KUR Bank Mandiri Tersalur Ke Berbagai Sektor Strategis

by
KUR Bank Mandiri

KUR Bank Mandiri adalah kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh perbankan terhadap UMKM yang feasible, namun belum bankable. KUR bertujuan agar meningkatkan dan memperluas pelayanan bank terhadap UMKM produktif.

Selain itu kehadiran KUR tentunya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daya saing para UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi yang juga akan memengaruhi penyerapan tenaga kerja, serta turut menanggulangi kemiskinan.

Kredit Usaha Rakyat atau KUR Bank Mandiri terdiri dari 3 jenis, yaitu KUR Mikro, KUR Ritel, KUR Penempatan TKI. Dengan limit kredit maksimal Rp25 juta per debitur dan jangka waktu yang berbeda-beda. Serta KUR khusus dengan limit di atas RP25 juta yang diberikan khusus kepada kelompok yang dikelola bersama dalam bentuk kluster Mitra Usaha untuk komoditas perkebunan, peternakan dan perikanan rakyat.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang menjelaskan penyaluran KUR Bank Mandiri telah mampu memperoleh 66.560 debitur UMKM. Penyaluran KUR kali ini, tergolong baik sebab perseroan masih dapat mempertahankan porsi KUR produktif di 51 persen. Hingga akhir tahun ini, porsi KUR produktif ditargetkan naik menjadi 60 persen dari total KUR yang disalurkan.

KUR BANK MANDIRI KURATAL I/2019

Tercatat penyaluran KUR Bank Mandiri per kuartal I tahun 2019 memperoleh Rp5,17 triliun. Nilai itu setara dengan 20,68 persen dari total target yang pada tahun ini sejumlah Rp25 triliun.

“Bank Mandiri masih optimistis pada tahun ini menargetkan dapat menyalurkan KUR sebesar Rp25 triliun, dan Rp15 triliun yang akan disalurkan kepada sektor produksi,” ungkap Donsuwan.

Penyaluran KUR Bank Mandiri salurkan ke dalam berbagai sektor. Pada sektor pertanian sebesar Rp849 miliar, perikanan Rp8,8 miliar, jasa produksi Rp1,6 triliun, serta industri pengolahan Rp179,9 miliar.

Donsuwan mengakatan, perseroan masih cukup kesulitan mengalirkan KUR Bank Mandiri yang produktif pada sektor usaha pertanian dan perikanan. Hal itu disebabkan, risiko pembiayaan di sektor tersebut yang relatif tinggi. Kedua sektor ini sangat berdampak pada perubahan cuaca serta gangguan penyakit atau hama tanaman.

“Kami masih akan meneruskan pendekatan dengan menggunakan pola atau skema kerja sama dengan off-taker. Yang akan menjamin pembelian atas hasil produksi petani atau pun nelayan, sehingga dapat menjamin pembayaran atas fasilitas KUR yang diterima oleh para pelaku UMKM. Kami harap ini dapat menjadi cara untuk mitigasi risiko,” jelas Donsuwan.

Perseroan juga masih akan terus memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasabah segmen korporasi maupun dengan yang bukan nasabah Bank Mandiri. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *