Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Kuota KPR BRI Targetkan 10.000 Unit di 2020

MediaBUMN

Published

on

Kuota KPR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kuota KPR (Kredit Perumahan Rakyat) BRI pada tahun 2020 diharapkan bisa disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencapai 10.000 unit.

Pengajuan kuota KPR tersebut diajukan BRI dengan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menurut Direktur Konsumer BRI Handayani, KPR menjadi program yang dinantikan oleh banyak masyarakat luas. Untuk itu, BRI mencoba menambah program yang bersentuhan dengan masyarakat banyak.

“Tahun depan kamu mengajukan KPR kembali sekitar 10.000,” kata Handayani di Kementrian BUMN, Senin (4/11).

Pengajuan kuota KPR tersebut, lanjutnya, mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat dari alokasi FLPP tahun 2019 ini dengan jumlah total sebanyak 3.000 unit.

Namun, belakangan ini BRI telah mendapatkan tambahan kuota KPR, kurang lebih ada tambahan sebanyak 385 unit KPR subsidi.

“Untuk jumlah yang ada tersebut sudah habis tersalurkan,” terang Handayani.

Selain itu sampai dengan akhir tahun ini, BRI tidak lagi bisa mengajukan penambahan KPR subsidi dengan skema FLPP.

Alasannya adalah dikarenakan harus mengikuti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pemerintah di tahun 2019 ini.

“Jadi, kami ingin kuota KPR nya bisa ditambah tahun depan,” jelas Handayani.

Penyaluran KPR subsidi dinilai sangat penting. Karena menurutnya, sampai dengan saat ini, masih ada selisih antara ketersediaan dengan jumlah kebutuhan rumah pada tahun depan. Sehingga pengajuan kuota ini dianggap penting.

“Gap nasional itu ada sekitar 5 juta unit. Nah, untuk BRI ingin berpartisipasi lebih banyak untuk bisa mendapatkan kuota KPR subsidi tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, di tahun depan pun pemerintah menganggarkan dana FLPP sebesar Rp9 triliun.

“Nah, untuk alokasi dana tersebut sudah tertera di dalam RAPBN 2020. Bahkan, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pada tahun ini, yakni dengan nilai Rp 5,2 triliun,” tandasnya. []

Perbankan

Penyaluran KUR Pertanian, Upaya Bank BUMN Tangkal Dampak Corona

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Penyaluran KUR pertanian

MEDIABUMN, Jakarta – Penyaluran KUR pertanian menjadi salah satu upaya yang dilakukan bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam menangkal dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Adapun Nilai yang dialokasikan untuk penyaluran KUR pertanian ini mencapai Rp50 triliun.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dana KUR ini bisa dimanfaatkan para petani di seluruh Indonesia. penyaluran KUR pertanian oleh Bank BUMN dalam jangka pendek juga diharapkan dapat menangkal dampak pandemi Covid-19.

“Penyaluran KUR pertanian ini juga merupakan satu upaya menangkal dampak dampak pandemi ini agar tidak sampai memukul perekonomian petani. Maka sektor pertanian tidak boleh goyah akibat Covid-19,” kata Yasin Limpo.

Sementara itu Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan mencatat, per 3 April 2020, pelaku usaha tani yang sudah mengakses KUR sebanyak 477.447 orang. Dengan jumlah dana senilai Rp 13.2 triliun. Penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu karena lebih mudah diakses tanpa agunan.

Mentan pun mengajak para petani dan pimpinan daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota memanfaatkan layanan KUR ini secara optimal untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian.

“Program ini sudah ada aturan main yang cukup ketat karena langsung diawasi para pimpinan daerah. Kalau dana ini dimanfaatkan dengan baik, maka tidak perlu lagi petani ngambil pinjaman dari mana-mana yang bunganya besar,” ujarnya.

Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menambahkan, tahun 2020 ini Kementan diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp 50 triliun. Bank yang melayani penyaluran KUR pertanian ini semuanya adalah bank milik pemerintah atau BUMN.

“Penyaluran KUR pertanian ini bekerja sama dengan bank milik BUMN. Syarat mendapat KUR pertanian juga mudah. Namun petani yang bisa mengakses KUR harus memiliki lahan garapan produktif, rancangan anggaran, dan berbagai syarat untuk kepentingan BI Checking,” jelas Sarwo Edhy.

Sejauh ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank penyalur KUR terbesar, yakni senilai Rp 8,4 triliun. kemudian Bank BNI Rp 1,1 triliun, dan Bank Mandiri Rp 1,5 triliun. Sementara Bank BUMN lainnya ditambah bank daerah sebesar Rp745 miliar.

Menurut Sarwo Edhy, pihaknya juga membuka kesempatan untuk bank milik Pemerintah Daerah juga bisa melayani penyaluran KUR. Melalui dana KUR, petani bisa mengembangkan budidaya komoditas pertanian, perkebunan, tanaman hortikultura dan juga peternakan. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Penyaluran Pinjaman Rp13 Triliun dibidik SMF Tahun Ini

CHRIESTIAN

Published

on

Penyaluran pinjaman

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penyaluran pinjaman sebesar Rp13 triliun menjadi target penyaluran PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) / SMF di tahun 2020 ini.

Target penyaluran pinjaman tersebut sepertinya tidak terlalu terpengaruh oleh langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perbankan yang sebelumnya memastikan bahwa debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berhak mendapat restrukturisasi imbas pandemi Covid-19.

“Kami sebagai perusahaan di sektor pembiayaan sekunder properti sampai saat ini belum merasa terdampak langsung atas kebijakan dari OJK karena counterparts kami yaitu para penyalur KPR,” jelas Direktur SMF Heliantopo (9/4).

Adapun lembaga keuangan yang menyalurkan KPR yaitu multifinance dan perbankan. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak terhadap kinerja perusahaan yang menjadi mitra SMF menjadi tertekan.

“Tapi sampai sekarang kami terus mengkaji seberapa besar dampaknya terhadap perusahaan. Kami juga mengkaji akan seperti apa dan berapa lama pandemi covid-19 berlangsung,” pungkasnya.

Target penyaluran pinjaman SMF yang sebesar Rp13 triliun di tahun ini mengalami peningkatan sebesar 4,41 persen apabila dibandingkan dengan realisasi penyaluran pinjaman pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp12,45 triliun.

“Belum kami revisi target tersebut, tapi kami juga harus realistis melihat kondisi perekonomian termasuk properti akibat pandemic Covid-19,” tutupnya. []

Continue Reading

Perbankan

Indikator industri perbankan, dari Normal Kini Berstatus Waspada

CHRIESTIAN

Published

on

Indikator industri perbankan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Indikator industri perbankan saat ini dalam status waspada. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut kondisi industri perbankan masuk level waspada dari sebelumnya berada dalam kondisi normal.

Tidak lain adalah pandemi Covid-19 sebagai biang keroknya! LPS berharap status waspada indikator industri perbankan ini tidak berubah status menjadi buruk.

“Mudah-mudahan indikator industri perbankan tidak memburuk. Namun dengan adanya Perppu 1/2020 dapat memberi keleluasaan untuk mengusulkan langkah strategis apabila kondisi berubah menjadi buruk,” pungkas Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah melalui video conference, Kamis (9/4).

Akibat pandemi Covid-19, menurutnya, terdapat kenaikan indikator dari normal kepada level waspada.

“Potensi naiknya kredit bermasalah adalah salah satu dampak pandemi tersebut,” tambahnya.

Walau demikian, LPS, imbuh Halim, belum melihat ada pertanda kondisi indikator industri perbankan memburuk.

“Kami juga belum melihat adanya penarikan dana dari para deposan. Jadi dalam waktu dekat ini kami belum terlihat ada tanda-tanda akan mengalami gagal bayar,” ujarnya.

Kondisi indikator industri perbankan yang terjadi saat ini, lanjut Halim, sangat tergantung dari likuiditas perbankan. Menurutnya, perbankan wajib menjaga kepercayaan masyarakat agar mereka tidak menarik dana secara besar-besaran.

“Pelonggaran likuiditas dari Bank Central sangat membantu perbankan menjaga likuiditas serta memberikan rasa kepercayaan terhadap masyarakat.
Salah satunya dengan membuka kesempatan (windows) lelang setiap hari, baik melalui instrumen term repo maupun forex swap.

Melalui kedua instrumen moneter tersebut, bank bisa mendapatkan likuiditas dengan menjaminkan Surat Utang Negara (SUN) yang dimiliki dalam lelang term repo dan valuta asing dalam lelang forex swap. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM