Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Kontrak PTPP Kuartal I 2021 Mencapai Rp2,5 Triliun

Published

on

Kontrak PTPP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak PTPP atau PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Untuk kuartal pertama tahun 2021 mencapai Rp2,5 triliun.

Dengan demikian, emiten kontraktor BUMN tersebut telah merealisasikan 8,30 persen dari total target perolehan kontrak PTPP di tahun ini.

Dimana sebelumnya pihak perseroan telah menetapkan target kontrak tahun 2021 senilai Rp30,1 triliun.

Ada beberapa proyek yang menjadi sumber pendapatan dari kontrak PTPP pada periode Januari – Maret.

Di antaranya pembangunan infrastruktur kawasan Mandalika (Rp342 miliar), dan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Banten (Rp241 miliar).

Kemudian pembangunan Taman Ismail Marzuki (Rp190 miliar), dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Graha Waron Surabaya (Rp164 miliar).

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan kontrak PTPP di kuartal I tahun ini diraih oleh induk perusahaan sebesar Rp1,35 triliun, dan dari anak perusahaan sebesar Rp1,15 triliun.

“Perolehan kontrak baru tahun ini sudah mencapai Rp2,5 triliun. Hingga akhir Maret, kami juga tengah mengikuti tender proyek yang nilainya mencapai Rp8 triliun,” kata Yuyus.

Menurutnya, dari tender proyek Rp8 triliun tersebut, masih ada beberapa yang belum diumumkan pemenangnya.

Guna mencapai target perolehan kontrak PTPP, pihak perseroan akan terus mengikuti beberapa tender proyek di segmentasi pekerjaan gedung, infrastruktur, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Pihaknya pun optimistis perolehan kontrak PTPP pada kuartal kedua (April – Juni) 2021 akan lebih baik dibanding periode sebelumnya.

Kontrak PTPP Bidik Proyek Besar

Menurut Yuyus, ada beberapa proyek besar yang berpotensi didapatkan oleh perusahaan konstruksi milik negara tersebut.

Termasuk beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini pembangunannya terus digenjot pemerintah.

Pembangunan berbagai proyek ini juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan pemerintah.

“Kontrak PTPP di tahun ini kami yakin akan meningkatkan dibandingkan tahun lalu,” tutup Yuyus.

Untuk diketahui, PTPP juga tengah menyiapkan strategi untuk memulihkan kinerja perusahaan yang terdampak pandemi.

Posisi rasio utang berbunga PTPP saat ini kondisinya jauh dari ambang batas yakni pada level 1,32 kali dari ambang batas covenant 2,5 kali.

Selain itu, dukungan pemerintah dalam menghidupkan kembali perekonomian menjadi optimisme bagi PTPP untuk membenahi sektor bisnisnya.

Menurut Yuyus, rasio utang yang jauh di bawah covenant membuat perseroan masih memiliki kapasitas untuk menambah pinjaman ke perbankan. []

Konstruksi & Properti

Pembangunan Infrastruktur, Waskita Gandeng Perusahaan China

Published

on

Pembangunan infrastruktur

MEDIABUMN.COM, JAKARTA — Pembangunan infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional terus digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Guna meningkatkan pengerjaan proyek tersebut, pihak perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan konstruksi asal China, yakni China Communications Construction Company Co. Ltd.

Penandatanganan Master Agreement antara kedua perusahaan ini merupakan upaya Waskita untuk menciptakan potensi pertumbuhan bisnis.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan, kerja sama ini sebagai aliansi strategis pembangunan infrastruktur transportasi dan industri lainnya di Indonesia.

Selanjutnya, Waskita Karya dan China Communications Construction Company akan menggarap berbagai pengembangan infrastruktur transportasi dan industri.

Di antaranya pengerjaan Pipa Distribusi BBM Cikampek – Plumpang, proyek tol Kayu Agung – Palembang – Betung, tol Ciawi – Sukabumi, Revetment Pelabuhan Benoa Bali, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya.

Erick menegaskan, berbagai proyek konstruksi yang saat ini sedang dibangun harus terus berjalan.

Karena proyek tersebut tidak hanya untuk memperkuat konektivitas dan distribusi dalam negeri, tetapi menunjang aktivitas pelaku usaha yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi Negara.

“Kita sedang berupaya keluar dari krisis akibat pandemi, maka kita terus memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak,” ujar Erick dalam keterangan resminya yang dikutip pada Minggu (6/6/2021).

Dengan kerjasama ini, emiten berkode saham WSKT akan mengeksplor berbagai peluang dalam pembangunan infrastruktur yang dapat disinergikan dengan mitra asing.

Hal ini diungkapkan Presiden Direktur Waskita Destiawan Soewardjono usai penandatangan naskah kerjasama dengan BUMN China tersebut.

“Selain mendapat nilai tambah bagi kedua perusahaan, juga membawa manfaat bagi negara dan masyarakat. Terlebih perusahaan CCCC ini merupakan pengembang infrastruktur berskala besar,” ungkapnya.

Ia pun berharap kerjasama pembangunan infrastruktur ini akan membuka peluang dan potensi dalam memajukan bisnis perusahaan di masa pandemic yang belum berakhir.

Untuk diketahui, China Communications Construction Company merupakan perusahaan BUMN China yang bergerak di bidang konstruksi, infrastruktur, investasi, dan juga desain proyek.

Pada akhir tahun 2020, perusahaan ini tercatat memiliki aset dengan total senilai US$204 miliar. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Laba bersih WIKA Kuartal I Tahun Ini Mencapai Rp78 Miliar

Published

on

Laba bersih WIKA

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba bersih WIKA sepanjang kuartal pertama, yakni dari Januari hingga Maret 2021 berhasil dibukukan sebanyak Rp78,16 miliar secara tahunan.

Perolehan laba bersih WIKA ini terbilang cukup besar, namun lebih rendah dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 yang nilainya Rp99,21 miliar.

PT Wijaya Karya Tbk mengalami penurunan laba bersih WIKA ini karena pendapatan perusahaan yang juga turun sebesar 4,73 persen.

Dimana pada kuartal I tahun lalu BUMN sektor infrastruktur ini berhasil meraup pendapatan Rp4,19 triliun, sementara Kuartal I tahun ini totalnya Rp3,92 triliun.

Nilai laba per saham perusahaan juga tergerus menjadi Rp 8,72 dari posisi akhir periode tiga bulan pertama 2020 yang sebesar Rp 11,07.

Berdasarkan data dari PT Wijaya Karya, sektor infrastruktur dan gedung yang dijalankan perusahaan kontribusinya menurun, dari Rp 2,68 triliun menjadi Rp 2,56 triliun.

Bisnis energi dan industrial plant turun dari Rp667,64 miliar jadi Rp589,21 miliar, kemudian bisnis properti turun dari Rp181,21 miliar menjadi Rp70,23 miliar.

Satu-satunya bisnis perseroan yang meningkat hanya dari sektor industri, yakni dari Rp666 miliar menjadi Rp703 miliar.

Raihan laba bersih WIKA di kuartal I ini, menurut Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito akan menjadi bekal untuk menjaga aktivitas produksi perusahaan ke depan.

Maka manajemen perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlanjutan usaha dan peningkatan laba bersih WIKA pada kuartal II hingga seterusnya.

“Kami harus memastikan kondisi setiap karyawan tetap produktif, karena itulah kunci untuk menjaga perusahaan tetap berada pada posisi positif. Kami juga fokus pada kondisi keuangan melalui monitoring cash flow secara berkala. Ini diterapkan secara efisiensi di semua lini usaha,” kata Agung, dalam siaran pers, dikutip Senin (31/5/2021).

Menurutnya, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp5,54 triliun, dan menambah order book menjadi Rp77,13 triliun.

Kontrak baru ini berasal dari proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Jatiluhur, pembangunan Kawasan Mandalika, dan proyek rumah dinas TNI AD yang tersebar di 35 titik.

Kontrak baru lainnya yang akan menjadi raihan laba bersih WIKA di kuartal selanjutnya juga didapat dari sektor industri, energi dan properti. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Marketing Sales ADCP Naik 400 Persen, Bukti Ekonomi Mulai Pulih

Published

on

Marketing sales

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Marketing sales atau pendapatan pra penjualan dari PT Adhi Commuter Properti (ADCP) tercatat mengalami kenaikan hingga 400 persen secara tahunan (yoy) di bulan Maret 2021.

Marketing sales dari anak usaha PT Adhi Karya (Persero) yang meningkat ini menjadi bukti bahwa sektor properti dan ekonomi berangsur mulai pulih dari terpaan pandemi covid-19.

Diketahui, PT ADCP menggarap sektor property yang terintegrasi langsung dengan jalur transportasi massal.

Hanif Setyo Nugroho selaku Direktur Pengelolaan Properti PT Adhi Commuter Properti, menjelaskan, kenaikan marketing sales atau kontrak hingga 400 persen juga menjadi bukti bahwa kinerja perseroan sangat baik.

“Selain pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat, jumlah penjualan properti yang naik juga menunjukkan capaian kinerja sangat baik di bulan Maret tahun ini jika dibandingkan Maret tahun lalu,” kata Hanif dalam keterangan tertulisnya Jumat (30/4/2021).

Ada beberapa faktor utama penggerak kenaikan marketing sales properti PT ADCP, di antaranya kebutuhan sektor properti yang terus meningkat dan insentif dari pemerintah.

Dimana pmerintah memberi sejumlah insentif property, seperti keringanan pajak pertambahan nilai (PPN), serta animo light rail transit (LRT) yang segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Sejak program insentif PPN diluncurkan oleh pemerintah, unit ready stock proyek LRT City, dari Sentul, Bekasi hingga Jatibening telah kontrak lebih dari 100 unit.

“Unitnya sudah diserahterimakan kepada konsumen. Bahkan saat ini serapan marketing sales di seluruh proyek LRT City juga masih terus meningkat cukup baik,” ungkapnya.

Di sisi lain, progres LRT sendiri sudah mencapai tes uji coba dan pengerjaan stasiun serta fasilitas LRT dan ditargetkan semua proyek ini rampung di akhir tahun 2021.

“Selanjutnya di semester pertama tahun depan, kami merencanakan akan diadakan test commissioning. Kami harapkan sudah mulai beroperasi pada semester kedua di tahun 2022,” jelasnya.

Diketahui, PT Adhi Commuter Properti sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan Bank BTN dalam pengembangan proyek-proyek LRT City.

Kerjasama ini yakni penyediaan dana KMK Konstruksi dari BTN dengan plafon kredit Rp200 miliar untuk pembangunan kawasan LRT City Bekasi – Green Avenue.

Di tengah situasi pandemi ini, BTN lebih selektif dalam memberikan pendanaan, terutama dalam menggarap proyek Transit Oriented Development.

Namun pihak BTN tetap yakin bahwa kerjasama untuk proyek LRT City ini akan memberikan dampak positif bagi kedua perusahaan.

Mochamad Yusuf selaku Direktur Keuangan ADCP mengatakan, dengan kerjasama ini akan memberikan kelebihan yaitu persyaratan kredit yang ringan dan proses kreditnya juga mudah.

“Harapan kami berbagai proyek yang sedang dibangun tidak terhambat kendala suatu apapun. Kerjasama ini jug akan mempercepat proses serah terima kepada seluruh konsumen,” kata Yusuf. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!