Korbankan Penerimaan Negara Bukan Pajak, Solusi Redakan Harga Gas Industri

oleh
Penerimaan Negara

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi salah satu cara dalam memangkas harga gas industri yang dinilai terlalu mahal.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan di diskusi ‘Membedah Harga Gas Industri Nasional’ yang diselenggarakan Energy Watch di Satrio Tower, Jakarta, (6/11).

Menurutnya pemerintah bisa sedikit mengorbankan penerimaan negara bukan pajak dengan menyumbangnya ke sektor migas.

“Jadi ini bisa digunakan untuk membangun jaringan pipa gas,” kata dia.

Pasalnya, kata Mamit bisa meringankan beban badan usaha milik negara (BUMN) yang dalam hal ini adalah dikelola oleh PT PGN Tbk untuk investasi infrastruktur pipa gas.

“Dengan demikian yang bisa dikurangi ya dikurangi. Nah, penerimaan negara ini kan bisa dikurangi. Terkait di mana bisa dilakukan pengurangan itu ya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Jadi begitu kan,” ungkapnya.

Dijelaskan Mamit bahwasannya investasi di infrastruktur gas adalah salah satu komponen yang mempengaruhi harga gas.

“Nah salah satunya adalah indikasi harga gas ini merupakan dari pembangunan infrastruktur tersebut,” katanya.

“Untuk itu ketika pemerintah memotong penerimaan negara mereka untuk infrastruktur dengan membaginya dengan ini, ini akan mengurangi beban badan usaha untuk pembangunan infrastruktur,” tambahnya.

Terlebih lagi hal tersebut menurutnya bisa berhasil diterapkan di Malaysia dalam rangka membuat harga gas terjangkau buat industri.

Bahkan hasilnya saat ini harga gas di Malaysia bisa lebih murah daripada di Indonesia.

“Malaysia kan seperti itu. Jadi merekalah yang melakukan pembangunan jaringan infrastruktur adalah pemerintah, dan badan usaha hanya penyalur saja,” katanya.

Maka dari itu harga gas di Malaysia bisa lebih murah, dan bahkan lebih murah dari Indonesia.

Sebab di Malaysia menurutnya ada subsidi yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia kepada pengusaha.

“Makanya harga mereka bisa menjadi murah. Untuk itu lah bentuk subsidi yang dilakukan pemerintah Malaysia kepada pengusaha,” tandasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *