Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Kontrak Wijaya Karya Masih Diburu Senilai Rp22 Triliun

Published

on

Kontrak Wijaya Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak Wijaya Karya yang baru masih terus diburu oleh perusahaan di sisa tahun 2021.

Perusahaan pelat merah ini sedang mengikuti sejumlah tender dengan total kontrak sekitar Rp22 triliun untuk menambah kontrak Wijaya Karya di tahun ini.

Tercatat hingga bulan Agustus lalu, kontrak Wijaya Karya yang baru sebesar Rp12,7 triliun.

Jumlah itu masih terbilang rendah, yakni setara dengan 36 persen dari target kontrak Wijaya Karya tahun ini, yang ditetapkan sebesar Rp35 triliun.

Untuk itu, di sisa tahun ini dari Oktober hingga Desember, perseroan menargetkan tambahan kontrak Wijaya Karya di bidang bendungan, pembangkit listrik dan jalan tol.

Sekretaris PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Mahendra Vijaya menjelaskan, pihaknya terus mengikuti berbagai tender baru yang dibuka hingga akhir tahun.

“Masih akan ada tender-tender baru sampai akhir tahun. Kita mengikuti tender senilai 22 triliun,” kata Mahendra, Minggu (26/9/2021).

Namun Mahendra tidak merinci tender proyek apa saja yang sedang diincar itu dalam menambah nilai kontrak Wijaya Karya.

Yang jelas, pihaknya tidak hanya berburu proyek infrastruktur di dalam negeri, tapi juga ke berbagai negara seperti Uni Emirat Arab dan Filipina.

Selain itu, nilai investasi atau belanja modal yang akan dikucurkan perusahaan untuk menggarap proyek tersebut belum ada keterangan secara rinci.

Namun untuk garapan di dalam negeri, BUMN konstruksi ini masih mengerjakan puluhan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Target Kotrak Wijaya Karya

Tercatat, ada sebanyak 28 PSN yang sedang digarap WIKA, terdiri dari proyek bendungan, jalan tol, pelabuhan dan EPC.

PSN yang ditarget rampung pada Kuartal IV tahun ini yaitu Bendungan Cipanas, Jalan Tol Serang Panimbang Seksi I, Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket I dan Bendungan Sukamahi.

Sebelumnya, pihak perseroan menyampaikan bahwa target kinerja yang telah ditentukan di tahun ini akan direvisi.

Pasalnya kasus Covid-19 di Indonesia yang sempat naik drastis beberapa bulan lalu ternyata berdampak pada operasional perusahaan.

Direktur Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan, salah satu target yang akan direvisi di dalam Rancangan Kerja dan Anggaran belanja (RKAB) adalah nilai kontrak Wijaya Karya.

“Sebelumnya nilai kontrak Wijaya Karya yang baru bisa tumbuh hampir 100 persen. Namun target ini akan diturunkan, dengan proyeksi kontrak baru hanya sekitar 20 persen hingga 27 persen di tahun ini,” ujarnya.

Di sektor pendapatan, perseroan juga menargetkan bisa tumbuh hingga 78 persen di tahun ini, tapi akan diubah di kisaran 20 persen hingga 24 persen.

Untuk target laba bersih WIKA juga akan diturunkan, dari yang awalnya ditarget bisa naik hingga 300 persen, nantinya hanya di angka 20 persen. []

Konstruksi & Properti

Ibukota Baru Dibangun, WIKA dan PTPP Siap Berinovasi!

Published

on

Ibukota baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ibukota baru yang tengah dibangun di Provinsi Kalimantan menjadi prioritas pembangunan pemerintah saat ini.

Lahan ibukota baru atau IKN ini siap untuk dibangun sesuai dengan rancangan dan desain yang sudah disetujui oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Maka sejumlah perusahaan konstruksi termasuk PT Wijaya Karya dan PT PP menyatakan siap terjun dalam pembangunan mega proyek ini.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya mengatakan pihaknya siap berpartisipasi dalam membangun proyek ibukota baru ini.

Berbekal dengan berbagai pengalaman dan keahlian yang dimiliki perusahaan, Mahendra yakin dapat menggarap berbagai proyek strategis di lokasi tersebut.

Ia pun menyebutkan sudah ada beberapa proyek yang menjadi sasaran perseroan, mulai dari infrastruktur jalan, gedung, hingga pengolahan air.

“Kami juga menargetkan proyek-proyek pembangkit listrik dan sebagainya karena kami memang sangat memiliki kompetensi dalam penggarapan proyek seperti itu,” kata Mahendra, Rabu (19/1/2022).

Untuk diketahui Undang Undang IKN yang mengatur tentang pemindahan Ibukota Jakarta ke ibukota baru bernama Nusantara sudah disetujui oleh DPR RI.

Maka pembangunan berbagai infrastruktur penting, seperti istana Negara dan gedung-gedung pemerintahan lainnya sudah dapat dimulai.

BUMN Konstruksi lainnya yang siap masuk dalam mega proyek ini adalah PT PP yang tengah mengincar beberapa proyek penting.

Tantangan Pembangunan Ibukota Baru

Menurut Sekretaris Perusahaan PT PP, Yuyus Juarsa pembangunan ibukota baru Indonesia ini menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk menghadirkan karya terbaik, mulai dari proyek gedung dan perumahan.

“Hal ini juga mendorong kami selaku BUMN untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan gedung maupun perumahan di wilayah ini,” kata dia.

Emiten kontraktor ini sebelumnya sudah menetapkan target kontrak baru tahun 2022 sebesar Rp31 triliun, dan penggarapan proyek IKN ini akan menjadi satu target penting bagi PT PP.

Pasalnya target kontrak baru Rp31 triliun ini meningkat 45 persen dari capaian kontrak yang didapat tahun lalu.

Menurut Yuyus Juarsa, proyek yang jadi andalan PT PP tahun ini masih berasal dari pembangunan gedung yakni 34 persen dan jalan-jembatan sebesar 31 persen.

Sementara dari sektor industri 11 persen, migas 8 persen, bendungan 5,5 persen, irigasi 4 persen, pelabuhan dan embangkit listik masing-masing 2 persen, dan bandara 1,77 persen.

Terpisah, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis H Sumadilaga menyebut target awal pembangunan di wilayan ini adalah infrastruktur sumber daya air dan jalan untuk mendukung arus logistik.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan yang dimulai dari land development, drainase lingkungan, jaringan listrik dan sebagainya.

Danis menyebut ada beberapa fasilitas yang menjadi prioritas pembangunan di IKN yakni Istana Presiden, kantor-kantor kementerian dan lembaga, rumah susun bagi ASN, dan berbagai fasilitas lainnya seperti air bersih dan sanitasi. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak Baru Waskita Karya 2022 Ditarget Tembus Rp30 Triliun

Published

on

Kontrak baru Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak baru Waskita Karya di tahun 2022 ditargetkan bisa meningkat dari nilai kontrak yang sudah didapat sepanjang tahun 2021.

Pada tahun 2021, BUMN Konstruksi ini berhsil mencapai nili kontrak baru senilai Rp20,51 triliun yang tersebar di berbagai proyek.

Atas keberhasilan itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk optimis di tahun ini nili kontrak baru Waskita akan tembus di angka Rp25 triliun hingga Rp30 triliun.

Direktur Utama PT Waskit Karya, Destiawan Soewardjono mengatakan di tahun 2021, pihaknya tidak hanya menggarap proyek di dalam negeri, tetapi ada juga di Negara lain.

Salah satunya proyek jalan seksi 1 sepanjang 1.000 km di Sudan Selatan dengan nilai kontrak Rp4,38 triliun.

Mega proyek ini merupakan garapan Waskita Karya melalui kerjasm dua Negara (G2G) antara Indonesia dan Sudn Selatan.

Sementara pengerjaan proyek nasional di antaranya pengerjaan jalan tol Kayu Agung hingga Betung tahap II dengan nilai kontrak Rp5,01 triliun.

Kemudian jalan tol Kamal – Teluk Naga – Rajeg tahap I kontrak Rp1,05 triliun dan pembangunan jembatan Musi dengan nilai kontrak Rp1 triliun.

“Capaian tahun lalu membuat kami semakin yakin bisa mendapat kontrak baru Waskita yang lebih besar, maka kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan capaian nilai kontrak. Baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri,” kata Destiawan Soewardjono dalam keterangan resmi, Rabu (5/1/2022).

Ia menjelaskan, dengan banyaknya kontrak baru yang deal di tahun ini, maka otomatis akan memperbaiki kinerja keuangan dan operasional Perseroan.

Kedepankan GCG

Dalam pengerjaan berbagai proyek, Destiawan memastikan Waskita Karya bekerja dengan mengutamakan prinsip GCG dan manajemen risiko.

BUMN ini juga selalu melibatkan pihak eskternal sebagai business and finance controller dalam pemilihan kontrak baru Waskita guna penerapan prinsip manajemen risiko.

Dengan adanya dukungan likuiditas perseroan yang jauh lebih baik, serta masuknya fasilitas pinjaman dari Bank BUMN hingga penerbitan obligasi dan right issue, Destiawan yakin kinerja Waskita Karya akan terus membaik.

Untuk diketahui, proses perdagangan rights issue Waskita Karya sampai saat ini masih berlangsung, yakni dari 30 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022.

Dengan aksi korporasi ini, pihak perseroan menargetkan dana segar sebesar Rp11,96 triliun yang akan membawa perbaikan pada sektor keuangan Waskita. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Modal Waskita Karya Masuk dari PMN, Perseroan Lanjut Right Issue

Published

on

Modal Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Modal Waskita Karya di tahun 2022 nanti dipastikan bakal mendapat sokongan dari pemerintah melalui dana Penyertaan Modal Negara (PMN).

Tak cukup hanya PMN, pihak perseroan berencana memperkuat modal Waskita Karya dari right issue yang akan digelar akhir tahun ini.

Rencananya hasil dari right issue PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan dana PMN yang masuk akan digunakan untuk modal kerja dan capex bagi perusahaan.

Untuk diketahui, sebelumnya DPR RI sudah menyetujui usulan Kementerian Keuangan untuk menyalurkan tambahan PMN kepada BUMN Karya ini sebesar Rp7,9 triliun.

Dana itu akan ditambah dari hasil right issue yang ditargetkan bisa meraup dana segar hingga Rp11,9 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengtakan, dana PMN akan digunakan untuk pengerjaan 7 ruas tol yang jadi garapan Waskita.

Sementara senilai Rp4 triliun dari dana publik hasil penerbitan saham baru akan dioptimalkan untuk belanja modal Waskita guna mendukung kinerja di tahun 2022.

Ia menyebut pihaknya sudah menerima Peraturan Pemerintah (PP) No. 116 Tahun 2021 tentang Penambahan PMN ke Dalam Modal Saham PT Waskita Karya yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dengan diterimanya PP PMN ini, maka pernyataan efektif OJK untuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dapat segera diperoleh.

Dalam PP PMN itu disebutkan bahwa BUMN ini perlu memperbaiki struktur permodalannya dan meningkatkan kapasitas usaha guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Masuknya suntikan PMN ini juga agar pengerjaan Proyek Strategis Nasional di bidang jalan tol bisa dikebut oleh WSKT.

Berharap Dampak Positif PMN

Sementara itu, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyatakan, modal Negara yang disuntiikan ke 11 BUMN tidak hanya fokus untuk perbaikan kinerja perusahaan semata.

Lebih dari itu pemerintah berharap BUMN yang sudah didukung modal harus bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah dan juga secara nasional.

Di sisi lain, Komisi XI DPR RI yang sudah menyetujui penyaluran PMN ini juga memberikan warning kepada Kemenkeu yakni harus menjalankan pelaksanaannya sesuai kebijakan dan juga sesuai UUD 1945.

Adapun Waskita Karya merupakan satu dari 11 BUMN yang akan mendapatkan dana PMN di tahun depan, yakni PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, PT KAI, Badan Bank Tanah, INA, PT PLN, PT SMF, Perum Perumnas, Lembaga Manajemen Aset Negara dan dan PT PII. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!