Krakatau Steel Kans Kuat Jadi Pasien PPA

oleh
Krakatau

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Krakatau Steel kini benar-benar dalam kondisi terpuruk, dan perseroan pun memiliki kans yang kuat menjadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau yang akrab disebut PPA.

Kondisi tersebut terungkap di dalam rapat di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kamis (28/11).

Diakui Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim bahwa ada kemungkinan untuk menyelamatkan perusahaan pelat merah yang dipimpinnya tersebut dengan melibatkan PPA.

“Salah satu yang tengah dihadapi dan disikapi Krakatau Steel adalah menyikapi neraca perusahaan. Utang Krakatau Steel besar sekali,” aku Silmy.

Untuk itu kemungkinan dalam menyelamatkan perseroan yang dipimpinnya tersebut, pihaknya akan melibatkan PPA.

Namun Silmy sampai dengan saat ini pun belum dapat memastikan PPA akan terlibat sejauh apa terkait penyelamatan perseroannya tersebut.

Menurutnya masih ada rapat lanjutan yang akan dilakukan pada pekan depan. Bahkan rapat tersebut dijadwalkan akan berlangsung dalam menentukan skema penyelamatan Krakatau Steel melalui PPA.

“Ini bukan bagaimana caranya masuk PPA, tapi bagaimana PPA bisa ikut serta di dalam proses restrukturisasi perusahaan. Jadi itu yang mungkin menjadi salah satu caranya,” terang Silmy.

Ditegaskannya juga bahwa hal tersebut dapat menjadi skema penyelamatan Krakatau Steel bersama PPA.

Jadi hal ini berbeda dengan yang dilakukan perusahaan BUMN sakit lainnya.
“Mungkin yang akan dilakukan saat ini berbeda pendekatannya. Jika Iglas waktu lalu kan memang karena BUMN-nya sudah tak lagi beroperasi. Kalau kita ini nkan tidak. Kita ini hanya bagaimana memperbaiki neracanya saja,” jelasnnya.

Selain itu, disampaikan Silmy, keterlibatan PPA bukan hanya dalam konteks hal-hal yang memang tidak optimal untuk diurusi.

“Mungkin anak perusahaan kita yang bisa diperbaiki. Tapi ini ide masih terlalu dini untuk dimunculkan,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama PPA Iman Rachman juga pernah bicara terkait kemungkinan pihaknya terlibat dalam penyelamatan Krakatau Steel.

Hanya saja, saat itu dinilainya Krakatau Steel tengah ditangani langsung pemegang saham, yaitu pemerintah. Sehingga, penanganan belum bisa masuk.

Menurut Iman juga, dalam menangani perusahaan BUMN, PPA butuh penunjukan langsung dari pemerintah.

Tentunya dalam hal ini dilakukan dengan mekanisme yang telah diatur dalam pemerintah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *