Connect with us
PERTAMINA

Industri

Krakatau Steel Segera Kembangkan Produk Baja Otomotif

MediaBUMN

Published

on

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / KS, menggandeng Sango Corporation sebuah perusahaan yang berasal dari Jepang untuk mengembangkan dan memproduksi baja wire rod yaitu jenis baja untuk kebutuhan industri otomotif. Dengan nilai investasi sebesar US$ 95 juta, KS optimis mampu mnegembangkan produk tersebut di Indonesia.

Investasi Sango Corporation tersebut merupakan milestone bagi sejarah indusri otomotif nasional. Dengan adanya kerjasama tersebut, kementerian perindustrian mengharapkan nantinya dapat menekan impor baja wire rod.

Dengan kerjasama tersebut nantinya Sango Corporation bisa melakukan produksi wire rod melalui fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh KS. Dengan demikian ke depan diproyeksikan akan menghemat devisa impor sebesar 40 ribu ton per tahunnya. Selain itu suplai terhadap sektor otomotif dan suku cadang nasional juga akan semakin baik.

Baca Juga : Pindad Terus Lakukan Penetrasi Pasar Global

Kerjasama tersebut, menurut Presiden Direktur PT Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi akan direalisasikan pada awal tahun 2018.

Presiden Direktur PT Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, kerja sama ini akan direalisasikan pada awal 2018. Hal itu mengingat saat ini Krakatau Steel juga sudah berinvestasi di fasilitas produksi baja wire rod.

“Triwulan I/2018 sudah bisa masuk karena fasilitas KS wire rod sudah dalam kondisi siap,” ujarnya.

Laman: 1 2

Jasa Pelayanan & Logistik

Muatan Barang PT Pelni Naik Hingga 300 Persen

EKO PRASETYO

Published

on

Muatan barang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Muatan barang PT Pelni (Persero) pada semester I 2020 tercatat mengalami kenaikan volume hampir 300 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, peningkatan muatan barang dengan angkutan kapal PT Pelni, salah satunya karena mendapatkan penugasan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) penyelenggaraan angkutan barang pada 2020 di delapan trayek.

“Dibandingkan dengan semester I tahun 2019 muatan barang naik dari 941 TEUs menjadi 2.869 TEUs di semester I 2020. Artinya kinerja pada kapal barang naik nyaris 300 persen,” kata Yahya Kuncoro, Jumat (3/7/2020).

Yahya menjelaskan, dari delapan trayek penugasan Kemenhub tersebut, ada tiga trayek yang padat muatan, yakni trayek T-15 yang melintasi Tanjung Perak, Makassar, Jailolo, Morotai dan kembali ke Tanjung Perak.

Kemudian trayek T-10 dengan rute Tanjung Perak, Tidore, Galela, Buli, Maba, Weda, Tanjung Perak dan trayek H-1 di jalur Tanjung Perak, Makassar, Tahuna dan Tanjung Perak.

“Ketiga trayek ini berkontribusi sebesar 63,40 persen dari total muatan barang, atau membawa total sebesar 1.819 TEUs,” jelasnya.

Kemudian lima trayek lainnya masih memiliki potensi untuk menambah muatan barang PT Pelni, seperti trayek T-13 di Tanjung Perak, Rote, Sabu, dan Tanjung Perak.

Trayek T-5 yaitu Bitung, Tahuna, Tagulandang/ulu siau, Lirung/Melangoane, Miangas, Marore, Tahuna, Bitung dan trayek T-14 di Tanjung Perak, Lembata, Tabilota/Larantuka dan Tanjung Perak.

Lalu trayek T-18 di Tanjung Perak, Badas, Bima, Merauke, (Kelapa Lima), Bima, dan Tanjung Perak serta trayek T-3 di Tanjung Priok, Jemaja/Letung, Tarempa, Midai, Selat Lampa, Serasan dan kembali ke Tanjung Priok.
Untuk angkutan kendaraan PT Pelni di semester I, juga mengalami peningkatan sebesar empat persen dibandingkan semester I 2019, yakni dari 3.536 unit menjadi 3.681 unit.

“Peningkatan juga terjadi pada muatan Responsibility and excellent delivery (redpack), atau layanan end to end logistik Pelni dari 74.569 kg/m3 menjadi 156.884 kg/m3, atau sebesar 110 persen,” jelasnya.

Yahya berharap, dengan mulai dibukanya beberapa pelabuhan sebagai akses keluar-masuknya muatan barang dan masyarakat, akan meningkatkan performa perusahaan di waktu mendatang.

“Kita berharap pembukaan akses ini bisa menjadi peluang untuk menjalin kerja sama dengan berbagai BUMN, swasta, maupun instansi lainnya,” tutupnya. []

Continue Reading

Perbankan

Permintaan KPR Subsidi BTN Melonjak Drastis

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

permintaan KPR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Permintaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Subsisi di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengalami kenaikan drastis menjelang peneraman new normal.

Bank BTN mencatat, hingga 25 Juni 2020, permintaan KPR subsidi di BTN meningkat hingga 75 persen.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury mengatakan, parmintaan KPR subsidi ini jauh lebih tinggi dibandingkan permintaan di bulan Mei 2020, angka tersebut diprediksi masih akan meningkat seiring dibukanya kembali berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jelang penerapan new normal ini menjadi salah satu faktor yang membuat permintaan KPR subsidi melonjak. Pelonggaran PSBB juga meningkatkan kembali aktivitas ekonomi warga yang sempat terhenti,” kata Pahala dalam diskusi virtual Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui Perbankan, Kamis (2/7/2020).

Pahala menuturkan, Bank BTN cukup beruntung karena 80 persen nasabahnya merupakan nasabah dengan pendapatan tetap.

Kendati demikian, 60 persen dari total nasabah yang dimiliki BTN merupakan masyarakat berpendapatan rendah.

BTN sebagai bank BUMN juga terus berupaya mendorong program pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui penyaluran kredit dari dana pemerintah senilai Rp 30 triliun.

Pihak BTN berencana melakukan ekspansi kredit sebesar Rp 30,3 triliun dalam waktu enam bulan ke depan.

Angka Restrukturisasi itu akan lebih tinggi dari bulan Mei, di mana restrukturisasinya mencapai Rp26 triliun.

“Restrukturisasi penyaluran kredit yang dilakukan BTN akan ditingkatkan hingga Rp30 triliun. Saat ini ada keringanan dari OJK. Jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi cukup besar jumlahnya,” jelasnya.

Pahala Mansury mengatakan, komposisi kredit perumahan sekitar 70 persen akan difokuskan pada penyaluran KPR. Karena hasil perhitungan BTN, pertumbuhan kredit masih bisa tumbuh positif di angka 4 hingga 5 persen.

Likuiditas Dipastikan Aman

Bank BTN memastikan kondisi likuiditas di bank pelat merah tersebut masih aman di tengah situasi pandemi.

Hal ini disampaikan menanggapi beredarnya berita hoax yang menyatakan sejumlah bank di Indonesia mengalami kondisi seret, sehingga memprovokasi para nasabah bank untuk menarik seluruh dananya.

Direktur Finance BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan alat likuiditas Bank BTN terdiri dari Giro Wajib Minimum (GWM) dan Surat Berharga Negara (SBN) sangat besar.

Untuk Surat Berharga Negara, ada penempatan sekitar Rp 25 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku, bahkan ada dana dalam rupiah dan dolar AS yang nilainya mencapai Rp 15 triliun.

Untuk itu, Nixon meminta agar aparat kepolisian menyelidiki siapa aktor penyebar berita hoax rush dana perbankan itu. Sebab berita-berita hoax yang disebarkan bisa mengganggu stabilitas ekonomi negara. []

Continue Reading

Perbankan

Bank Syariah BUMN Akan Dimerger, Ditarget Rampung Awal 2021

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Bank syariah BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank syariah BUMN rencananya akan digabungkan (merger) oleh Kementerian BUMN untuk mendorong pengembangan pasar keuangan syariah.

Penggabungan sejumlah bank syariah BUMN ini diperkirakan dapat rampung pada Februari tahun 2021 mendatang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pasar syariah saat ini memiliki prospek kebutuhan yang cukup besar di Indonesia.

Maka perlu dilakukan merger bagi bank syariah BUMN guna pengembangan pasar keuangan syariah dimana Indonesia dengan status negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, jasa keuangan syariah harus difasilitasi.

“Upaya merger ini menurut kami perlu seperti Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan sebagainya. Maka kami sedang mengkaji bank-bank syariah ini menjadi satu, Insya Allah Februari tahun depan jadi satu,” kata Erick Thohir, Kamis (2/7/2020).

Diketahui, ada tiga bank umum syariah yang merupakan anak usaha BUMN, yaitu PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Satu lagi masih berupa unit syariah yaitu Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Erick menjelaskan, dengan merger ini, bank syariah BUMN akan masuk jajaran delapan bank terbesar di Indonesia dari segi asset, sehingga kemampuannya dalam penyaluran pembiayaannya juga akan meningkat.

Kehadiran bank syariah milik BUMN dengan kapasitas besar dipastikan dapat memperluas pilihan pendanaan sektor riil yang selama ini masih bergantung kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti Mandiri, BRI, BNI dan BTN.

“Bank syariah BUMN bisa masuk 8 besar bank yang menjadi pilihan alternatif masyarakat. Jadi kita coba lakukan segmentasi dengan Bank di Himbara supaya sama-sama memperkaya marketnya,” jelas Erick.

BRI Syariah Dukung Merger Bank Syariah BUMN

Terkait rencana merger Bank Syariah BUMN ini, pihak Bank BRI Syariah Tbk mengaku siap mendukung.

kebijakan pemerintah yang melalui Kementerian BUMN akan melakukan merger perbankan syariah pada Februari 2021.

Menurut Mulyatno Rachmanto selaku Corporate Secretary BRI Syariah, rencana merger yang disampaikan Erick Thohir ini merupakan upaya untuk memperkuat peran BUMN di sektor keuangan.

“Sebagai perusahaan anak BUMN, BRI Syariah akan selalu mendukung kebijakan pemerintah. BRI Syariah juga akan tetap berfokus untuk meningkatkan kinerja supaya bisa menjadi bank ritel modern terkemuka dengan berbagai layanan finansial,” kata Mulyantno.

Induk usaha BRI Syariah, yakni PT BRI (Persero) Tbk juga mendukung rencana penggabungan tersebut.

Corporate Secretary BRI, Amam Sukriyanto mengatakan, sebagai bagian dari BUMN, BRI juga selalu mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat peran BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami baru tahu dari media. Sejak awal memang menjadi program beliau untuk memperkuat BUMN,” katanya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!