Kontribusi Ekonomi BUMN Dinilai Cukup Besar

oleh
Kontribusi ekonomi

Kontribusi ekonomi BUMN di segala sektor saat ini sudah cukup besar. Beberapa BUMN mengalami keuntungan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari beberapa laporan Rini Sumarno mengenai kinerja kementerian yang dipimpinnya dalam banyak rangkaian hari ulang tahun BUMN ke-21.

Guru Besar bidang Ilmu Manajemen dari Universitas Indonesia, Rhenald Kasali memberi pernyataan di atas, sehari sebelum pemilu 2019. Menurut Rhenald Kasali, BUMN saat ini bukan lagi perusahaan lazy economi. Sebuah perusahaan yang karyawannya tidak mampu berbuat apa-apa dengan gaji yang dimiliki. Tudingan yang demikian salah besar.

Rhenald Kasali memberi pernyataan menanggapi berita seputar pembentukan holding penerbangan. BUMN saat ini sudah berani bergerak dan memberi kontribusi ekonomi di banyak sektor yang dihindari oleh swasta, bahkan pemerintah sebelumnya.

Contohnya pada PT Angkasa Pura II yang berani memperbesar Bandara Silangit, Banyuwangi. Bahkan, saat ini sedang dikaji pembangunan bandara di Purbalingga. Daerah yang mempunyai perkembangan ekonomi cukup pesat dan memerlukan pembangunan bandara. Kontribusi ekonomi di mana pihak swasta tidak ada yang berani berinvestasi.

BUMN Dorong Kontribusi Ekonomi

Contoh lain dari kontribusi ekonomi BUMN dari Rhenald Kasali, yaitu penguasaan perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak, sesuai amanat pasal 33 UUD 1945. BUMN telah mengambil alih beberapa perusahaan asing, seperti Freeport, Blok Mahakam, dan Blok Rokan.

Mengenai rencana holding BUMN penerbangan, Rhenald Kasali menuturkan, bahwa hal tersebut bertujuan membantu kelengkapan agar perusahaan lebih besar. Kemampuan financial averaging BUMN ditingkatkan.

PT Garuda Indonesia yang saat ini bergerak sebagai maskapai penerbangan harus bersinergi dengan PT Angkasa Pura yang mengelola bandara untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi. Jika Garuda hanya mengandalkan pelayanan penumpang, keuntungan sulit diperoleh.

Seharusnya, jasa kargo menjadi bidang yang dipertimbangkan untuk ditingkatkan. Selama ini Garuda hanya membawa kargo dan manfaatnya ditarik oleh negara asing tujuan yang mempunyai pelabuhan khusus kargo.

Lebih lanjut Guru Besar Universitas Indonesia ini memberi contoh holding penerbangan Singapura. Perusahaan penerbangan Singapura sudah dapat mengelola bandara negara lain. Mereka memberi jaminan jika menggunakan perusahaan Singapura penumpang dan kargo negara bersangkutan akan dikelola pula. Ini memberikan kontribusi ekonomi yang besar pada negara. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *