Laba Bersih Angkasa Pura I Tumbuh 23%

by

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatatkan kinerja positif pada tahun 2017 dengan meraup laba bersih (unaudited) sebesar Rp1.4 triliun, atau tumbuh 23% jika dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 1,1 triliun.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan bahwa sebagai perusahaan yang mengelola 13 bandara di kawasan tengah hingga timur Indonesia tersebut berhasil membukukan pendapatan operasional sebesar Rp7.1 triliun atau meningkat 17% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp6.1 triliun.

Baca Juga : Kinerja Pelindo III Tumbuh Mengesankan

Bisnis aeronautika Angkasa Pura I berhasil menyumbang kontribusi terhadap pendapatan operasional sebesar Rp4.2 Triliun. Seperti diketahui bahwa bisnis aeronautika tersebut meliputi Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), jasa Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), layanan aviobridge, check-in counter, Pelayanan Jasa Pendaratan dan Penempatan serta layanan baggage handling system.

Sementara itu sebesar Rp2.9 Triliun berhasil disumbang melalui bisnis non-aeronautika. Bisnis tersebut yang meliputi sewa ruang, konsesi, reklame, parkir, peron, lounge, event promotion, dan lainnya.

“Pertumbuhan revenue perseroan tersebut berhasil diraih seiring pertumbuhan penumpang, pesawat, dan kargo, seiring dengan upaya perusahaan menginisiasi program pengembangan destinasi wisata Collaborative Destination Development (CDD) yang berkerja sama dengan pemerintah daerah serta terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bandara,” ujar Faik.

PT Angkasa Pura I (Persero) berhasil mencatat peningkatan trafik pesawat. Dimana pada tahun 2016 tercatat pergerakan 764.531 menjadi 791.496 pergerakan di tahun 2017 atau meningkat 35%.

Baca Juga : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Terbitkan Komodo Bonds Senilai Rp5,4 Triliun

Pertumbuhan juga terjadi pada trafik penumpang sebesar 6%. Dimana pada tahun 2016 hanya tercatat 84,7 juta penumpang menjadi 89,7 juta penumpang di tahun 2017. Demikian pula dengan kargo yang ikut tumbuh sebesar 11,4% dari 362 juta kg pada 2016 menjadi 403 juta kg pada 2017.

“Sepanjang tahun 2017, perseroan telah melakukan sejumlah investasi sebesar Rp4,6 Triliun yang diserap kepada sejumlah sektor investasi strategis, antara lain sebesar Rp2.3 Triliun untuk pengembangan bandara dan Rp2.3 untuk investasi bidang keselamatan dan pelayanan,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *