Krakatau Tirta Industri Catatkan Kinerja Positif di 2019

oleh
Krakatau Tirta Industri

MEDIABUMN.COM, JakartaKrakatau Tirta Industri, salah satu anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) catatkan kinerja positif di tahun 2019. Diketahui Krakatau Tirta Industri adalah perusahaan yang didirikan pada 28 Februari 1996 di Cilegon dengan 99.99% sahamnya dimiliki oleh perusahaan BUMN PT Krakatau Steel.

Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pengelolaan air baku, mendirikan dan mengoperasikan instalasi penjernihan air, dan melakukan perdagangan barang-barang yang terkait dengan usaha tersebut.

Pada tahun ini hingga Oktober 2019 Krakatau Tirta Industri telah mencatatkan laba senilai Rp125 miliar. Sementara target laba tahun 2019 ini yang ingin dicapai perusahaan adalah Rp160 miliar.

Artinya dengan perolehan laba hingga Oktober 2019 mencapai Rp125 tersebut, perusahaan telah mencapai 78 persen dari target yang ditentukan.

“Untuk laba sampai dengan Oktober 2019 ini mencapai Rp125 miliar. Sementara target kita hingga akhir tahun ini adalah Rp160 miliar, jadi kita masih punya 2 bulan lagi untuk mengejar target tersebut,” kata Direktur Utama Krakatau Tirta Industri Agus Nizar Vidiansyah, Kamis (14/11).

Sementara pada tahun 2018 berdasarkan laporan keuangan tercatat pendapatan yang didapatkan sebesar Rp475 miliar. Nilai tersebut naik dari tahun sebelumnya yang tercatat laba yang didapatkan sebesar Rp459,8 miliar.

Kedepan dalam meningkatkan efisiensi, perusahaan berencana membangun solar cell di atas waduk kelolaan Krakatau Tirta Industri.

Langkah-langkah tersebut dinilai dapat mengurangi penggunaan listrik perusahaan. “Untuk Krakatau Tirta Industri saja biaya listriknya 20 persen,” tuturnya.

Sementara itu, di dalam rancangan bisnis tahun 2020, Krakatau Tirta Industri juga berencana menurunkan target laba menjadi Rp140 miliar. Hal ini dikarenakan terdapat penyesuaian investasi.

“Rencana investasi tahun depan kami target mengelola air di luar kawasan Cilegon hingga 3000 liter per detik,” terangnya.

“Sementara saat ini di Gresik kita sudah mengelola 1000 liter per detik, jadi masih 2000 liter per detik lagi,” tambahnya.

Selanjutnya untuk pengembangan kedepan pihaknya juga tengah mengincar dana equity senilai Rp1 triliun. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *