Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Kontrak Wijaya Karya Hingga Mei 2022 Capai Rp12 Triliun

Published

on

Kontrak Wijaya Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak Wijaya Karya sepanjang tahun 2022 ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Hingga bulan Mei lalu, total kontrak Wijaya Karya yang berhasil dibukukan oleh pihak perseroan mencapai Rp12,4 triliun.

Berbagai proyek yang masuk dalam proyek Wijaya Karya sejak Januari hingga Mei didominasi pengerjaan infrastruktur dan gedung.

Adapun rincian Nilai Kontrak Baru (NKB) yang dihimpun terdiri dari proyek infrastruktur dan gedung (Rp7,8 triliun), proyek penunjang konstruksi (Rp2,3 triliun) dan proyek Engineering, Procurement, Construction and Commisioning atau EPCC (Rp1,9 triliun).

“Nilai kontrak Wijaya Karya sepanjang tahun ini juga didukung dari bisnis properti. Jadi setelah ditotal dari seluruh sektor mencapai Rp12,4,” ungkap Corporate Secretary PT Wijaya Karya, Mahendra Wijaya, Senin (13/6/2022).

Dengan capaian positif tersebut, Emiten BUMN konstruksi ini tetap punya peluang meraih target kontrak baru sebesar Rp42,57 triliun hingga akhir tahun 2022.

Dalam target NKB tersebut, pihak perseroan menargetkan 67 persen proyek didapat oleh induk perusahaan dan 33 persen lagi dari entitas anak.

Menurut Mahendra Wijaya, nilai kontrak Wijaya Karya saat ini telah mencapai hampir 30 persen dari target.

“Untuk realisasi nilai kontrak baru hingga bulan Mei pertumbuhannya sudah mencapai 52 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar Rp8,13 triliun,” ungkapnya.

Maka dari itu, Mehendra yakin tahun 2022 akan menjadi momentum peningkatan kinerja WIKA setelah pulihnya ekonomi masyarakat pasca pandemi.

Ia menilai, peningkatan nilai kotrak baru WIKA juga tidak terlepas dari kelancaran program vaksinasi dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terus dipercepat.

Maka di sisa waktu enam bulan berikutnya, BUMN Karya ini akan terus melakukan ekspansi untuk meraih berbagai proyek baru.

Mahendra mengatakan, pihaknya masih tetap menyasar sejumlah proyek besar yang akan ditenderkan oleh pemerintah maupun dari sesama perusahaan pelat merah.

Untuk diketahui, WIKA saat ini juga tengah mengerjakan berbagai proyek besar, salah satunya revitalisasi Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Dalam pengerjaannya, WIKA kerjasama dengan PT PP untuk mengerjakan landasan pacu, landasan hubung dan peningkatan kapasitas parkir atau apron pesawat. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Proyek Pembangunan IKN, Hutama Karya Dapat Kontrak Senilai Rp5 Triliun!

Published

on

Proyek pembangunan IKN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek pembangunan IKN masih menjadi incaran berbagai perusahaan konstruksi, baik BUMN maupun swasta.

Salah satu BUMN Karya yang baru dapat kontrak besar dari proyek pembangunan IKN Nusantara adalah PT Hutama Karya (Persero).

Hutama Karya baru saja mendapat kontrak senilai Rp5 triliun dari sejumlah kontrak proyek pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan Timur.

Jenis pekerjaan yang masuk dalam kontrak tersebut yaitu proyek jalan tol IKN dan beberapa gedung perkantoran.

Direktur Hutama Karya, Budi Harto mengatakan, untuk nilai kontrak pengerjaan jalan tol mencapai Rp3,2 triliun, jika ditambah pengerjaan gedung totalnya menjadi Rp5 triliun.

“Kami telah mengikuti proses tender proyek, dan Hutama Karya terpilih menjadi kontraktor di beberapa proyek,” jelas Budi di kantor Kementerian BUMN, Kamis (29/9/2022).

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Hutama Karya jadi pemenang tender proyek Jalan Tol IKN Segmen Karangjoang-KKT Kariangau.

Tender proyek ini diikuti sekitar 132 perusahaan, termasuk sesama BUMN, seperti Wijaya Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, Adhi Karya dan PT Nindya Karya.

Hutama Karya jadi pemenang proyek tol ini setelah memberikan harga penawaran Rp3,33 triliun, sementara nilai pagu paket proyek ini adalah Rp3,47 triliun.

Sebelumnya, emiten berkode HK ini juga telah mengamankan kontrak baru dari proyek Bangunan Pelengkap Jembatan Pulau Balang dan Pembangunan Pelindung Tumbukan Kapal (Fender).

Untuk pengerjaan Jembatan Pulau Balang, dilakukan dengan kerjasama operasional (KSO) antara Hutama Karya, Adhi Karya dan Bangun Cipta dengan nilai kontrak Rp291 miliar.

Budi Harto menyatakan saat ini pihaknya sudah memulai tahap persiapan untuk beberapa tender yang sudah teken kontrak agar bisa langsung dieksekusi.

“Untuk proyek pembangunan IKN sudah ada beberapa proyek yang kita menangkan dan sudah selesai, jadi ini yang segera kita persiapan,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, total anggaran untuk pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara pada periode 2022 – 2024 mencapai Rp43,73 triliun.

Kementerian PUPR sendiri sudah meneken 19 paket proyek IKN senilai Rp5,32 triliun dengan nilai paket yang bervariasi, mulai terendah Rp1,6 miliar hingga tertinggi Rp291 miliar. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Laba PT Jasa Marga Capai Rp734,8 Miliar, Tapi Malah Anjlok 14 Persen

Published

on

Laba PT Jasa Marga

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengalami penurunan pada per semester pertama 2022.

Total laba PT Jasa Marga dari penghasilan perusahaan dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp734,76 miliar.

Meski terbilang cukup besar, namun laba PT Jasa Marga justru mengalami penurunan 14,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021, yaitu Rp855,6 miliar.

Dari laporan keuangan Jasa Marga pada Selasa (27/9/2022), total pendapatan perusahaan meningkat 9,55 persen, dari Rp6,88 triliun menjadi Rp7,54 triliun.

Sementara beban pokok pendapatan naik sebesar 2,7 persen, dan laba per saham dasar turun menjadi dari Rp117,89 menjadi Rp101,24.

Dari segmentasi pendapatan, usaha tol masih menjadi penyumbang utama yaitu Rp6,08 triliun, usaha lainnya Rp576,82 miliar, dan pendapatan konstruksi Rp886,24 miliar.

Terkait turunnya laba PT Jasa Marga di paruh pertama tahun ini, salah satunya karena perseroan tak lagi membukukan keuntungan dari pelepasan investasi.

Pada periode yang sama tahun 2022, BUMN ini masih mendapatkan dana segar Rp788,74 miliar dari keuntungan pelepasan investasi PT Marga Lingkar Jakarta.

Corporate Communication and Community Development Group Head, Lisye Octaviana mengatakan laba yang didapat di periode ini adalah hasil yang positif.

Menurutnya, total laba PT Jasa Marga yang mencapai Rp734,8 miliar selaras dengan mulai normalnya mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan tol.

“Selain itu beberapa ruas jalan tol baru yang mulai beroperasi juga menjadi katalis positif terhadap kenaikan volume lalu lintas di tahun 2022,” kata Lisye, dikutip Selasa (27/9/202).

Ia menjelaskan, pendapatan yang paling tinggi kenaikannya yaitu dari usaha lain perseroan yang meroket hingga 40,6 persen, sementara pendapatan dari layanan tol hanya naik 16 persen.

Emiten bersandi saham JSMR ini mencatatkan EBITDA naik 21,3 persen dengan realisasi EBITDA Margin mencapai 65,9 persen.

Adapun beberapa ruas tol JSMR sudah mulai beroperasi yaitu Jalan Tol Manado-Bitung seksi Danowudu-Bitung (13,40 Km) konsesi Jalan Tol Gedebage Tasikmalaya-Cilacap (206,65 Km)

Dengan penambahan ini, jalan tol operasi dan konsesi, saat ini JSMR telah mengoperasikan total 1.260 Km jalan tol dari total konsesi jalan tol yang dimiliki sepanjang 1.809 Km. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Rights Issue Waskita Karya Kian Dekat, ini Langkah Perseroan!

Published

on

 Rights Issue Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Rights Issue Waskita Karya dalam waktu dekat akan segera dimulai dengan menerbitkan Obligasi/Sukuk.

Rencana Rights Issue Waskita Karya sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham yang disampaikan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (26/9/2022).

Selanjutnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menerbitkan saham baru hingga 8.722.695.331 saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.

SVP Corporate Secretary WSKT, Novianto Ari Nugroho mengatakan penerbitan saham baru ini melalui mekanisme penawaran umum terbatas III.

Ia menjelaskan, di tahun ini, Waskita akan mendapatkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun dari Kementerian Keuangan.

Setelah menerima suntikan modal ini, perseroan melakukan Rights Issue dengan target perolehan sebesar Rp980 miliar untuk menjaga komposisi kepemilikan saham antara pemerintah dan publik.

“Untuk dana PMN sebesar Rp3 triliun, nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan dua ruas tol,” kata Novianto dalam keterangan resminya.

Kedua roas tol yang dimaksud, yaitu, Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Tahap 2 dan Ruas Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3.

Sementara target perolehan dana dari Rights ISSUE Waskita Karya sebesar Rp980 miliar akan digunakan untuk tambahan modal kerja dalam menggarap beberapa proyek infrastruktur strategis.

Saat ini, pengerjaan ruas Tol KAPB Tahap II masih membutuhkan dana besar Rp2 triliun untuk merampungkan proyek tersebut.

Novianto menyebut progress pengerjaannya baru mencapai 72 persen, sementara ditargetkan selesai pada bulan November tahun 2023.

Sementara tol ruas Ciawi – Sukabumi baru mencapai mencapai 46,21 persen dan butuh dana Rp1 triliun dengan target penyelesaian pada Mei tahun 2025.

Perseroan juga menyiapkan agenda kedua, yaitu penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan yang diberikan atas nama Pemerintah, baik secara langsung maupun melalui badan usaha yang ditunjuk sebagai penjamin.

Langkah ini untuk memenuhi persyaratan Penjaminan Pemerintah yang diatur oleh Kemenkeu tentang Tata Cara Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Badan Usaha Milik Negara Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Emiten berkode WSKT Ini berkomitmen untuk terus melaksanakan upaya-upaya perbaikan kinerja keuangan dengan menjalankan delapan langkah penyehatan.

Pada tahun ini, WSKT telah melakukan strategic partnership pada beberapa ruas jalan tol, seperti ruas Pejagan-Pemalang, ruas Cimanggis-Cibitung, dan ruas Kanci-Pejagan untuk mendongkrak kinerja operasional perusahaan. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!