun tersebut dapat membantu kebutuhan ekspansi bisnis Perseroan melalui permodalan tier 2. Diharapkan dengan ketersediaan dana yang terkumpul akan semakin memberi tenaga guna menambah daya gedor penetrasi perseroan.

Untuk menunjang operasional bank bjb, pengembangan berbagai produk dan jasa layanan keuangan yang telah dilakukan perseroan juga akan terus diperbaharui. Inovasi dilakukan guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman, praktis sekaligus efisien. Strategi inovasi ini turut pula dibarengi dengan langkah sinergi dengan para mitra yang telah terjalin demi meningkatkan loyalitas, kepercayaan dan kredibilitas perseroan.

“Langkah-langkah untuk menopang laju pertumbuhan bisnis telah kami persiapkan dan akan menjadi senjata andalan untuk digunakan menghadapi berbagai situasi. Seluruh aktivitas yang kami jalankan akan senantiasa beriringan dengan semangat untuk terus-menerus meningkatkan kualitas layanan demi mengoptimalisasi potensi pertumbuhan usaha dan mewujudkan visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia,” ujar Yuddy. []

Continue Reading

Asuransi

Kinerja Jamkrindo: Laba Melesat Tumbuh 51 Persen

CHRIESTIAN

Published

on

Kinerja Jamrindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kinerja Jamrindo (Perusahaan Umum Penjaminan Kredit Indonesia) sepanjang tahun 2019 tumbuh dengan sangat gemilang. Perusahaan yang dinahkodai Randi Anto sebagai Direktur Utama ini berhasil membukukan laba (sebelum pajak) sebesar Rp765,71 miliar atau tumbuh 51 persen.

Dalam paparan kepada media, Randi menegaskan jika pertumbuhan atas kinerja Jamkrindo mencerminkan bisnis perusahaan yang semakin prospektif dan solid.

“Selain itu kami juga dari sisi volume penjaminan kami berhasil menutup kinerja di tahun 2019 lalu dengan sangat baik mencapai Rp203,99 triliun atau tumbuh 17 persen secara year on year,” jelas Randi.

Lebih lanjut Randi memaparkan bahwa volume penjaminan tersebut terdiri dari volume penjaminan KUR (kredit usaha rakyat) yang nilainya mencapai Rp59,01 triliun serta penjaminan non KUR sebesar Rp144,98 triliun.

“Kinerja Jamkrindo tentu juga didorong oleh berbagai sektor, antara lain jasa perdagangan, produksi dan usaha non produktif, serta sektor konstruksi. Untuk sektor konstruksi sendiri didorong oleh KUR serta kredit komersial,” paparnya.

Selain itu, untuk sektor jasa dan perdagangan didorong melalui penjaminan kredit super mikro, kredit ritel komersial, Kredit Ultra Mikro (UMi) dan kredit program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Kinerja Jamkrindo dari sisi pendapatan usaha berhasil mencatat imbal jasa penjaminan (IJP) bersih naik 54 persen atau menjadi Rp2,53 triliun. sebelumnya IJP di tahun 2018 hanya sebesar Rp1,64 triliun.

“Pendapatan usaha naik dan diikuti pendapatan investasi yang juga ikut naik,” ujar Randi. []

Continue Reading

Perbankan

Perluasan Jangkauan, Kredit bjb Mesra Bantu Difabel Wujudkan Kemandirian Ekonomi

MediaBUMN

Published

on

bjb mesra

Suartini (Tengah) selaku Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb menandatangani MoU antara bank bjb dengan Fatayat (Tengah Kanan) bersama Hirni Zafa Hazefa (Tengah Kiri) selaku Ketua PW Provinsi Jawa Barat serta penandatangan MoU dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia oleh Kustini selaku Ketua Himpunan terkait perluasan akses penyaluran bjb Mesra yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Turut menyaksikan Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi (Kedua Kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kedua Kanan).

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Keinginan untuk mampu berdikari secara ekonomi, menjadi harapan yang melekat dalam benak siapa saja, tak memandang warna kulit, gender, maupun kategori-kategori sosial lain yang kerap kali dilekatkan. Dorongannya sanggup menggerakan setiap orang untuk berani melangkah, melewati berbagai rintangan terjal demi mencapai kebebasan finansial.

Kustini menjadi salah satu dari sekian juta orang yang lamat-lamat menyimpan harapan itu. Dia adalah Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jabar. Bersama para difabel lainnya, Kustini tak cuma mengandalkan harap, dia getol bekerja keras mengupayakan bermacam hal agar kelak ia dan harapannya dapat bersitatap.

Di bawah himpunan yang ia gerakkan, para difabel mendapatkan beragam pelatihan keterampilan untuk mengeksplorasi keahliannya di berbagai bidang. Tujuannya, agar mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai, bekal fondasional paling niscaya dibutuhkan dalam menjemput impian kemandirian.

Di mata Kustini, para difabel memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kewirausahaan. Keahlian yang dipupuk dari serangkaian pelatihan, serta semangat juang berlipat ganda untuk menunjukkan kebolehan menjadi senjata utamanya.

Tapi, Kustini juga mafhum bahwa bekal keahlian dan daya juang saja tak cukup dalam mengarungi ketatnya persaingan dunia usaha. Modal, menjadi salah satu faktor paling menentukan bagi setiap orang dalam merintis dan melebarkan sayap usaha.

Kondisi itu, tentu saja membuat ia sempat merasa risau. Apalagi, status sosial difabel yang melekat pada diri dan kawan sejawatnya menambah-nambah kepelikan situasi yang dia hadapi. Kustini tahu betul, penyandang disabilitas kesulitan mengakses permodalan.

Rasa gundah yang sempat menyelimuti itu akhirnya sirna seiring keputusan kehadiran Kredit bjb Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan bank bjb kini memperluas jangkauan pelayanan produk Kredit bjb Mesra. Kini, kredit yang menjadi andalan warga Jabar ini terbuka bagi para difabel.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto mengatakan langkah ini merupakan wujud nyata keberpihakan perseroan kepada seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan akses permodalan dalam membangun kemandirian ekonomi. Tak melulu berorientasi pada keuntungan, Widi menuturkan bank bjb juga memiliki komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb memiliki peran sentral untuk menopang perkembangan perekonomian masyarakat. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari semangat perseroan dalam mendukung pertumbuhan daerah. Kami meyakini, perluasan jangkauan ini akan memberi dampak positif mengingat Kredit bjb Mesra merupakan salah satu produk andalan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan akses permodalan lebih mudah,” kata Widi.

Sejak pertama kali diluncurkan akhir 2018 lalu, Kredit bjb Mesra memang telah menjadi primadona di tengah-tengah masyarakat. tercatat jumlah pembiayaan Kredit bjb Mesra yang telah tersalurkan mencapai Rp8,1 miliar. Dana miliaran tersebut menyentuh 2.802 warga penerima manfaat lewat 202 rumah ibadah dan 383 kelompok yang tersebar di 105 kecamatan pada 22 kota dan kabupaten.

Perluasan jangkauan ini juga merupakan langkah perseroan yang dilakukan guna memperlebar akses inklusi keuangan kepada seluruh lapisan dan kelompok masyarakat. Pemanfaatan produk keuangan ini merupakan hal penting demi mengoptimalisasi potensi usaha yang digeluti masyarakat.

Tak hanya membuka keran perluasan akses, bank bjb juga memberikan pembekalan pengetahuan dalam bentuk edukasi dan literasi keuangan via berbagai program, tak terkecuali program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). Melalui PESAT, bank bjb memberikan edukasi dan pendampingan kepada para wirausaha selama beberapa bulan agar kemampuan pengelolaan keuangan serta akselerasi usaha dapat berkembang.

Untuk mengakses permodalan lewat Kredit bjb Mesra, persyaratan yang diberlakukan terbilang sederhana di mana kelompok penyandang disabilitas diminta membuat proposal berisi daftar kebutuhan berikut besaran dananya. Nantinya, proposal diberikan kepada organisasi yang menaungi untuk dilanjutkan kepada bank bjb.

Sistem pengajuannya pun dilakukan secara berkelompok dengan anggota 5-10. Setiap orang dalam kelompok bisa mengajukan kredit hingga Rp5 juta. Selain berfungsi sebagai kelompok pembinaan pelatihan, namun juga berfungsi sebagai kelompok penerima pinjaman karena kredit ini bersistem tanggung renteng. kelompok-kelompok yang terbentuk akan menerima pelatihan dari pihak bank bjb.

Keterbukaan akses Kredit bjb Mesra bagi para disabilitas ini mendatangkan angin segar bagi Kustini. Kini, ia dan kawan-kawannya tak lagi hanya bisa bermimpi mengembangkan usaha. Bagi para difabel semula hanya memiliki bekal niat, juga bisa segera merealisasikan cita-cita usahanya.

“Kesulitan akses permodalan selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi wirausahawan kelompok disabilitas. Dengan keberadaan Kredit bjb Mesra ini, kami mendapat kemudahan pinjaman tanpa agunan dan biaya administrasi yang ringan sehingga akan lebih memudahkan upaya untuk mengembangkan usaha,” kata Kustini. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM