Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Konsumsi BBM Diprediksi Naik Saat Ramadhan dan Idul Fitri

MediaBUMN

Published

on

Konsumsi BBM

Konsumsi BBM selalu naik saat-saat hari raya, khususnya Ramadhan hingga Idul Fitri. Tahun 2019 ini, PT Pertamina (Persero) memperkirakan kenaikan konsumsi sebesar 15 persen dari rata-rata konsumsi normal tahun sebelumnya.

Pertamina memperkirakan hal tersebut untuk mengantisipasi dan menyiapkan stok, terutama BBM jenis gasoline atau bensin. Dalam hal ini, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (SATGAS RAFI) 2019. Dengan demikian, Pertamina sudah siap melayani kebutuhan energi sehingga umat Islam dapat fokus untuk ibadah. Selanjutnya, mereka juga akan mudik lebaran dengan tenang dan nyaman.

Hal di atas diungkapkan oleh Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fajriah Usman. Fajriah juga menegaskan bahwa SATGAS RAFI telah menyiapkan semua jenis BBM dengan rincian; Premium untuk 21 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 22 hari, Turbo 58 hari, Solar 26 hari, Dexlite 37 hari, Dex 35 hari, Avtur 48 hari, LPG 16 hari, dan minyak tanah 69 hari.

Selain antisipasi stok, Pertamina juga menyiapkan berbagai armada penunjang agar konsumsi BBM terpenuhi di mana saja. Sarana yang disiapkan antara lain, mobil dispenser 26 unit, motor kemasan 200 unit, kios Pertamax 67 titik, dan buffer tank bahan bakar sebanyak 115 unit.

Fajriah menuturkan bahwa sarana BBM di atas disediakan terutama untuk konsumsi BBM di jalan tol saat musim mudik. Pertamina memprediksi akan banyak pemudik yang mengambil jalur darat tahun ini dengan banyak ruas tol yang sudah dapat beroperasi. Jalan tol tersebut, antara lain tol trans Jawa dari Merak, Banten sampai dengan Pasuruan, Jawa Timur. Sementara di Sumatera ada tol trans Sumatera yang dimulai dari ruas Lampung sampai Palembang.

Fajriah mengungkapkan bahwa konsumsi BBM di ruas-ruas jalan tol yang melonjak tinggi di saat mudik lebaran. Misalnya jalur tol Jawa Tengah dan Yogyakarta diperkirakan mengalami kenaikan paling tinggi, sebesar 300 persen. Sementara kenaikan di Jawa Timur 140 persen dan DKI dan Jawa Barat sebesar 100 persen.

Selain penambahan stok, konsumsi BBM yang meningkat juga diatur dengan menambah 43 SPBU di sepanjang tol. Rincian SPBU yang ditambah, yaitu 31 unit SPBU di Jakarta dan Jawa Barat, 8 unit di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, dan 5 unit di Jawa Timur. []

Energi & Tambang

BUMN Tambang Raih Capaian Berbeda, Ada Yang Untung Ada Rugi

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

BUMN Tambang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Tambang yang tergabung dalam Holding BUMN Tambang mencatat kinerja yang beragam selama Kuartal I 2021.

Sejak Januari hingga Maret, beberapa perusahaan ini ada yang pendapatannya naik, ada juga yang menurun.

Beberapa BUMN Tambang yang dimaksud yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS).

Seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), pendapatan yang dihasilkan mencapai Rp 3,99 triliun dalam 3 bulan terakhir.

Tapi jumlah itu masih lebih rendah 22,02 persen jika dibandingkan pendapatan di kuartal I tahun 020 sebesar Rp 5,12 triliun.

Kemudian untuk laba bersihya Rp500,51 miliar, juga menurun hampir setengah atau 44,58 persen dari raihan laba tahun lalu.

Direktur Utama Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto mengatakan, penurunan kinerja perusahaannya tidak berhasil meraup laba di kuartal I akibat beberapa faktor.

Di antaranya karena curah hujan yang cukup tinggi membuat operasional perusahaan terkendala dan juga pengaruh pandemi covid-19.

Tak hanya soal laba dan pendapatan, dalam tiga bulan pertama, penjualan batubara PTBA juga menurun hingga 13,23 persen, dari sebelumnya 6,8 juta ton menjadi 5,9 juta ton.

Meski begitu, Suryo meyakini kinerja BUMN Tambang ini akan membaik di periode berikutnya.

Pihak perusahaan akan meng-cover ketidaktercapaian kinerja di kuartal I di kuartal kedua dari April hingga Juni.

Kinerja BUMN Tambang ANTAM dan Timah

Sementara untuk kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru meningkat, baik dari sisi pendapatan dan laba bersih.

Perusahaan di sektor pengelolaan logam mulia ini meraup pendapatan bersih senilai Rp 9,21 triliun di kuartal I.

Jumlah itu meningkat 77 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp5,20 triliun.

Hasilnya, BUMN Tambang ini meraup laba bersih Rp630,37 miliar, dan beralih dari posisi rugi Rp281,84 miliar di kuartal I 2020.

Diketahui, pendapatan ANTM sepanjang tiga bulan ini ditopang oleh penjualan emas yang mencapai 6,59 triliun dari total pendapatan.

Secara volume, penjualan emas dari perusahaan ini mencapai 7.411 kg atau naik 45 persen dibanding tahun lalu.

Naiknya penjualan itu, tidak terlepas dari strategi perseroan yang kini fokus pada pengembangan basis pelanggan emas di pasar dalam negeri.

Kemudian capaian BUMN Tambang lainnya yakni PT Timah Tbk juga berhasil meraih laba bersih di kuartal I meskipun pendapatan perusahaan turun.

Laba bersih PT Timah hanya Rp10,34 miliar di kuartal pertama 2021, jauh lebih kecil dibandingkan periode tahun lalu yang mencapai Rp412,85 miliar.

Sementara dari sisi pendapatan, nilainya mencapai Rp 2,44 triliun, tapi jumlah itu turun hingga 44,78 persen dari hasil pendapatan tahun lalu sebesar Rp 4,42 triliun. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Pertamina Fondation Konsisten Jalankan Keputusan Pengadilan

MediaBUMN

Published

on

Pertamina Foundation

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pertamina Foundation (PF) berkomitmen untuk menutup peluang munculnya kembali kerugian negara dalam program Gerakan Menanam Pohon (GMP).

Berkaitan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan oleh beberapa pihak yang mengklaim dirinya sebagai relawan, PF menilai permohonan PKPU yang diajukan justru bisa berpotensi membuat kerugian negara dapat terus berlanjut dan semakin besar jumlahnya.

Saat ini, PF sedang meminta pendapat dari instansi dan penegak hukum yang berwenang yang akan menjadi pertimbangan dalam memutuskan dan mengambil Langkah serta solusi dari permasalahan terkait pelaksanaan program GMP.

“Pertamina Foundation tetap menghormati proses persidangan permohonan PKPU saat ini. Namun, kami menghimbau semua pihak, termasuk para pemohon PKPU, untuk bersama-sama mencegah kerugian negara dalam program GMP yang dapat berlanjut dan semakin besar,” ujar Syahrul Hakim, Legal Officer Pertamina Foundation.

Syahrul mengungkapkan bahwa program tersebut diselenggarakan pada 9 tahun lalu dan saat ini telah memiliki keputusan pengadilan mengikat yang harus dipatuhi oleh semua pihak pasca ditetapkan adanya pelanggaran hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaannya.

Pertamina Foundation

“Sebelumnya, GMP merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility PT Pertamina (Persero) pada tahun 2012-2014 yang dilaksanakan oleh Pertamina Foundation. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI tahun 2018 (Putusan Nomor 1132 K/PID.SUS/2018) yang telah berkekuatan hukum tetap, dinyatakan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaan program GMP,” terang Syahrul.

“Sisa dana program GMP juga telah dikembalikan ke negara sesuai perintah dalam Putusan Pengadilan,” tambah Syahrul.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Ansgari menegaskan, sebagai organisasi nirlaba, PF tetap fokus pada kegiatan di bidang sosial kemanusiaan, terutama pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga dan lingkungan hidup. PF juga terus bertransformasi dan mengembangkan dirinya untuk dapat terus meningkatkan efektivitas kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan/ CSR agar lebih fokus, berdampak luas, dan berkelanjutan.

Saat ini, PF mengembangkan program unggulan PFSeries dengan kegiatan pemberian beasiswa melalui melalui program PFprestasi. Pemberdayaan perempuan dan kelompok usaha melalui PFPreneur.

“Kami juga memfasilitasi gagasan dan invoasi melalui proyek-proyek kreatif dalam program PFmuda dan PFsains yang terbuka bagi seluruh generasi muda di negeri ini. PF juga hadir dalam berbagai aksi tanggap bencana dan pemberian bantuan termasuk membantu korban terdampak pandemi Covid-19 di Indonesia melalui program PFbangkit,” tandas Agus. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Pertamina Tebar Energi Kebaikan di Bulan Ramadhan, Santuni Puluhan Ribu Yatim Dhuafa

MediaBUMN

Published

on

Pertamina tebar energi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pertamina tebar energi di bulan suci Ramadhan dengan memberikan santunan kepada 22 ribu anak Yatim dan kaum Dhuafa di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan nilai hampir Rp5 miliar, Pertamina Group memberikan dana santunan, bingkisan serta bantuan CSR yang disampaikan melalui Pengurus Yayasan Panti Asuhan, Pengurus Masjid, Kepala Desa/Lurah di 278 titik tersebar di seluruh nusantara.

Aksi Pertamina Tebar Energi Kebaikan ini tentu disambut gembira oleh para anak yatim dan kaum dhuafa khususnya mereka yang tinggal di wilayah operasi/proyek Pertamina Grup.

Menurut mereka, bantuan dari BUMN energi ini menjadi sangat berarti di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
Pendiri Panti Yatim Muhammadiyah Cilacap, Ustadz Rachmad Akhsan mengatakan bahwa dukungan yang begitu beragam jumlah dan bentuknya tersebut, membuat pihaknya terharu sekaligus bersemangat untuk terus mengembangkan yayasan yatim ini.

“Semoga Pertamina mendapatkan keberkahan dalam menjalankan bisnisnya. Santunan ini akan kami gunakan sebaik-baiknya,” ujar Rachmad Akhsan.

Pertamina tebar energi

Sementara itu, Iskandar selaku pengasuh Panti Asuhan Ar Rozak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Dumai Selatan, juga merasakan keharuan setelah menerima santunan yang disalurkan.

“Alhamdulilah kami sudah terima santunannya untuk anak di panti asuhan ini. Kami mendoakan semoga kegiatan operasi perusahaan berjalan lancar dan di bulan Ramadhan ini mengalir keberkahan untuk kita semua,” ujarnya.

Pjs Vice President Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menuturkan momentum Ramadhan selalu dimanfaatkan Pertamina untuk hadir memberikan energi positif bagi masyarakat.

Menurut Fajriyah, kegiatan yang dijalankan yang oleh unit operasi dan anak perusahaan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen sosial Pertamina yang sejalan dengan nilai Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menghapus kemiskinan (1) dan mengurangi ketimbangan (10).

“Kami ingin mereka yang memiliki keterbatasan secara ekonomi dapat menikmati kebahagiaan di bulan suci ini dan merasakan arti kehadiran Pertamina di wilayah mereka, karena dukungan mereka sangat penting dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan bisnis perusahaan hari ini dan di masa yang akan datang,” pungkas Fajriyah. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!